sharpnel_content
Pengertian Native Advertising

News 16 Apr 2021


Pengertian Native Advertising

Share

Native Advertising merupakan penggunaan layanan iklan berbayar (paid ads) yang disesuaikan dengan tampilan, rasa, dan fungsi dari format media yang ditampilkan.

Kalau kita sering menjelajah feed sosial media, maka kita bisa menemukan Native ads, yang biasanya dimunculkan sebagai konten yang direkomendasikan. Native ads berbeda dengan display ads atau banner ads karena ia tidak terlihat seperti sebuah iklan.

Kunci untuk mengenali Native ads adalah pada tampilannya yang tidak terasa seperti sebuah iklan, bahkan cenderung menyatu dengan konten asli, dan karenanya Native ads tidak terlihat mengganggu.

Bagaimana tampilan Native ads?

Supaya lebih paham, perhatikan contoh-contoh Native ads yang kami lampirkan berikut ini:

 

1. In-Feed ads

 

Biasanya kita temukan di sosial media, misalnya seperti sponsored content di facebook seperti contoh tangkapan layar berikut ini:

native ads

 

2. Search & promoted listings

 

Ini merupakan contoh Native ads yang letaknya di laman pencarian Google. Kalau Anda mengetik keyword di Google Search, konten di daftar paling atas biasanya adalah Native ads. Biasanya konten ini ditandai dengan tulisan kecil ‘Ad’ di samping URL.

native ads

 

3. Content Recommendation (Rekomendasi konten)

 

Rekomendasi artikel yang muncul ketika Anda selesai membaca suatu artikel juga seringkali adalah Native ads. Contohnya seperti berikut ini.

native ads

Mengapa Native ads terlihat seperti bukan iklan, dan malah terlihat seperti konten reguler?

Native ads terlihat seperti konten reguler supaya user tidak sadar bahwa mereka sedang ‘mengonsumsi’ konten iklan. User cenderung tidak akan terganggu dengan konten iklan yang wujudnya menyerupai konten reguler, karena tidak mengganggu layout. Lain dengan konten banner atau display ads yang secara serampangan disisipkan di artikel atau list artikel.

Ciri-ciri Native ads

Meski menyerupai konten reguler, tapi ada cara untuk mengenali Native ads. Berikut kami lampirkan ciri-ciri Native ads:

 

1. Tulisan ‘sponsored’

 

Berikut adalah contoh Native ads pada facebook. Biasanya konten Native ads diberi tanda ‘sponsored’. Anda mungkin heran karena merasa tidak berteman dengan suatu akun tapi kenapa konten mereka muncul di feed Anda.

Jika menemui hal seperti itu jangan heran, konten dari akun yang bukan teman Anda di Facebook memang bisa muncul di feed Anda, dan itu adalah sponsored content yang termasuk ke dalam Native ads.

 

2. Icon 🛈X

 

Bila Anda menemukan sebuah banner ads atau display ads dengan icon 🛈X di pojok kanan atas, maka hampir dipastikan itu adalah iklan berbayar yang disponsori oleh Google Ads. Contohnya seperti di bawah ini:

Iklan persegi panjang

 

3. Suggested post

 

Ada juga konten-konten ‘suggested post’ yang biasanya muncul menyerupai related article. Contohnya seperti di bawah ini:

 

4. Dan masih banyak lagi lainnya.

 

Mengapa Native ads banyak disukai kalangan Marketer?

  1. Menurut survei, user melihat Native ads 53% lebih banyak daripada display ads. Artinya, Native ads bekerja dengan baik. Ia bahkan bisa meningkatkan penjualan hingga 18%. Selain itu, visual dari Native ads menyerupai bahkan sedikit lebih ringan daripada konten editorial aslinya.
  2. Native ads adalah solusi untuk kelelahan atau kebosanan ketika melihat konten iklan (ad fatigue). Karena wujudnya yang menyerupai konten editorial, ia tidak menimbulkan kelelahan di pembaca. Kemudian selama konten Native ads tersebut menarik, maka Native ads bisa menghasilkan engagement lebih baik.
  3. User mungkin saja tahu/mengenali bahwa konten yang sedang mereka lihat adalah konten iklan, tapi biasanya mereka tidak bermasalah dengan hal itu. Mengapa? Karena mereka merasa bahwa konten tersebut tidak membodohi mereka.

Referensi: 

www.outbrain.com
Photo by Samantha Borges on Unsplash

Browse blog by tag

Back To Top