sharpnel_content
Website VS Web App, Apa Bedanya?

News 23 Des 2021


Website VS Web App, Apa Bedanya?

Share

Dalam dunia pengembangan web (web development) dikenal adanya website dan web app (web application). Meski terdengar mirip, ternyata keduanya punya perbedaan mendasar, lho. Tak sedikit yang salah kaprah dalam menyebutkan istilah keduanya.

Di bawah ini kami akan mencoba mengulas apa saja yang membedakan website dengan web app. Mari simak penjelasannya berikut ini.

(1) Karakteristik

Website umumnya digunakan untuk menampilkan konten web yang berkualitas dan kaya akan informasi. Website juga didesain agar mudah dinavigasi yang oleh pengguna. Kemudian, konten dan informasi yang ditampilkan di website juga dioptimasi sedemikian rupa agar mudah dicari menggunakan mesin pencari seperti Google Search.

Di sisi lain, web application umumnya di-host di cloud dan sangat skalabel. Web app juga sebagian besar adalah cross-platform, ia modular — artinya ia dapat digabung-gabungkan dan dicopot komponen-komponennya secara leluasa. Selain itu, web app juga mudah diuji dengan tes otomatis (automatic testing).

(2) Tujuan

Website dibuat dengan tujuan untuk memberikan informasi kepada user secara publik. Konten-konten yang disajikan di website biasanya adalah konten statis. Visual dan konten teks yang disajikan website bisa dilihat dan dibaca tapi takkan pernah memengaruhi fungsinya.

Sementara itu, web app dibuat untuk bisa berinteraksi dengan end user. User bisa memanipulasi data yang direstriksi, tak sekedar membaca konten.

(3) Otentikasi

Oleh karena website hanya sekedar menampilkan konten dan informasi secara satu arah kepada user secara publik, maka website tidak memerlukan otentikasi pengguna.

Ini berbeda dengan web app yang dirancang untuk bisa berinteraksi dengan user, misalnya mengubah data, menambah data, menghapus data, dsb. Oleh karena opsi yang ditawarkan web app lebih luas maka web app memerlukan otentikasi pengguna. Otentikasi pengguna ini bisa berupa login required, sign up, dan sign in, dsb.

(4) Tugas dan kompleksitas

Website dirancang hanya untuk menampilkan koleksi data dan informasi dalam sebuah halaman sehingga kompleksitas dalam membangun website tak serumit web app.

Web app, di sisi lain memiliki tingkat kompleksitas lebih tinggi daripada website karena fungsinya yang juga beragam.

(5) Tipe perangkat lunak, kompilasi, dan deployment

Website adalah sebuah produk lengkap yang bisa diakses dengan bantuan browser, ia tidak memerlukan pre-kompilasi sebelum deploy. Setiap ada perubahan kecil pada website, web developer tidak perlu melakukan re-kompilasi secara penuh dan deployment. Developer hanya perlu memperbarui kode HTML.

Di sisi lain, web app dikembangkan sebagai bagian dari website, tapi ia bukan produk yang utuh/lengkap. Sebelum melakukan deploy, situs harus di pre-kompilasi. Kemudian, semua perubahan perlu keseluruhan proyek untuk di rekompilasi dan di-deploy.

Kapan Anda Butuh Website?

Anda sebaiknya membuat website ketika:

  1. Menginginkan metode yang efektif untuk memamerkan produk dan layanan
  2. Ingin mengembangkan situs untuk membuat social proof Anda sendiri
  3. Butuh meningkatkan brand untuk bisnis Anda
  4. Ingin mencapai tujuan bisnis
  5. Ingin meningkatkan dukungan pelanggan

Kapan Anda Butuh Web App?

Sebaliknya, Anda sebaiknya membuat web app ketika:

  1. Tidak ingin membuat desktop app dan berpikir bahwa web app lebih mudah dirawat karena menggunakan kode yang sama di seluruh aplikasi. Selain itu, web app tidak ada masalah kompatibilitas yang menyertai.
  2. Ingin agar web app bisa digunakan di platform apa pun: Windows, Linux, Mac, dsb karena web app rata-rata mendukung browser modern.
  3. Tidak ingin direpotkan oleh urusan approval dari mobile app store, yang biasa terjadi ketika Anda meluncurkan aplikasi mobile baik di PlayStore maupun AppStore. Web app tidak perlu approval semacam ini.
  4. Ingin agar web app bisa dirilis setiap saat dan dalam bentuk apapun. Tidak perlu mengingatkan pengguna untuk memperbarui aplikasi mereka, lain dengan mobile app yang mana Anda perlu mengingatkan pengguna untuk urusan update aplikasi.
  5. Ingin agar web app bisa diakses oleh user selama 24/7 dari PC manapun.
  6. Ingin agar web app bisa diakses dari komputer/PC atau perangkat seluler/smartphone untuk mengakses data yang diperlukan.
  7. Ingin hemat biaya untuk organisasi mana pun. Tak seperti app desktop yang lisensinya cukup mahal. SaaS di sisi lain, umumnya hanya menerapkan ‘bayar sesuai pemakaian’.
  8. Ingin agar user bisa mengakses web app Anda dari browser PC dan web seluler. Web app tak perlu diunduh dan diinstal.

Sekarang Anda sudah mengerti perbedaan website dan web application, tentunya Anda bisa menentukan mana yang Anda butuhkan untuk kemajuan bisnis Anda. Kabar baiknya, sebagai konsultan IT terpercaya, AsiaQuest Indonesia sangat berpengalaman di bidang pengembangan website dan web application.

Selama bertahun-tahun kami telah melayani klien kami, perusahaan dan pebisnis yang ingin mengelola bisnis mereka secara digital. Apakah Anda selanjutnya? Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai pendigitalan bisnis.

Referensi: www.guru99.com
Fashion photo created by cookie_studio – www.freepik.com

Browse blog by tag

Back To Top