AsiaQuest Indonesia
AsiaQuest Indonesia AsiaQuest Indonesia

Berita / Blog

The No.1 WEB development in Indonesia. AsiaQuest Indonesia will share news, events, and blog of WEB utilization in Indonesia. We post in English, Indonesia, and Japan.

News23 Agu 2021

Cara Mendorong Lahirnya Petani Milenial dengan Teknologi…

Indonesia yang disebut-sebut negara agraris terancam kekurangan petani pada masa mendatang. Dengan jumlah petani yang makin menipis, kekurangan pangan pun menjadi sebuah ancaman nyata. Ironisnya, kendatipun pangan adalah objek paling vital dalam kehidupan manusia, banyak anak muda Indonesia enggan menjadi petani. Maka dari itu, regenerasi petani milenial dan inovasi teknologi pangan adalah harga mati. 

Mengutip dari Mediaindonesia.com, jumlah petani milenial Indonesia kurang dari 30%. Sementara itu, jumlah petani usia tua lulusan sekolah dasar (SD) di atas 70%. Fakta mencengangkan lainnya, petani dengan latar belakang pendidikan perguruan tinggi hanya sebesar 3% saja. 

 

Petani Milenial Memiliki Kendali pada Teknologi Pangan 

Setelah melihat data ini, Indonesia memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan jumlah petani milenial. Mengapa jumlah petani milenial harus ditingkatkan? Mengesampikan betapa pentingnya regenerasi itu sendiri, petani milenial memiliki kendali pada inovasi teknologi pangan. 

Dikutip dari postingan akun @kementerianpertanian, petani milenial memiliki daya adaptasi yang tinggi, dapat melakukan inovasi usaha, dan memiliki kreativitas. 

Dengan mengadopsi sistem pertanian modern dan transformasi digital pada sektor pertanian, para petani milenial dapat memproduksi bahan pangan secara cepat dan efektif. Tugas ini tentu sulit direalisasikan oleh petani lulusan SD yang belum terlalu familier dengan teknologi. 

Pertanian modern yang digawangi petani milenial ini akan memberikan dampak positif, seperti dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menyiapkan sumber pangan, sampai meningkatkan kemungkinan ekspor produk pertanian Indonesia.

Jadi, pertanian Indonesia tidak semata-mata untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri saja, tetapi juga dapat dipasarkan ke luar negeri. Hal ini tentu sejalan dengan rencana Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045 mendatang. 

Untuk bisa meningkatkan minat generasi muda untuk menjadi petani, pemerintah harus mengubah persepsi tentang petani itu sendiri. Profesi petani identik dengan pekerjaan untuk orang tua, kotor, dan penghasilan rendah. 

Maka dari itu, teknologi pertanian bisa menjadi jawaban untuk menarik minat generasi muda. Dengan teknologi, Anda bisa menjadi petani sukses tanpa harus kotor-kotoran dan bekerja di alam terbuka terlalu lama. Berkat teknologi pula, petani bisa hidup lebih sejahtera dan mapan. 

Untuk bisa mewujudkan ambisi ini, mau tak mau regenerasi petani milenial harus dilakukan dengan segera. Apakah Anda tertarik untuk membantu negara mewujudkan impiannya menjadi  lumbung pangan dunia? Kalau iya, tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan profesi petani. 

 

Sumber: 

  1. Mediaindonesia.com
  2. Economy.okezone.com
  3. Kompas.com

Background photo created by jcomp – www.freepik.com

petani milenial
DX News
Tags
Load More

Event
Calendar

Mar
12
2020

Kintone Seminar, 12 Maret 2020
Pemanfaatan IT Untuk Efesiensi Kerja Integrasi dan Pembuatan Aplikasi tanpa…

Apr
15
2020

Seminar WFH Lebih Mudah dan Efisien dengan…
Dalam WFH banyak sekali kesulitan yang kita hadapi, seperti informasi…

Back To Top