AsiaQuest Indonesia
AsiaQuest Indonesia AsiaQuest Indonesia

Berita / Blog

The No.1 WEB development in Indonesia. AsiaQuest Indonesia will share news, events, and blog of WEB utilization in Indonesia. We post in English, Indonesia, and Japan.

Blog26 Feb 2021

Fakta Penting Teknologi Facial Recognition

Teknologi Facial Recognition baru-baru ini sedang banyak dibicarakan. Beberapa negara bahkan mulai menggunakan teknologi Facial Recognition seperti negara tetangga Singapura yang menggunakan teknologi tersebut untuk verifikasi ID atau KTP mereka.

Lalu, seperti apa sih teknologi Facial Recognition ini? Mengapa ia mulai banyak dibicarakan sekarang?

Teknologi Facial Recognition merupakan teknologi canggih untuk pengenalan wajah. Meski sudah mulai lazim digunakan, tapi teknologi Facial Recognition saat ini sedang dalam tahap pengembangan, artinya penggunaan teknologi Facial Recognition masih akan berkembang hingga beberapa masa ke depan.

Teknologi Facial Recognition menggunakan teknologi artificial intelligence (kecerdasan buatan) untuk mengenali wajah-wajah yang sudah terdaftar dalam database. Kamera yang dilengkapi dengan teknologi pengenalan wajah akan bisa mengenali siapa anda berdasarkan data yang sudah terekam dalam database.

Teknologi Facial Recognition bila sudah dikembangkan dengan baik dan sudah digunakan secara luas, nantinya bisa menggantikan paspor dan boarding pass dalam penerbangan. Sehingga, ketika penumpang akan check in atau boarding ke pesawat, mereka hanya perlu melakukan pemindaian (scan) wajah tanpa perlu menunjukkan paspor dan boarding pass lagi. Tentunya jadi lebih cepat dan lebih mudah bukan?

Bagaimana Teknologi Facial Recognition Bekerja?

Teknologi Facial Recognition bekerja dengan cara sederhana. Pertama-tama, biarkan kamera yang sudah dilengkapi dengan teknologi Facial Recognition memindai wajah anda. Pemindaian ini akan menyimpan data mulai dari bentuk mata, rahang, bibir, mulut, hidung, ukuran wajah, dsb secara mendetail. Data hasil pemindaian wajah akan disimpan di server khusus milik perusahaan atau pemilik teknologi Facial Recognition.

Nantinya, ketika kamera memindai wajah, ia bisa mengidentifikasi siapa orang tersebut berdasarkan data-data yang sudah tersimpan dalam database. Berbeda dengan wajah yang belum ada datanya, maka tidak akan dikenali. Cara kerjanya memang mirip dengan fingerprint, akan tetapi dalam Facial Recognition objeknya adalah wajah.

Penggunaan teknologi Facial Recognition

Sebetulnya, teknologi Facial Recognition sudah dikembangkan sejak lama. Awal mula teknologi Facial Recognition dibuat adalah untuk membantu pihak kepolisian untuk menangkap napi dan buronan yang kabur.

Tahun 2001 adalah momen dimana teknologi Facial Recognition digunakan secara massal, yaitu dalam gelaran Super Bowl 2001. Pada saat itu seluruh pengunjung dipindai wajahnya menggunakan kamera CCTV khusus. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya kekerasan dan mempermudah penangkapan pelaku kejahatan dalam acara tersebut.

Sekarang ini teknologi Facial Recognition sudah banyak digunakan dalam berbagai hal, salah satu yang paling dekat adalah Facial Recognition untuk membuka kunci layar handphone. Beberapa tipe handphone sekarang ini menyediakan tiga opsi untuk membuka kunci layar, yaitu dengan menggambar pola, dengan sidik jari (fingerprint), dan pengenalan wajah (Facial Recognition).

Kekhawatiran yang Timbul Akibat Teknologi Facial Recognition

Beberapa ahli mengkhawatirkan teknologi ini akan merampas privasi seseorang. Database wajah seseorang bisa saja dimiliki oleh orang lain, apalagi kalau perusahaan ternyata bertindak nakal dengan menjual database wajah ke pihak lainnya, tentu akan merugikan bagi si pemilik wajah.

Selain itu, dilansir dari kumparan, senator AI Franken, menolak aplikasi yang menggunakan Facial Recognition. Alasannya, Facial Recognition didesain untuk beroperasi dari jarak jauh tanpa sepengetahuan (consent) dari orang yang diidentifikasi. Seseorang tidak bisa mencegah atau menolak upaya identifikasi untuk kemudian terhubung dengan orang asing. Ini berbeda dengan identifikasi menggunakan biometrik seperti sidik jari dan iris mata dimana keduanya masih dilakukan dengan sepengetahuan yang bersangkutan.

Belum lagi kalau diretas, maka peretas akan dengan mudah mendapatkan akses menuju data pribadi anda. Tentu ini adalah hal yang tidak kita inginkan. Atau ketika seseorang disandera dan penjahat ingin mengakses handphone anda, ia tinggal mengarahkan kamera handphone ke wajah anda untuk membuka kunci layar.

Masalah tersebut sudah menjadi perhatian Apple. Apple kemudian memperbarui algoritma pengenalan wajahnya. Teknologi pengenalan wajah milik Apple (face ID) akan mempelajari ekspresi wajah dan menolak akses saat penggunanya sedang tertidur atau tidak sadarkan diri.

Beberapa firma keamanan dunia mencoba untuk meretas akses Face ID dengan menggunakan topeng 3D berbahan silikon. Kejadian ini mengingatkan para pengembang bahwa sekarang ini secanggih apapun teknologi, ternyata masih ada celah untuk dimanipulasi.

Meskipun demikian, teknologi Facial Recognition masih akan jadi ‘barang jualan’ yang laris selama beberapa waktu ke depan, sehingga akan semakin banyak yang mengembangkannya. Semoga saja, teknologi Facial Recognition ke depan semakin canggih termasuk untuk mengatasi isu-isu keamanan yang mungkin saja ditimbulkan seperti yang sudah dicontohkan di atas!

Sumber:

Photo by People photo created by tirachardz – www.freepik.com

facial recognition
Blog 15 Okt 2020
Bermodalkan Wajah, Anda dapat Berbelanja di Vending Machine

Ketika melancong ke Jepang, kita mungkin akan…

DX News
Tags

Event
Calendar

Mar
12
2020

Kintone Seminar, 12 Maret 2020
Pemanfaatan IT Untuk Efesiensi Kerja Integrasi dan Pembuatan Aplikasi tanpa…

Apr
15
2020

Seminar WFH Lebih Mudah dan Efisien dengan…
Dalam WFH banyak sekali kesulitan yang kita hadapi, seperti informasi…

Back To Top