sharpnel_content
Perbedaan Copywriter dan Content Writer

News 12 Jul 2021


Perbedaan Copywriter dan Content Writer

Share

Tak sedikit yang mengira bahwa copywriter dan content writer adalah profesi dengan pekerjaan yang sama. Padahal, sebetulnya kedua jenis profesi yang sekarang sedang marak di dunia digital tersebut memiliki perbedaan. 

Bila Anda seorang pebisnis yang sedang mencari jasa penulis, maka Anda harus tahu apa perbedaan Copywriter dan Content Writer supaya bisa memutuskan untuk meng-hire yang mana diantara keduanya.

Kemudian, bila Anda seorang penulis yang ingin meniti karier di bidang konten digital, maka Anda juga harus tahu beda Copywriter dan Content Writer agar mampu memutuskan ingin menekuni yang mana.

Apa perbedaan copywriter dan content writer? Mari kita perhatikan ulasan keduanya di bawah ini.

Persamaan Copywriter dan Content Writer

Sebelum mengenali perbedaannya, Anda perlu tahu bahwa baik copywriter maupun content writer sama-sama menulis. Akan tetapi, tulisan yang dihasilkan keduanya berbeda. Seperti apa perbedaannya, mari kita cermati satu per satu.

Apa Itu Copywriter?

Copywriter adalah jenis pekerjaan yang membutuhkan keterampilan dalam menggunakan kata-kata dan bahasa agar mampu meyakinkan pembaca agar mengambil tindakan, baik untuk membeli produk, menggunakan jasa, maupun terlibat suatu hal.

Bisa dibilang copywriter adalah sebuah teknik menulis yang tujuannya lebih ke pemasaran/marketing. Tugas copywriter yaitu menulis copy text yang mampu meningkatkan kesadaran pembaca akan suatu merek (brand awareness). Oleh karena tulisan mereka seringnya pendek-pendek tapi memiliki impact yang besar, biasanya tulisan ini dipublish di media sosial.

Apa Itu Content Writer?

Content writer biasanya menulis sebuah konten yang tujuannya untuk memberikan informasi, mendidik, menghibur, atau memberikan instruksi. Konten-konten yang dibuat content writer juga bertujuan untuk memperkuat hubungan antara pembaca dengan sebuah brand/organisasi.

Biasanya Content writer membuat tulisan yang lebih panjang dan dipublish di website atau blog. Tulisan yang dihasilkan haruslah informatif dan tersusun dengan baik.

Perbedaan Copywriter dan Content Writer

Perbedaan copywriter dan content writer bisa dicermati dari beberapa aspek, yaitu dari segi tujuan penulisan, gaya tulisan, panjang tulisan, jenis tulisan yang dihasilkan, serta fokus optimasi tulisan.

(1) Tujuan Penulisan

Copywriting menjual ide, merek, atau ideologi dan sifatnya advertorial karena ia bertujuan untuk mendorong pembaca agar membeli produk atau menggunakan suatu jasa.

Sementara content writer, mereka dituntut untuk mampu menulis tulisan yang informatif dan berkualitas tinggi, mampu mendidik pembaca dengan lebih baik akan suatu hal, entah itu produk maupun jasa.

(2) Gaya Tulisan

Dari segi gaya tulisan, copywriter dituntut untuk mampu membuat copy text yang bersifat persuasif, menggugah hati banyak orang, melalui copy text yang pendek tapi dengan impact besar dalam waktu singkat.

Lain dengan content writer yang menulis artikel informatif dan deskriptif. Tulisan content writer juga haruslah memenuhi kaidah-kaidah penulisan dalam jurnalistik dan mengerti teknik riset untuk mengembangkan konten. 

(3) Panjang Tulisan

Oleh karena karakteristiknya, copy text sering dipublish untuk sosial media yang space nya terbatas tapi lingkup komunitasnya besar agar bisa dilihat banyak orang dalam waktu relatif singkat.

Tulisan informatif dan deskriptif tentu akan lebih panjang dan mendetail sehingga membutuhkan space yang tepat, misalnya blog. Blog bisa menampung tulisan-tulisan yang lebih panjang seperti artikel-artikel.

(4) Jenis Tulisan yang Dihasilkan

Headline, tagline, dan slogan adalah produk copy text yang sering menjadi tugas bagi seorang copywriter. Terkadang mereka juga membuat copy text untuk sosial media, email marketing, skrip iklan TV dan radio, skrip video, siaran pers, baliho, dsb.

Content writer menghasilkan tulisan yang lebih panjang dan bersifat informatif seperti konten artikel blog, majalah, buku/ebook, podcast, dsb.

(5) Fokus Optimasi Tulisan

Tulisan-tulisan yang dihasilkan copywriter dan content writer haruslah dioptimasi, hanya saja fokus optimasi tentu berbeda. 

Copywriter menghasilkan copy text yang lebih pendek jumlah kata dan kalimatnya sehingga fokus optimasi tulisan adalah di pemilihan kata atau kalimat yang bisa menggugah hati banyak orang. Oleh karena copy text nya pendek, maka akan sulit untuk menerapkan praktik SEO untuk optimasi. Tapi umumnya, copy text sosial media bisa dioptimalkan dengan penggunaan hashtag.

Lain dengan content writer yang menghasilkan tulisan-tulisan yang panjang sehingga ada banyak ruang tersedia untuk optimasi SEO. Maka dari itu tak heran tulisan-tulisan content writer memiliki SEO yang bagus dan dapat dengan mudah dicari di Google SERP. Tulisan content writer juga sering digunakan untuk mendapatkan trafik dari Google.

Baca juga ulasan kami mengenai Trik Copywriting Yang Efektif Untuk Meningkatkan Penjualan.

Sumber: hot.liputan6.com

Photo by MART PRODUCTION from Pexels

Browse blog by tag

Back To Top