AsiaQuest Indonesia
AsiaQuest Indonesia AsiaQuest Indonesia

Berita / Blog

The No.1 WEB development in Indonesia. AsiaQuest Indonesia will share news, events, and blog of WEB utilization in Indonesia. We post in English, Indonesia, and Japan.

News07 Jan 2021

Bagaimana Cara Kerja GeNose UGM?

GeNose C19 atau GeNose UGM adalah alat rapid test karya anak bangsa yang tengah menjadi buah bibir dalam beberapa waktu terakhir. Pasalnya, kehadiran alat rapid test berbasis cloud computing dan Artificial Intelligence (AI) ini menjanjikan proses yang sangat cepat dan akurat. Proses rapid test COVID-19 yang awalnya cukup memakan waktu, kini bisa dilakukan dalam waktu sekitar 3 menit. Sementara itu, Anda dapat mengetahui hasilnya dalam waktu sekitar 40-50 detik saja! Lantas, bagaimana cara kerja GeNose UGM sehingga dapat mengeluarkan hasil dalam waktu singkat? 

Para ahli Universitas Gadjah Mada (UGM) mengombinasikan dua teknologi canggih yaitu cloud computing dan Artificial Intelligence pada GeNose UGM. Dengan adanya dua teknologi ini, proses skrining GeNose UGM menjadi akurat, cepat, efisien, dan murah. GeNose UGM pun menjadi alat pendeteksi COVID-19 pertama di Indonesia yang menggunakan hembusan napas.  

 

(1) Proses Cepat dan Akurat 

Proses penggunaan alat rapid test GeNose UGM dapat dikatakan cukup sederhana. Pasien akan diminta untuk mengambil napas selama tiga kali dan meniupkan hembusan ketiga ke kantong napas. Jika kantong napas sudah ditutup, kantong akan dihubungkan ke unit GeNose UGM untuk di-skrining.  

Nantinya, sensor-sensor khusus akan melakukan pengecekan ada atau tidaknya VOC (Volatile Organic Compound) yang umumnya muncul pada infeksi COVID-19. Tidak sembarang skrining, proses ini didukung dengan kecerdasan buatan (AI) sehingga menjadi lebih cepat dan akurat. Kabarnya, level akurasi GeNose UGM lebih dari 90%. 

Selain itu, Anda juga dapat mengetahui skrining secara real time karena sistem terhubung dengan cloud computing. Tak ayal, Anda dapat mengetahui hasilnya positif atau negatif dalam kurun waktu 40-50 detik. 

Hasil skrining akan ditampilkan dalam layar komputer dilengkapi dengan persentase. Sebagai contoh, hasil yang muncul di layar adalah Prediction: NEGATIVE (0.72). Artinya, Anda sudah dipastikan negatif COVID-19.

Namun, jika angka persentase di bawah 50%, Anda disarankan untuk mengikuti pengujian COVID-19 lanjutan. Penting untuk dicatat, GeNose C19 adalah alat skrining, bukan alat diagnosis COVID-19. Jika hasil skrining GeNose UGM positif, Anda diminta untuk melakukan tes PCR. 

 

(2) Jauh lebih Efisien dan Murah 

Setelah mendapatkan izin edar (KEMENKES RI AKD 20401022883) pada 24 Desember 2020 silam, seratus unit GeNose UGM batch pertama akan didistribusikan. Menurut perhitungan, satu unit GeNose UGM dapat melakukan 120 tes. Jadi, kalau dihitung secara akumulasi, seratus alat ini dapat menguji hingga 12 ribu orang per hari. 

Anda pun tidak perlu khawatir dengan biaya pengujian GeNose UGM. Ketua tim pengembang GeNose, Prof Kuwat Triyana meyakinkan bahwa biaya tes GeNose UGM berkisar Rp15-Rp25 ribu saja. 

Tim ahli juga berharap bahwa target produksi massal GeNose UGM sebanyak sepuluh ribu unit hingga Februari 2021 dapat tercapai. Dengan demikian, pengujian dapat dilakukan hingga 1,2 juta orang per harinya. 

 

(3) Latar Belakang Pembuatan GeNose UGM

Fakta menarik, inspirasi GeNose UGM datang dari anjing yang dapat mengendus COVID-19. Tim ahli UGM pun mulai melakukan adaptasi pada teknologi mesin pengendus (Electronic Nose ) yang mereka miliki agar bisa melakukan deteksi dari hembusan napas. Sejak bulan April 2020, tim sudah bergotong-royong untuk mewujudkan impian ini. Setelah delapan bulan, Gadjah Mada Electronic Nose atau GeNose C19 pun tercipta.

 

(4) Kesimpulan

Dengan adanya GeNose UGM, proses deteksi COVID-19 dapat dilakukan lebih cepat dan efisien. Alat ini juga dapat membantu pemerintah untuk menekan risiko penyebaran virus. Orang dengan status OTG (orang tanpa gejala) pun dapat dideteksi lebih awal dan dapat segera dikarantina agar tidak menularkan ke orang lain. 

Ke depannya, GeNose UGM yang dijual dengan harga Rp62 juta per unit sebelum pajak ini dapat ditempatkan di ruang publik, seperti rumah sakit, bandara, terminal, mall, tempat ibadah, dan lainnya.

 

 

Sumber: 

  1. Ugm.ac.id
  2. Tirto.id

Image by Tumisu from Pixabay

 

GeNose rapid test tool
DX News
Tags

Event
Calendar

Mar
12
2020

Kintone Seminar, 12 Maret 2020
Pemanfaatan IT Untuk Efesiensi Kerja Integrasi dan Pembuatan Aplikasi tanpa…

Apr
15
2020

Seminar WFH Lebih Mudah dan Efisien dengan…
Dalam WFH banyak sekali kesulitan yang kita hadapi, seperti informasi…

Back To Top