sharpnel_content
Nintendo Menjadi Perusahaan Terkaya di Jepang

News 15 Okt 2020


Nintendo Menjadi Perusahaan Terkaya di Jepang

Share

Risk Monster punya cara tersendiri untuk menghitung pundi-pundi kekayaan suatu perusahaan. Menurut Risk Monster, sebuah perusahaan akan disebut kaya di Jepang jika mereka memiliki kas bersih yang tinggi. Tidak sekadar tinggi, tetapi perusahaan tersebut juga harus mampu membayar utang dan pengeluaran dengan cepat. Dengan berpedoman pada barometer ini, Nintendo dinobatkan sebagai perusahaan terkaya di Jepang dalam survei Risk Mosnter. 

Perusahaan konsultan bisnis ini tidak menggunakan laba kotor dan pendapatan tahunan sebagai tolok ukur kekayaan. Oleh karena itu, survei Risk Monster ini sedikit berbeda dari survei lainnya. Seperti apa perbedaaannya?

 

Seperti Apakah Konsep Kaya di Jepang Versi Risk Monster? 

Menarik untuk diketahui, bahasa Jepang dari kaya adalah kanemochi atau memiliki banyak uang. Jadi, Risk Monster menilai bahwa perusahaan dapat dikategorikan kaya jika memiliki banyak uang tunai yang dapat dibelanjakan.

Setelah Risk Monster mengecek nominal kas bersih di tiap-tiap perusahaan, Nintendo pun menempati posisi pertama. Perusahaan yang fokus memproduksi video game ini berhasil meraup kas bersih sebesar 8,5 miliar dolar atau sekitar Rp124,5 miliar. Pencapaian ini tentu tidak lagi mengagetkan. Pasalnya, Nintendo adalah perusahaan global dengan arus kas bersih yang positif. Perusahaan ini juga sukses dan stabil sehingga mengundang banyak investor. 

Tak salah bila Nintendo pun diprediksi akan tetap eksis hingga 50 tahun ke depan. Dengan pencapaian luar biasa ini, Nintendo juga menjadi satu-satunya perusahaan video game yang masuk dalam 10 besar survei Risk Monster. Sedangkan perusahaan setipe yaitu Bandai Namco Holdings harus puas berada di posisi ke-18. 

Lalu, bagaimana dengan ranking kedua hingga kesepuluh? Posisi ini diduduki secara berturut-turut oleh Shin-Etsu Chemical Co, SMC Corporation, Keyence, Fanuc Corporation, Seven and I Holdings, Secom, Taisei Corporation, Shimano, dan Rohm Semiconductor. 

 

Sumber: SoraNews24.com

Photo by Jezael Melgoza on Unsplash

 

Browse blog by tag

Back To Top