AsiaQuest Indonesia
AsiaQuest Indonesia AsiaQuest Indonesia

Berita / Blog

The No.1 WEB development in Indonesia. AsiaQuest Indonesia will share news, events, and blog of WEB utilization in Indonesia. We post in English, Indonesia, and Japan.

News26 Jul 2021

Tips Menghindari Spam Email Marketing

Pernahkah Anda menerima spam email marketing? Apakah Anda kerap merasa kesal dengan ratusan email marketing yang masuk ke inbox setiap harinya? 

Email marketing termasuk ke dalam 7 strategi dalam internet marketing. Email marketing sejatinya mempunyai kekuatan besar untuk meningkatkan sales/penjualan karena ia memiliki interaksi langsung dengan calon pembeli. Baca uraian kami mengenai email marketing dalam artikel Pentingnya Email Marketing untuk Bisnis.

Email Marketing yang Diterima Terlalu Banyak

Spam email dan email marketing adalah dua hal berbeda. Spam email adalah email yang dikirimkan ke inbox tanpa kita pernah mengundangnya. Perbedaan spam email dan email marketing adalah di permission (perijinan).

Perusahaan memanfaatkan email marketing untuk mempromosikan produk dan jasa yang mereka jual. Dan email marketing yang dikirimkan oleh perusahaan ini resmi serta harus mendapatkan persetujuan Anda sebagai penerima. 

Cara perusahaan mendapatkan persetujuan ini misalnya manakala Anda memasukkan alamat email Anda ke website suatu perusahaan yang kurang lebih Anda mengijinkan mereka untuk mengirimkan email marketing secara berkala. Umumnya narasi yang disebutkan adalah berlangganan newsletter, mendaftar ke suatu layanan, membaca konten yang hanya khusus untuk member, dsb.

Berbeda dengan spam email yang biasanya masuk tanpa kita pernah memberikan persetujuan. Spam email ini biasanya juga berisikan konten yang eksplisit dan ilegal. Pengirim spam email tidak jelas, isi email juga terdapat typo dan terkesan tidak profesional. Bila disertakan link, umumnya link ini mengandung malware. Spam email ini sering berkaitan erat dengan teknik kejahatan siber phishing

Terkadang perusahaan mengirimkan banyak sekali email marketing promosi yang lama kelamaan akan menumpuk di inbox, padahal kita tidak tertarik untuk membukanya sama sekali. Email marketing, yang secara sah mendapatkan persetujuan Anda bisa dimasukkan ke kotak spam jika Anda merasa terganggu. 

Untuk ini, kami sudah merangkum sedikitnya 5 tips untuk menghindari spam email marketing

(1) Berhenti Berlangganan Newsletter

Email marketing sampai ke inbox Anda karena beberapa hal: Anda sendiri yang setuju untuk berlangganan newsletter dan dengan sadar memasukkan alamat email, atau perusahaan membeli alamat email dalam jumlah besar dari perusahaan lainnya dan kebetulan alamat email Anda berada di dalam daftar tersebut. 

Bagaimanapun caranya, jika Anda ingin berhenti berlangganan newsletter maka Anda selalu bisa melakukannya. Email marketing yang Anda terima selalu menyertakan link untuk unsubscribe/berhenti berlangganan. Contohnya seperti di bawah ini:

Pada gambar di atas, link Unsubscribe berada di samping alamat email si pengirim. Selain itu, link unsubscribe juga ada di footer email.

Setelah mengklik unsubscribe, maka Anda tidak akan lagi berlangganan email marketing. Jika Anda masih menerima email marketing, kemungkinan ia akan langsung masuk ke kotak spam

Anda juga bisa unsubscribe lebih dari satu akun email marketing dengan memanfaatkan fitur filter pada email.

(2) Tandai sebagai Spam

Selain unsubscribe, Anda juga bisa menandai email-email marketing yang tidak diinginkan lagi melalui fitur tandai sebagai spam (Mark as Spam). Ketika Anda menerima email marketing yang ‘nyasar’ ke primary inbox, jangan langsung menghapusnya. Sebaiknya Anda tandai email tersebut sebagai spam sehingga berikutnya email semacam itu akan langsung masuk ke kotak spam.

Untuk menandai email sebagai spam, beri tanda centang pada email yang ingin ditandai sebagai spam, Anda bisa memilih beberapa email sekaligus. Kemudian, klik pada tombol ‘report as spam’ seperti yang dilingkari merah di bawah ini.

(3) Hapus Spam

Email yang masuk ke kotak spam memang sebaiknya tidak perlu dibuka. Bila perlu, langsung saja hapus email yang ada di kotak spam. Email marketing yang sudah Anda tandai sebagai spam akan masuk ke kotak spam dan tercampur dengan email yang benar-benar spam. Oleh karena itu, usahakan untuk tidak mengklik email yang ada di kotak spam. Beberapa email mungkin disisipi malware yang bisa menginfeksi perangkat Anda.

(4) Jangan Sebar Alamat Email

Tidak sembarangan membagikan alamat email merupakan salah satu langkah pencegahan untuk melindungi email Anda dari kiriman spam email marketing. Jika bukan untuk sesuatu yang benar-benar penting, maka lebih baik tidak dibagikan.

Selain itu, Anda bisa mengatur privacy setting email untuk membuatnya tetap privat. Ikuti panduan berikut ini untuk mengatur privacy setting di Gmail:

  1. Login ke Gmail
  2. Tap Google Apps di pojok kanan atas.
  3. Tap ‘‘Account’
  4. Tap ‘Security Checkup’ untuk melihat perangkat, events, dan aplikasi-aplikasi yang terhubung ke akun Gmail Anda.
  5. Atur toggle switches untuk mematikan akses yang tidak penting.
  6. Lakukan hal yang sama ke Personal Information dan Privacy Settings.

(5) Ganti Alamat Email

Mengganti alamat email adalah opsi terakhir yang kami rekomendasikan. Mengganti alamat email bisa merepotkan terlebih jika email Anda selama ini terhubung ke akun-akun penting seperti akun rekening perbankan, rekening kartu kredit, akun asuransi kesehatan, dsb. Bayangkan berapa banyak pihak yang harus Anda hubungi jika Anda mengganti alamat email. 

Tapi, jika alamat email Anda yang sekarang sudah sebegitu ‘tercemar’ oleh spam-spam email yang terus berdatangan meski Anda sudah sering melakukan pemblokiran secara berkala, maka boleh jadi alamat email Anda masuk ke dalam list email yang dijualbelikan secara bebas di web dan jadi sasaran empuk email spam.

Jika sudah sedemikian menggangu dan ada potensi membahayakan akun-akun penting Anda lainnya, maka Anda bisa membuat alamat email baru yang bersih dari spam. Hanya saja, ingat untuk menghubungi pihak-pihak otoritas penting untuk menginformasikan bahwa Anda mengganti alamat email. Misalnya perbankan dimana Anda membuka rekening maka Anda harus menghubungi mereka dan menginformasikan alamat email terbaru Anda. Jangan lupa meminta mereka untuk memblokir alamat email yang lama.

Referensi: us.norton.com

Photo by: AsiaQuest Indonesia

email marketing
News 29 Jan 2021
Pentingnya Email marketing untuk Bisnis

Email marketing merupakan salah satu strategi dalam…

DX 13 Jul 2020
Memanfaatkan Email Blasting untuk Meningkatkan Penjualan

Salah satu karakteristik dasar transformasi digital adalah…

DX News
Tags
Load More

Event
Calendar

Mar
12
2020

Kintone Seminar, 12 Maret 2020
Pemanfaatan IT Untuk Efesiensi Kerja Integrasi dan Pembuatan Aplikasi tanpa…

Apr
15
2020

Seminar WFH Lebih Mudah dan Efisien dengan…
Dalam WFH banyak sekali kesulitan yang kita hadapi, seperti informasi…

Back To Top