AsiaQuest Indonesia
AsiaQuest Indonesia AsiaQuest Indonesia

Berita / Blog

The No.1 WEB development in Indonesia. AsiaQuest Indonesia will share news, events, and blog of WEB utilization in Indonesia. We post in English, Indonesia, and Japan.

News13 Sep 2021

Apa Itu Mobile Application Development?

Seiring dengan meningkatnya penggunaan mobile app, mobile application development menjadi hal yang tidak bisa lagi dihindari. Pelaku bisnis pun berlomba-lomba mengembangkan perusahaannya dengan mobile application development agar bisa bertahan dari gerusan zaman. Lantas, apa itu mobile application development? Mengapa mobile application development begitu penting dalam bisnis?

Mobile application development adalah istilah yang dipakai untuk menyebut proses pengembangan aplikasi yang beroperasi di perangkat mobile. Jadi, apabila ingin disederhanakan, mobile application development adalah proses pembuatan aplikasi smartphone. Nantinya, pengembang harus memastikan bahwa aplikasi yang mereka ciptakan dapat bekerja di jaringan dengan berbagai jenis sumber computing

Ketika mobile application development dilakukan, seorang programmer diminta untuk mengembangkan sebuah aplikasi dengan aksesibilitas yang baik. Dengan aksesibilitas yang bagus, perangkat lunak tersebut dapat diakses oleh seluruh kalangan, termasuk penyintas disabilitas sekalipun. 

 

Dua Platform Mobile Application Development

Dua platform mobile application development

Untuk implementasinya, mobile application development ini menggunakan dua platform utama yaitu Android dan iOS. Anda pasti sudah cukup familier dengan kedua platform ini, bukan? Lantas, apakah perbedaan dari kedua platform mobile application development ini? 

Android merupakan platform mobile application development dari Google yang dapat digunakan pada berbagai jenis perangkat. Berbeda dengan Android, iOS adalah platform dari Apple yang dibuat secara khusus untuk perangkat besutan Apple saja seperti iPhone dan Mac. 

Mengingat pengguna terbelah menjadi dua kubu platform, seorang mobile app developer direkomendasikan untuk membangun sebuah aplikasi sesuai dengan platform yang ada. Dengan demikian, aplikasi tersebut dapat digunakan siapa saja tidak peduli device apa yang mereka gunakan.   

Bagaimana Proses Mobile Application Development? 

Kini Anda sudah mengetahui dua jenis platform mobile app development. Selanjutnya, kami akan menjabarkan proses pengembangan mobile application. Untuk bisa mengembangkan sebuah mobile app, mobile app developer dapat melakukan empat pendekatan. 

Empat jenis pendekatan yang bisa dipilih, yaitu hybrid mobile applications, native mobile applications, cross-platform native mobile applications, dan progressive web applications

A. Pengertian Hybrid Mobile Applications 

Pendekatan pengembangan mobile application yang paling sering dipilih yaitu hybrid mobile applications. Aplikasi ini dipilih karena menggunakan single code yang dapat diimplementasikan di banyak platform sekaligus. Dengan pendekatan ini, aplikasi Anda dapat diakses dari Android maupun iOS. 

Menariknya hybrid mobile applications dibangun pada teknologi standar web dan satu paket dalam instalasi aplikasi. Jadi, aplikasi ini tidak menggunakan native engine, tetapi teknologi web (CSS, HTML, dan JavaScript.) yang dibungkus pada satu web container. Beberapa contoh pendekatan hybrid mobile applications adalah phoneGap, Cordova, dan lainnya. 

Hybrid pun sering dipilih karena proses pengembangannya cukup mudah dengan budget yang tidak mencekik. Meskipun demikian, performa aplikasi ini tidak akan sebagus native mobile applications yang menggunakan satu single code untuk tiap satu platform.  

B. Native Mobile Applications 

Selain hybrid mobile applications, native mobile applications juga menjadi pendekatan favorit para web app developer. Namun, berbeda dengan hybrid mobile applications yang ditulis pada web container, basis kode native mobile application ditulis langsung pada bahasa pemrograman asli dari platform tujuan. 

Sebagai contoh, perusahaan Anda berencana membuat aplikasi dengan platform iOS. Maka dari itu, single code hanya bisa ditulis pada bahasa pemrograman asli iOS yaitu Objective-C dan C. 

Jika Anda juga akan membuat versi Android, mau tak mau web app developer harus membuat kode pada bahasa pemrograman asli Android yaitu Java. Dengan kata lain, satu kode native mobile applications hanya bisa dipakai untuk satu platform saja.  

Nantinya, native mobile applications ini bekerja langsung di sistem operasi dari device yang digunakan. Jika menggunakan device atau platform yang berbeda, Anda harus menggunakan bahasa pemrograman asli dari platform tersebut.

Inilah salah satu alasan kuat mengapa budget pengembangan native mobile applications cukup tinggi dibanding dengan hybrid mobile applications karena fokus pada satu platform. Namun, native mobile applications menjanjikan performa yang lebih baik dengan UX yang ciamik! Contoh produk dari native mobile applications adalah Bukalapak, BCA, dan Astra. 

C. Cross-Platform Native Mobile Applications 

Cross-platform native mobile applications serupa dengan hybrid mobile applications. Single code dari cross-platform native mobile applications dapat digunakan pada banyak platform sekaligus. Namun, tipe ini menggunakan native engine untuk melakukan rendering. Sementara itu, hybrid menggunakan teknologi standar web.  

Untuk menyempurnakan hasilnya, tipe ini menggunakan beberapa jenis framework, seperti Flutter, Xamarin, dan Reach Native. Keunggulan lain cross-platform native mobile applications adalah kemudahan dalam pengembangan dan biayanya cukup terjangkau. Tipe ini menjanjikan performa UX yang dapat bersaing dengan hybrid

D. Progressive Web Applications

Jika Anda mencari tipe pendekatan yang diprediksi akan populer pada masa mendatang, PWA atau progressive web applications adalah jawabannya. Mengapa tipe ini akan menjadi primadona? Pasalnya, user dapat mengakses native mobile experience pada web browser tanpa harus mengunduh dan menginstal aplikasi di App Store ataupun Play Store. 

Sebagai contoh, Anda harus mengunduh aplikasi Shopee atau Tokopedia di Play Store untuk membuka aplikasi pada smartphone. Setelah diunduh, Anda pun harus menginstal aplikasi untuk melakukan transaksi. 

Jika hanya satu app, tentu bukan suatu masalah. Bagaimana kalau ke depannya e-commerce platform makin banyak? Anda pun harus mengunduh banyak app di smartphone. Tanpa disadari, smartphone Anda akan penuh sesak oleh aplikasi belanja. 

Dengan progressive web applications, Anda dapat membuka tampilan mobile dari suatu aplikasi tanpa harus mengunduh aplikasi di Play Store/App Store lagi. Anda hanya perlu mengklik URL dan sistem akan menyesuaikan tampilan browser ataupun mobile, sesuai device yang digunakan. Tipe ini lebih disukai karena sangat praktis dan tidak membebani user. Media penyimpanan Anda pun tidak akan cepat penuh karena mengunduh banyak mobile app

Walaupun begitu, pengembangan PWA membutuhkan resource yang sangat handal di bidangnya. Inilah salah satu alasan kuat mengapa belum banyak pelaku bisnis yang mengadopsi PWA. Namun, sampai saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang sudah mengadopsi PWA seperti HIS Travel dan Astra

Bagaimana Cara Memilih Mobile Application Development? 

Dengan jenis pendekatan sebanyak ini, bagaimana cara web app developer dapat melakukan eksekusi? Mengingat keempat pendekatan ini memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing, web app developer dituntut untuk jeli dalam melihat kebutuhan tiap-tiap perusahaan. 

Saat akan memilih pendekatan pengembangan, gunakan lima pertimbangan di bawah ini sebagai acuan. 

Cara memilih mobile application development

Meskipun terkesan sederhana, Anda jangan sampai meremehkan pertanyaan di atas, ya. Realitanya, Anda membutuhkan bantuan expert IT untuk bisa mengeksekusi kelima pertanyaan di atas secara tepat dan akurat. Anda dapat menyerahkan tugas berat ini kepada expert IT dari PT. AQ Business Consulting Indonesia atau AsiaQuest Indonesia. 

Expert IT kami sudah merasakan asam-garam pengembangan mobile app untuk platform Android dan iOS. Untuk pendekatannya, expert IT kami akan membantu untuk mem-break down kebutuhan dan ketersediaan budget secara seimbang. Sampaikan juga UX dan fitur apa saja yang diinginkan agar mobile app idaman dapat benar-benar dikembangkan.

Sebagai anak perusahaan Jepang, kami menawarkan layanan berkualitas Jepang dan staf yang dapat berkomunikasi dalam tiga bahasa (Indonesia, Jepang, dan Inggris). Tertarik untuk menjajal kekuatan expert IT kami? Anda dapat melayangkan pertanyaan dan request melalui Contact Form dan expert IT kami akan selalu siap sedia untuk menjawab tantangan Anda. 

 

 

Sumber: 

  1. Aws.amazon.com
  2. Glints.com
  3. Netsolutions.com
  4. Suitmedia.com

Sumber foto:

  1. Image cover by Christina Morillo from Pexels
  2. Second Image by zerotake from Pixabay
hybrid mobile applications
DX News
Tags
Load More

Event
Calendar

Mar
12
2020

Kintone Seminar, 12 Maret 2020
Pemanfaatan IT Untuk Efesiensi Kerja Integrasi dan Pembuatan Aplikasi tanpa…

Apr
15
2020

Seminar WFH Lebih Mudah dan Efisien dengan…
Dalam WFH banyak sekali kesulitan yang kita hadapi, seperti informasi…

Back To Top