sharpnel_content
Pola Belanja Masyarakat saat Pandemi COVID-19

News 25 Sep 2020


Pola Belanja Masyarakat saat Pandemi COVID-19

Share

Pandemi COVID-19 telah mengubah seluruh sendi kehidupan, tak terkecuali pola belanja masyarakat di Indonesia. Hal ini dikuatkan dengan adanya survei dari Global Consumer Insights 2020 yang dikeluarkan oleh PricewaterhouseCoopers. Dari survei ini, kita bisa melihat perubahan pola belanja masyarakat sebelum dan sesudah pandemi dalam bentuk persentase. 

Hasil survei yang dirilis pada tanggal 13 Agustus 2020 menunjukan bahwa masyarakat beralih dari belanja offline ke belanja online. Hal ini dikarenakan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan untuk menekan risiko penyebaran COVID-19.  

Efek Pandemi COVID-19 pada Prioritas Belanja Masyarakat Indonesia 

Saat pandemi berlangsung, banyak sektor bisnis yang harus merasakan pahitnya penurunan transaksi. Menurut data PricewaterhouseCoopers, masyarakat mengurangi transaksi pada lima sektor barang. Kelima sektor produk  ini meliputi makanan siap antar atau restoran (22%), peralatan kantor (25%), dan produk kecantikan (27%). 

Selain itu, produk peralatan olahraga dan outdoor juga kehilangan konsumen dengan angka 27% dan pakaian 32%. Kelima sektor produk ini dirasa kurang dibutuhkan selama pandemi COVID-19. 

Perbedaan Pola Belanja Sesudah dan Sebelum Pandemi COVID-19

Tercatat 69% masyarakat memutuskan untuk berbelanja online untuk memenuhi kebutuhannya. Namun, kondisi ini berubah setelah PSBB dicabut karena masyarakat kembali berbelanja offline. Angka ini turun 12% menjadi 57% setelah kebijakan PSBB dicabut. Artinya, masyarakat Indonesia kembali belanja offline

Fakta menarik terlihat dalam presentase jenis barang yang masyarakat beli sebelum dan sesudah pandemi. Dikutip dari bisnis.tempo.com, ada lima jenis produk yang banyak dibeli sebelum pandemi, yaitu kebutuhan biasa (55%), travelling (50%), makan di luar (50%), pengembangan diri (24%), dan event budaya dan seni (21%). 

Kondisi ini berubah total selama pandemi COVID-19 karena masyarakat memiliki prioritas baru yang mesti dipenuhi. Saat masyarakat global lebih fokus ke produk makanan sehari-hari, masyarakat Indonesia banyak membeli produk kesehatan sebesar 77%. 

Setelah produk kesehatan, masyarakat juga lebih rajin belanja bahan makan harian (67%), hiburan dan media (54%), serta belanja restoran atau makanan siap antar (47%). Menariknya, masyarakat juga tertarik untuk membeli produk taman dan perkakas rumah tangga dengan persentase sebesar 32%. 

Kalau Anda sendiri, selama pandemi COVID-19 lebih suka belanja online atau offline? Lalu, produk apa yang paling banyak Anda beli? Yuk, share opini Anda pada kolom komentar kami. 

Sumber: Bisnis.tempo.co

Browse blog by tag

Back To Top