AsiaQuest Indonesia
AsiaQuest Indonesia AsiaQuest Indonesia

Berita / Blog

Rutin membaca 30 menit dalam sehari dapat memperpanjang usia seseorang hingga dua tahun lamanya dan kami ingin menjadi bagian dari proses ini.
Tak hanya hidup lebih lama, membaca artikel eksklusif bertema IT dari kami bisa membuat Anda segera menuai sukses dalam bisnis!

News01 Maret 2021

Farmasi dan Alkes Jadi Prioritas Penerapan Teknologi…

Pemerintah Indonesia semakin bersemangat untuk mendorong sektor industri di tanah air untuk menerapkan teknologi 4.0. Teranyar, pemerintah Indonesia memasukkan industri Farmasi dan Alkes ke dalam prioritas penerapan Teknologi 4.0.

Hal ini dibuktikan dengan dilantiknya lima pejabat eselon 1 dan eselon 2 serta Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi, Muhammad Taufik, oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Menperin mengungkapkan bahwa sebanyak 35 perusahaan kimia hilir dan farmasi akan disuntik teknologi 4.0 supaya lebih berperforma.

Alasan industri Farmasi dan Alkes dimasukkan ke dalam prioritas penerapan teknologi 4.0 tak lain karena industri ini bertumbuh pesat selama pandemi COVID19. Pemerintah kemudian menyadari bahwa negara harus bisa mandiri dan kuat di sektor Farmasi dan Alkes.

Sebelumnya Tidak Masuk dalam Prioritas

Sebelumnya, industri Farmasi dan Alkes tidak masuk ke dalam lima sektor prioritas penerapan teknologi 4.0. Lima sektor yang sebelumnya diprioritaskan oleh pemerintah untuk penerapan teknologi 4.0 antara lain adalah industri makanan dan minuman, industri otomotif, industri kimia dasar, industri tekstil dan produk tekstil, dan industri elektronika.

Akan tetapi, pandemi telah mengajarkan banyak hal kepada pemerintah Indonesia, yaitu pentingnya kemandirian dan kekuatan dalam industri Farmasi dan Alkes. Seperti kita tahu, selama pandemi ini Indonesia terpukul keras. Sektor kesehatan menjadi yang paling berpengaruh. Obat-obatan termasuk vitamin mengalami kelangkaan karena diborong saat awal pandemi.

Selain itu, obat-obat penunjang untuk mengatasi masalah komplikasi yang diakibatkan virus COVID19 pun mengalami kelangkaan. Presiden Jokowi kemudian harus mengimpor obat-obatan penunjang tersebut dari negara lain.

Kondisi ini tentu memprihatinkan karena menandakan ketidaksiapan dan ketidakmandirian Indonesia dalam menghadapi pandemi COVID19 tersebut. Oleh karena itu, langkah untuk memasukkan industri Farmasi dan Alkes ke dalam prioritas penerapan teknologi 4.0 adalah langkah yang tepat. Teknologi bisa meningkatkan produksi maupun pelayanan dan bisa diterapkan di berbagai sektor industri, termasuk Farmasi dan Alkes.

Kinerja Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT)

Ekonomi.bisnis.com menulis bahwa dalam RPJMN 2020-2024, jumlah perusahaan sektor IKFT dengan nilai INDI 4.0 lebih dari 3, ditargetkan untuk mencapai 11 perusahaan pada 2020. Kemudian, pada 2024, diharapkan jumlah tersebut meningkat menjadi 21 perusahaan.

Sebagai informasi tambahan, pada INDI 4.0, skor 1 – 2 menunjukkan kesiapan awal implementasi industri 4.0, skor 2 – 3 menunjukkan kesiapan sedang, dan skor 4 diberikan kepada perusahaan yang dinilai sudah siap menerapkan industri 4.0.

Direktur IKFT Kemenperin, Muhammad Khayam menyatakan optimistis sektor IKFT akan mampu berakselerasi ke arah industri 4.0. Industri Farmasi dan Alkes ditambahkan ke dalam peta jalan Making Indonesia 4.0 berkat kinerjanya yang gemilang di tengah gempuran pandemi COVID19. Sektor tersebut menerima permintaan yang tinggi terutama untuk produk-produk yang bermanfaat bagi pencegahan penularan virus corona.

Kemudian, sektor IKFT juga memberikan kontribusi yang tinggi bagi ekonomi nasional. Dari sisi ekspor, nilai pengapalan produk IKFT mencapai 14,59 miliar US dollar sepanjang triwulan II 2020.

Selain itu, nilai realisasi investasi sektor IKFT mencapai 32,39 triliun pada triwulan II 2020, yang terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp20,06 triliun dan untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) sekitar Rp12,33 triliun.

Nilai investasi tersebut memberikan dampak yang baik bagi ekonomi nasional, seperti penyerapan tenaga kerja di sektor IKFT yang mencapai angka 6,96 juta orang. 

Referensi: Ekonomi.bisnis.com

Image by SilvanaGodoy from Pixabay

Semua Artikel
Blog 02 Juni 2020
Cara Menghubungkan Slack dengan Kintone

Seiring dengan tuntutan zaman, dua jenis aplikasi yang bisa diintegrasikan satu sama lain tentu saja…

Blog 02 Juni 2020
Fungsi Terbaik Kintone untuk Meningkatkan Produktivitas

Jika perusahaan Anda berinvestasi pada sistem yang rumit, kurang praktis, dan menyedot biaya besar, ini…

Blog 30 Mei 2020
Aplikasi Video Call Terbaik untuk Rapat Online

Video call menjadi aplikasi andalan untuk tetap menjalin komunikasi tatap muka selama pandemi COVID-19. Anda…

Blog 26 Mei 2020
Apa Definisi Transformasi Digital?

Transformasi digital diyakini bakal menjadi “senjata” utama pada Revolusi Industri 4.0 kelak. Anda pun pasti…

News 20 Mei 2020
AQI Berlakukan WFH sampai 19 Juni 2020

Sebagai langkah antisipasi penyebaran COVID-19, AsiaQuest Indonesia (AQI) berlakukan WFH (Work from Home) sejak 18…

News 20 Mei 2020
AsiaQuest Indonesia Menjadi Partner Strategis bagi Development Center PT. Dipo…

■ Memperkuat sistem pengembangan  IT untuk penerapan teknologi canggih seperti AI dalam pasar kredit mobil…

News 20 Mei 2020
[Idol x IoT] Perilisan Aplikasi Handshake JKT48 “Handshake Foto2 Reli”…

Menggunakan fungsi tipe penerima smartphone dari platform “beaconnect plus”  AsiaQuest Co., Ltd. yang selanjutnya disebut…

News 20 Mei 2020
(Idol x IoT) Kolaborasi IoT di Event Handshake Idol Group…

AsiaQuest Co.,Ltd. dan selanjutnya disebut AsiaQuest (lokasi kantor pusat: Iidabashi, Chiyoda-ku, Tokyo, yang dipimpin oleh…

News 20 Mei 2020
AsiaQuest Japan Disertifikasi Sebagai AWS Advanced Consulting Partner

AsiaQuest CO.,Ltd. (selanjutnya akan disebut dengan AsiaQuest) disertifikasi sebagai AWS Advanced Consulting Partner oleh Amazon…

Tags
Load More

Event
Calendar

Peristiwa Lain

Mar
12
2020

Kintone Seminar, 12 Maret 2020

Pemanfaatan IT Untuk Efesiensi Kerja

Integrasi dan Pembuatan Aplikasi tanpa coding Kintone + DataSpider

Tanggal dan waktu : Kamis, 12 Maret 2020 13:30-16:00 (13:00 resepsionis dibuka)

Session 1 
Berbagi informasi, efisiensi dan visualisasi kerja dengan kintone!

Presenter: Edy Susanto (PT. AQ Business Consulting Indonesia)

Session 2 
Workshop Efisiensi Kerja kintone

Presenter: Yosafat Rissy (PT. AQ Business Consulting Indonesia)

Session 3 
Integrasi core system dengan menggunakan DataSpider

Presenter:Adityo Prabowo (PT. Synnex Metrodata Indonesia)

Apr
15
2020

Seminar WFH Lebih Mudah dan Efisien dengan Kintone

Dalam WFH banyak sekali kesulitan yang kita hadapi, seperti informasi yang tidak tersampaikan sepenuhnya, susah memonitor pekerjaan team atau mendapatkan laporan progress dari team, susah mendapat approval jarak jauh karena detil tidak bisa tersampaikan dengan jelas.

Untuk mengatasi masalah-masalah di atas, kami memperkenalkan sebuah cloud platform yang bernama kintone.

Dengan harga subscription yang sangat terjangkau, kintone dapat membuat applikasi work flow untuk approval, daily report, attendance, information sharing dan applikasi lainnya hanya dalam hitungan menit dan tanpa coding.

Tanggal dan waktu : Rabu, 15 April 2020 13:30 ~ 16:00 (URL di buka mulai jam 13:15~)

Biaya partisipasi : Gratis (diperlukan pendaftaran terlebih dahulu)

Webinar URL : URL webinar akan di kirimkan melalui email kepada orang yang telah mendaftar

Info selengkapnya klik disini : https://page.cybozu.co.jp/-/kintone-seminar-in-indonesian/

 

Back To Top