sharpnel_content
Tips Memilih Pinjaman Online yang Aman

News 24 Agu 2021


Tips Memilih Pinjaman Online yang Aman

Share

Saat kondisi perekonomian memburuk pascapandemi COVID-19, banyak orang yang mengandalkan pinjaman online agar dapur tetap mengepul. Pinjaman online dianggap menjadi jalan pintas untuk mendapatkan uang tunai secara instan, mudah, dan cepat. Meskipun begitu, kemudahan regulasi peminjaman ini memiliki harga yang perlu ditanggung. Jika tidak jeli memilih, Anda bisa terjebak utang sampai ditipu oleh fintech ilegal.  

Untuk menekan risiko ini, kami akan berbagi tips memilih pinjaman online yang aman. Cek tips selengkapnya di bawah ini. 

 

(1) Kenali Modus Penipuan Pinjaman Online

Cara terbaik untuk terhindar dari penipuan pinjaman online adalah dengan mempelajari modus penipuan itu sendiri. Apabila sudah mempelajari kasus penipuan yang pernah ada, Anda dapat menghindari terjebak pada kasus yang sama. Dengan melihat modus ini, Anda dapat mengenali fintech ilegal. 

Pada umumnya kreditur nakal memiliki beberapa modus dalam melakukan penipuan, seperti penawaran via telepon, pesan WhatsApp, SMS, email, dan website. Ketika Anda menerima telepon atau pesan, jangan langsung menerima atau menyetujui penawaran pinjaman. 

Kreditur nakal cenderung memaksa konsumen. Ketika Anda bertanya tentang sistem peminjaman, mereka tidak menjelaskan dengan jelas dan menekan Anda untuk segera menyetujui pinjaman.  

Parahnya, ada pula fintech ilegal yang meminta uang muka pada konsumen. Ketika fintech meminta uang muka, Anda laik curiga dengan legalitas fintech tersebut. Lalu, bagaimana dengan penawaran pinjaman online via website? Anda dapat mengecek apakah website tersebut aman atau tidak. 

 

(2) Jangan Mudah Tergoda dengan Syarat yang Mudah

Makin mudah syarat peminjaman, Anda harus menaruh curiga pada kredibilitasnya. Mengapa demikian? Pasalnya, pinjaman online ini masuk dalam ranah bisnis yang menguntungkan kedua belah pihak. Jika mereka menawarkan pinjaman dengan syarat supermudah, bukankah debitur harus menanggung risiko besar jika peminjam akan kabur dan uang raib? 

Maka dari itu, ada fintech abal-abal yang menawarkan pencairan dana tanpa syarat untuk menjaring mangsanya. Anda yang sudah kepepet pun menjadi gelap mata dan sembrono dalam memilih fintech. Alih-alih menyelesaikan masalah, bisa jadi Anda terjebak pada masalah keuangan yang jauh lebih pelik. 

Jadi, pastikan Anda mengecek syarat-syarat pinjaman online dari fintech yang diincar. Setelah itu, Anda juga perlu membandingkan syarat tersebut dengan syarat dari fintech yang lain. Jika Anda menemukan kejanggalan, eliminasi fintech meragukan tersebut. 

 

(3) Pastikan Fintech Terdaftar di OJK

Cara teraman, silakan mengajukan pinjaman melalui fintech yang sudah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). OJK akan mengawasi regulasi dari fintech terdaftar sehingga kepentingan konsumen akan terlindungi. 

Anda yang masih awam dengan dunia pinjaman online, silakan mengunjungi laman resmi OJK untuk mempelajari seluk-beluk pinjaman online. Jika Anda memilih fintech ilegal secara sembarangan, kepentingan konsumen tidak akan ada yang menjamin, lho. Anda pun akan memiliki risiko tinggi menjadi korban penipuan. 

 

(4) Dilengkapi Customer Service 

Ketika muncul masalah terkait pinjaman, Anda dapat menghubungi customer service. Maka dari itu, silakan memilih fintech yang memilih customer service. Anda harus memastikan jika CS dapat dihubungi setiap saat dan bukanlah CS fiktif. Dengan cara ini, Anda dapat memastikan kalau fintech tersebut aman dan legal. 

Dengan mengikuti empat tips di atas, Anda akan lebih mudah menemukan fintech legal yang aman. Terpenting, Anda harus ekstra hati-hati saat akan mengajukan pinjaman online agar tidak terjebak di lautan utang. 

 

Sumber: 

  1. Ekonomi.kompas.com
  2. Economy.okezone.com

Family photo created by our-team – www.freepik.com

Browse blog by tag

Back To Top