AsiaQuest Indonesia
AsiaQuest Indonesia AsiaQuest Indonesia

Berita / Blog

The No.1 WEB development in Indonesia. AsiaQuest Indonesia will share news, events, and blog of WEB utilization in Indonesia. We post in English, Indonesia, and Japan.

News28 Jun 2021

5 Jenis Serangan Siber

Semakin meningkatnya digitalisasi, semakin meningkat pula potensi serangan siber. Serangan siber merupakan jenis serangan yang menyasar sistem komputer perorangan, perusahaan atau instansi, yang biasanya dilakukan oleh peretas, demi mendapatkan keuntungan pribadi baik itu berupa uang maupun kepuasan.

Serangan siber dilaporkan meningkat selama kurun waktu dimulainya pandemi COVID19 di awal tahun 2020. Pandemi COVID19 memaksa setiap individu untuk berdiam diri dan melaksanakan segala aktivitas dari rumah, termasuk untuk urusan pekerjaan. Tak heran di tahun 2020 terjadi lonjakan kenaikan pengguna internet. Kenaikan pengguna internet ini turut meningkatkan jumlah serangan siber di Indonesia.

Untuk itu, penting bagi setiap individu, perusahaan, atau instansi untuk mengetahui apa saja jenis-jenis serangan siber yang ada saat ini. Di bawah ini kami lampirkan 5 jenis serangan siber yang ada di dunia:

 

(1) DoS

Di tahun 2018, Github, yang menjadi platform untuk manajemen proyek dan sistem versioning code sekaligus platform jaringan sosial bagi para developer, diketahui sempat down akibat serangan peretas. Jenis serangan yang dialami Github kala itu adalah DoS.

DoS kependekan dari Denial of Service, yaitu jenis serangan yang berusaha melumpuhkan sebuah website agar tidak bisa diakses pengguna. Peretas akan melakukan serangan secara bertubi-tubi agar situs down sampai kemudian lumpuh total.

 

(2) Malware

Malware adalah sebuah perangkat lunak yang berbahaya karena dirancang untuk merusak sistem komputer. Malware juga mengandung virus. Ketika malware berhasil masuk ke sebuah perangkat, maka dengan cepat malware mampu merusak sistem dalam perangkat tersebut.

Selain merusak sistem, kemampuan lain malware adalah mencuri data. Bayangkan jika malware masuk ke komputer perusahaan yang menyimpan data penting, tentu amat bahaya. 

Biasanya malware menyusup ke perangkat manakala pengguna mengunduh file kemudian menginstallnya di perangkat. Malware dikategorikan sebagai serangan siber yang paling berbahaya.

 

(3) Phishing

Phishing seringkali digunakan untuk mencuri data penting. Data-data penting yang dimaksud misalnya PIN, password, dan username. Seperti kita tahu, dengan memperoleh username, password, dan PIN, maka si pencuri bisa masuk ke akun kita dan mengambil alih kendali atas akun tersebut.

Bayangkan bila akun yang dicuri adalah akun perbankan, akun email, akun sosial media, dan akun ecommerce, tentu bisa fatal akibatnya. Peretas bisa mendapatkan kendali atas akun tersebut dan kita akan kehilangan kendali, yang selanjutnya bisa mengakibatkan kerugian finansial.

Phishing dilakukan dengan menyebarkan email berisikan attachment atau link. Link tersebut akan mengarahkan target ke sebuah halaman tipuan yang bisa terlihat kredibel atau resmi. Misalnya saja, link untuk pembelian produk handphone terbaru dengan diskon super murah. Penerima email yang tertarik dengan promosi tersebut mungkin bermaksud memesan kemudian mengisikan data-data kartu kreditnya di laman tipu-tipu tersebut. Akhirnya peretas berhasil mendapatkan data penting pengguna untuk digunakan kejahatan selanjutnya.

 

(4) Credential Reuse

Jenis serangan siber ini memanfaatkan kredensial yang mirip di beberapa akun. Misalnya anda menggunakan username dan pasword yang mirip di akun email, akun sosial media, akun ecommerce, dsb. Kondisi tersebut menjadi sasaran empuk serangan siber.

Peretas mungkin mendapatkan username and password satu akun anda, tapi karena anda menggunakannya di beberapa akun lain, maka peretas akan bisa dengan mudah mengambil alih akun lain anda. Maka dari itu, disarankan untuk menggunakan username dan password yang berbeda untuk tiap-tiap akun. Bila khawatir lupa, anda bisa mencatatnya di memo dan menyimpannya dengan aman di rumah.

 

(5) SQL Injection

Jenis serangan yang selanjutnya adalah SQL Injection. Serangan ini harus diwaspadai oleh tiap-tiap IT perusahaan. SQL Injection bisa karena ada celah yang tidak bisa ditutupi oleh sistem keamanan dari database tersebut.

Hacker akan memasukkan kode seperti titik, petik tunggal, dan strip. Ketika kode tersebut berhasil, maka seluruh data dalam sebuah database akan terhapus dan data tersebut digunakan oleh hacker untuk melakukan tindakan lain yang bisa merugikan sebuah perusahaan.

Referensi: mtp.co.id
Computer photo created by Racool_studio – www.freepik.com

cyber crime
News 04 Mar 2021
Indonesia Harus Antisipasi Serangan Siber 2021

Lembaga Riset Siber Indonesia Communication and Information…

News 03 Des 2020
Apa Saja Teknik Kejahatan Siber?

Kami menjamin bahwa laporan terbaru Digital Defense…

DX News
Tags

Event
Calendar

Mar
12
2020

Kintone Seminar, 12 Maret 2020
Pemanfaatan IT Untuk Efesiensi Kerja Integrasi dan Pembuatan Aplikasi tanpa…

Apr
15
2020

Seminar WFH Lebih Mudah dan Efisien dengan…
Dalam WFH banyak sekali kesulitan yang kita hadapi, seperti informasi…

Back To Top