AsiaQuest Indonesia
AsiaQuest Indonesia AsiaQuest Indonesia

Berita / Blog

The No.1 WEB development in Indonesia. AsiaQuest Indonesia will share news, events, and blog of WEB utilization in Indonesia. We post in English, Indonesia, and Japan.

News28 Jun 2021

Contoh Modus Pinjaman Online Ilegal

Beberapa tahun belakangan pinjaman online semakin marak kita temui. Fintech P2P semakin gencar meluncurkan produk pinjaman online tanpa agunan yang mudah diakses masyarakat dengan memanfaatkan smartphone.

Bermodalkan KTP dan data identitas diri, masyarakat sudah bisa mengajukan pinjaman online yang nilainya mulai 500ribu rupiah hingga puluhan juta rupiah. Proses pencairan dana pinjol (pinjaman online) pun terbilang sangat cepat, hanya dalam hitungan menit anda sudah bisa mendapatkan dana pinjaman yang ditransfer ke rekening pribadi anda.

Kondisi ini menjadi celah bagi para penipu. Mereka memanfaatkan modus pinjaman online untuk menggaet korban. Modus pinjaman online ilegal ini dapat dengan mudah kita temui bahkan mungkin kita menjadi salah satu targetnya. Untuk itu mari kita lihat contoh-contoh modus pinjaman online ilegal berikut ini:

 

(1) Pinjaman Tanpa Syarat Sama Sekali

Pinjaman online dari fintech P2P yang resmi dan terdaftar di OJK, akan mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan OJK. Sekalipun mereka tidak membutuhkan dokumen jaminan berupa surat tanah atau BPKB kendaraan, mereka akan tetap berhati-hati dalam memberikan pinjaman kepada debitur.

Akan tetapi, ada juga modus penipu nakal yang mengatasnamakan pinjaman online berupa dana tunai cepat cair tanpa syarat apapun. Mereka hanya meminta anda menyerahkan nomor telepon yang bisa dihubungi dan nama pribadi.

Pinjol tipu-tipu semacam ini harus diwaspadai. Mereka terlihat meyakinkan padahal hanya penipu yang ingin mencari celah keuntungan dari kesulitan seseorang. Ketika tergiur, bisa jadi bunga yang dibebankan sangat tinggi dan biaya administrasi di luar kewajaran.

 

(2) Tawaran Pinjol dari SMS Random

Belakangan ini marak tawaran pinjaman online yang dikirimkan melalui SMS secara random. Entah darimana si pengirim bisa mendapatkan nomor handphone kita. Bagi yang sedang butuh uang mendesak mungkin ketika melihat SMS tersebut seperti melihat secercah harapan.

Akan tetapi, jangan mudah tergiur begitu saja. Usahakan selalu berpikir panjang ketika akan mengambil pinjaman, apalagi ini tawaran dari SMS random yang entah siapa pengirimnya. Produk pinjaman online yang ditawarkan pun tidak jelas syarat dan ketentuannya, apa saja keuntungannya, dan apa saja risikonya. Kalau sudah seperti ini, lebih baik diurungkan saja niat untuk mengambil pinjaman online.

 

(3) Perusahaan Pinjol Tidak Jelas Identitasnya

Sebelum mengambil pinjaman online, penting untuk mengetahui identitas perusahaan tempat mengambil pinjaman. Apa nama perusahaan, dimana alamatnya, ijinnya seperti apa, apakah terdaftar di OJK atau tidak, semuanya harus jelas.

Perusahaan pinjol yang terpercaya tidak akan segan mencantumkan semua informasi tersebut secara online, di website perusahaan, atau di laman sosial media mereka. Ini karena mereka ingin pelanggan percaya bahwa mereka kredibel dan resmi.

Pinjol abal-abal akan berkebalikan dengan pinjol terpercaya dan anda sebaiknya menjauhinya.

 

(4) Uang Muka Pinjaman yang Luar Biasa Besar

Uang muka atau uang administrasi biasanya memang dibutuhkan sebagai biaya mengurus administrasi seperti materai dan lain sebagainya. Biaya ini dibebankan kepada calon peminjam. Meskipun begitu nilainya tidak seberapa.

Akan tetapi, ada pinjol abal-abal yang mengenakan uang administrasi begitu besar. Semisal anda meminjam 1 juta rupiah, uang tunai yang anda terima hanya 650.000 karena 350.000 dipakai untuk uang administrasi. Anda hanya menerima 650.000 rupiah, tapi bunga dihitung dari total pinjaman yaitu 1 juta rupiah. Tentu anda rugi berkali lipat jika demikian.

Kasus seperti itu banyak terjadi dan yang membuat orang terjerumus ke dalam perilaku gali lubang tutup lubang. Sebabnya karena pinjaman menjadi terpotong besar, bunga yang dikenakan sangat tinggi dan dihitung harian. Hutang 1 juta membengkak menjadi berkali lipat. Inilah yang harus dihindari dari pinjol.

Maka dari itu hindari pinjol abal-abal, kalau terpaksa pinjam ke pinjol maka ketahui risikonya dan tanggung jawabnya. Kalau masih bisa dihindari, maka dihindari saja pinjol dan beralih ke pinjaman ke individu seperti teman atau keluarga.

Referensi: jabar.idntimes.com

Background photo created by snowing – www.freepik.com

pinjol
DX News
Tags
Load More

Event
Calendar

Mar
12
2020

Kintone Seminar, 12 Maret 2020
Pemanfaatan IT Untuk Efesiensi Kerja Integrasi dan Pembuatan Aplikasi tanpa…

Apr
15
2020

Seminar WFH Lebih Mudah dan Efisien dengan…
Dalam WFH banyak sekali kesulitan yang kita hadapi, seperti informasi…

Back To Top