sharpnel_content
Pengertian Cyberbullying dan Dampaknya

News 23 Okt 2020


Pengertian Cyberbullying dan Dampaknya

Share

Sudah tak terhitung lagi berapa banyak nyawa melayang karena cyberbullying atau perundungan siber. Jumlah ini belum termasuk mereka yang harus hidup bersama masalah kesehatan jiwa selama sisa hidupnya karena menjadi korban kebencian di media sosial. Dengan adanya kebebasan akses ke internet dan media sosial, pemahaman tentang pengertian cyberbullying dan dampaknya sangatlah diperlukan. 

Kesadaran akan cyberbullying ini sangatlah dibutuhkan agar masyarakat lebih nyaman dalam menggunakan teknologi. Pasalnya, kemajuan teknologi sering kali tidak diikuti dengan pemahaman akan etika menggunakan internet. Oleh karena itu, kami membuat ulasan spesial tentang cyberbullying untuk menekan kasus perundungan di Indonesia. 

 

Pengertian Cyberbullying (Perundungan Siber)

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Keeping It Social (@keeping_it_social) on

Ekspert dari Unicef bekerja sama dengan platform media sosial dan international cyberbullying and child protection experts mencoba mendefinisikan pengertian cyberbullying. Menurut mereka, pengertian cyberbullying yaitu tindakan perundungan menggunakan teknologi digital

Perundungan siber ini bisa melalui berbagai media, seperti media sosial, smartphone, platform pesan dan gaming. Lalu, tindakan seperti apakah yang dikategorikan dalam cyberbullying

Tindakan yang bisa dikategorikan dalam perundungan siber bisa dilihat pada poin di bawah ini:

  1. Menyebarkan berita kebohongan tentang seseorang di media sosial.
  2. Mem-posting foto memalukan dari seseorang tanpa izin.
  3. Membombardir individu dengan pesan kebencian atau pesan ancaman. 
  4. Berpura-pura menjadi orang lain dan mengirim pesan jahat atas nama mereka.
  5. Membongkar data diri seseorang tanpa izin.

Sayangnya, banyak pelaku yang tidak menyadari tindakan mereka sebagai bagian dari perundungan siber, lho. Khususnya para remaja yang baru pertama kali mengenal media sosial Hal ini dikarenakan kurangnya edukasi ataupun sosialisasi pada pengguna media sosial dan platform digital. 

Contoh kasus perundungan siber yang sering kita jumpai adalah komentar jahat atau kebencian netizen pada akun medsos artis atau selebgram kontroversial. Jika memahami betul fungsi dari media sosial, kita tentu tidak akan meninggalkan pesan kebencian di kolom komentar mereka. 

 

Dampak Cyberbullying (Perundungan Siber)

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Keeping It Social (@keeping_it_social) on


Banyak orang yang masih menyepelekan cyberbullying karena menganggap individu tersebut terlalu lemah atau penuh drama jika menyeruakan penderitaannya. Jika mereka merasakan gejala gangguan kesehatan jiwa, mereka pun memutuskan untuk diam karena takut akan di-judge orang lain. 

“Faktanya, cyberbullying akan membuat seseorang merasa diserang dari segala penjuru dan tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri, lho. Meskipun sedang berlindung di dalam rumah sekalipun Anda tidak akan merasa aman karena musuh berada di dunia digital yang tidak jelas posisinya”.

Untuk lebih detailnya, cyberbullying diyakini memberikan tiga efek pada korbannya, meliputi mental, emosional, dan fisik. Pada tahap pertama, korban akan merasa kecewa, malu, bodoh ataupun marah. Korban pun akan mulai terdampak sisi emosionalnya sehingga kehilangan ketertarikan pada hal yang disukai. 

Terakhir, perundungan siber juga bisa mempengaruhi kesehatan fisik seseorang. Korban akan merasakan gejala fisik, seperti sakit kepala, sakit perut, sampai susah tidur dan kelelahan walaupun tidak diserang secara fisik. Dampak cyberbullying akan makin terasa jika kondisi ini tidak segera ditangani oleh ahlinya. 

Besar kemungkinan korban akan mengalami masalah kesehatan jiwa seperti depresi. Untuk kasus yang sudah ekstrem, cyberbullying bisa menggiring seseorang untuk melukai dirinya sendiri. Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan di Journal of Clinical Psychiatry, cyberbullying dapat memperburuk gejala depresi dan post-traumatic stress disorder (PTSD) pada orang dengan kecenderungan. 

 

Bagaimana Cara Mengatasi Cyberbullying? 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Keeping It Social (@keeping_it_social) on


Jika Anda menjadi target cyberbullying, apakah yang harus dilakukan? Berikut ini beberapa cara mengatasi cyberbullying yang bisa Anda coba. 

  1. Anda yang tengah mengalami gangguan kesehatan jiwa karena cyberbullying tidak perlu patah arang dan merasa malu. Berbagai masalah kesehatan jiwa ini dapat diobati dengan melakukan konsultasi dan terapi dengan psikolog ataupun psikiater. Jika Anda merasakan gejala depresi ataupun gangguan kesehatan jiwa lain, silakan beritahu keluarga atau teman terdekat atau menghubungi psikolog, psikiater, dan klinik kesehatan jiwa terdekat. Jika tidak, Anda dapat menghubungi hotline Kemenkes di 119 extension 8.
  2. Mencegah lebih baik dari mengobati. Teori ini bisa juga kamu aplikasikan saat menggunakan platform digital. Hindari mem-posting informasi diri secara online untuk menghindari kasus penyalahgunaan. 
  3. Jangan menghapus bukti. Jika perundungan langsung sering kali tak berjejak, perundungan siber akan meninggalkan jejak digital. Anda bisa mengumpulkan jejak digital ini untuk mengajukan tuntutan kepada pelaku. Nantinya, Anda bisa melaporkan pelaku pada pihak yang berwajib. 
  4. Hindari untuk merespon, lebih baik block user. Ada kalanya, pelaku cyberbullying akan makin girang jika kita memberikan respon. Oleh sebab itu, hindari melakukan tindakan yang telah mereka harap-harapkan. Meskipun tidak mudah, sebisa mungkin hindari untuk merespon komentar atau pesan jahat mereka. 

Setelah melihat betapa berbahayanya cyberbullying, kesadaran akan dampak cyberbullying ini sangatlah dibutuhkan. Khususnya, untuk para anak-anak dan remaja yang baru berkenalan dengan platform media sosial. Dengan menekan terjadinya cyberbullying, kita bisa melindungi para anak muda dari bahaya perundungan siber. 

 

Referensi: 

  1. Firstpost.com
  2. Unicef.org

Browse blog by tag

Back To Top