sharpnel_content
Speech-to-text Dipakai untuk Apa Saja?

News 23 Mar 2022


Speech-to-text Dipakai untuk Apa Saja?

Share

Sebelumnya kami sudah mengulas secara singkat mengenai teknologi text-to-speech, nah sekarang kami akan mengulas teknologi speech-to-text. Kalau TTS adalah teknologi untuk mengubah teks menjadi suara/ucapan, maka teknologi speech-to-text adalah kebalikannya yaitu mengubah ucapan menjadi teks.

Apa Itu Speech-to-text?

Speech-to-text (STT) adalah sebuah teknologi yang mampu mengubah ucapan menjadi teks tertulis. Teknologi Speech-to-text membuat beragam perangkat pintar seperti smartphone, tablet, dan wearable devices (smartwatch, smartband, dsb) untuk bisa mengerti apa yang diucapkan manusia.

Speech-to-text Dipakai untuk Apa Saja?

Teknologi Speech-to-text sudah ada dan banyak produk yang dikembangkan menggunakan teknologi tersebut. Berikut ini adalah contoh penggunaan teknologi Speech-to-text yang sudah ada:

(1) Subtitle Otomatis YouTube

Teknologi Speech-to-text sudah banyak digunakan dan contoh yang paling dekat adalah adanya subtitle otomatis di YouTube.

Subtitle otomatis di YouTube menggunakan teknologi Speech-to-text untuk mengenali ucapan dalam video dan memunculkannya dalam tulisan. Subtitle otomatis di YouTube ini tentu sangat bermanfaat terutama untuk individu dengan disabilitas seperti tuna rungu.

(2) Google Voice Typing

Google bahkan menghadirkan Voice Typing di keyboard mereka. Jadi, Anda tinggal mengucapkan kalimat yang ingin diketik, dan Google Voice Typing akan mengetikkannya secara otomatis untuk Anda.

Fitur ini bisa Anda gunakan di keyboard smartphone. Misalkan Anda ingin mengirim pesan teks ke seseorang melalui chat WhatsApp, buka aplikasi WhatsApp dan aktifkan keyboard. Tap icon microphone di keyboard untuk menggunakan Google Voice Typing.

Setelah tap ke icon microphone, Google Voice Typing aktif dan ucapkan kalimat yang ingin diketik, Google akan otomatis mengubahnya menjadi teks. Anda bisa mengucapkan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, tergantung pengaturan di keyboard smartphone Anda.

(3) Transkrip Otomatis

Zaman dahulu orang harus membuat transkrip secara manual dengan cara mendengarkan rekaman suara dan mengetikkannya. Pekerjaan men-transkrip adalah pekerjaan yang melelahkan karena seringnya manusia harus mendengarkan suatu rekaman berulang-ulang untuk menangkap kata yang diucapkan.

Belum lagi harus mengetikkannya secara manual tentu akan memakan waktu lama sekaligus memakan tenaga. Sekarang dengan adanya teknologi Speech-to-text, pekerjaan men-transkrip bisa dialihkan ke mesin dan robot.

Algoritma pintar dari teknologi Speech-to-text semakin handal dan semakin bisa diandalkan untuk melakukan pekerjaan transkripsi. Kini manusia bisa lebih fokus pada pekerjaan yang sifatnya kreatif dan ideatif saja.

AsiaQuest Indonesia sempat mengulas tema-tema AI seperti Speech-to-text dan Text-to-speech dalam Webinar: Artificial Intelligence Technology Options with BOTIKA!. Lihat video YouTube webinar kami di link berikut:

【AsiaQuest Indonesia】 Webinar: Artificial Intelligence Technology Options with BOTIKA!

Referensi: widyawicara.com

Heart photo created by rawpixel.com – www.freepik.com

Browse blog by tag

Back To Top