sharpnel_content
4 Alat Berteknologi AI untuk Mengawal New Normal

News 08 Jul 2020


4 Alat Berteknologi AI untuk Mengawal New Normal

Share

Pemerintah Indonesia sudah mengeluarkan segala macam jurus untuk menghalau penyebaran COVID-19. Walaupun pandemi COVID-19 belum juga berakhir, tetapi roda kehidupan tetap harus berputar. Oleh karenanya, pemerintah mencetuskan new normal sebagai senjata pamungkas yang dapat mengakomodasi dua kebutuhan. Kita tetap bisa beraktivitas secara normal selama pandemi, tetapi tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang ada.  

Sayangnya, adopsi kebijakan new normal ini bukan berarti bebas dari tantangan. Tantangan terbesar dari new normal adalah dari sisi pengawasannya. Pemerintah sudah menyiapkan sistem, bagaimana kalau masyarakat tetap ngeyel tak pakai masker? Kalau yang diawasi hanya satu atau dua orang tak masalah, bagaimana kalau puluhan, ratusan hingga ribuan orang? Berapa banyak petugas yang harus diterjunkan untuk mengawal penerapan new normal?

Empat Alat Berteknologi AI untuk Mengawal New Normal

Alat Berteknologi AI untuk Mengawal New Normal

Melihat betapa sulitnya proses pengawasan new normal, kami pun menawarkan solusi dengan pendekatan IT. Kami menggandeng platform AI Nodeflux dalam menyiapkan empat alat berteknologi AI untuk mengawasi new normal secara efektif dan praktis. Tak hanya efektif dan praktis, proses pengawasan new normal pun bisa lebih hemat SDM. Satu orang petugas, sanggup mengawasi ratusan orang sekaligus dengan memakai produk dari kami!

Selanjutnya, kami akan memaparkan apa saja produk kolaborasi kami dengan Nodeflux yang cocok diadopsi selama pelaksanaan new normal. Keempat alat ini, meliputi Public Mobility Monitoring, Public Health Monitoring, Face Mask Detection Alert, dan Social Distancing Monitoring. 

Public Mobility Monitoring: Jika Terlalu Padat, Bisa Dilakukan Penertiban 

Public Mobility Monitoring

Anda bisa memantau mobilitas manusia dan kendaraan dari balik layar dengan Public Mobility Monitoring. Keunggulan dari produk ini adalah Anda dapat memantau mobilitas dengan jangkauan yang luas dan prosesnya lebih cepat dari cara konvensional. 

Pemantauan akan dilakukan melalui IP Public CCTV dan datanya akan diolah oleh AI secara otomatis di Server Penyimpanan Virtual (Cloud). Hasil analisis berupa grafik dengan skala intensitas warna. Anda pun bisa mengetahui rata-rata kepadatan orang dan kendaraan dalam hitungan menit.   

Lalu, apakah manfaat yang kita dapatkan dengan mengetahui informasi kepadatan ini? Pertama, Anda bisa menyiapkan petugas untuk memantau aktivitas masyarakat sesuai dengan kepadatan wilayahnya. Kedua, jika suatu wilayah terlalu padat, bisa dilakukan penertiban. Dengan produk ini, pelaksanaan new normal dapat dipantau secara maksimal. 

Face Mask Detection Alert: Mendeteksi Orang Tanpa Masker Lebih Cepat!

Meskipun pemakaian masker sudah masuk dalam protokol kesehatan selama pandemi, bukan berarti semua orang selalu memakai masker saat beraktivitas. Jika ada masyarakat yang ngeyel tak memakai masker, kemungkinan transmisi virus sangatlah besar. Demi menurunkan kurva infeksi virus di masyarakat, kami menawarkan Face Mask Detection Alert. 

Alat ini memiliki fungsi mendeteksi orang yang tidak memakai masker secara otomatis dengan teknologi AI. Cara kerja Face Mask Detection Alert sebagai berikut ini.

  1. Sistem akan mendeteksi keberadaan obyek (wajah).
  2. Sistem akan mendeteksi keberadaan masker di obyek.
  3. Jika sistem tidak mendeteksi adanya masker, notifikasi akan dikirimkan. 

Lalu, apa bedanya alat ini dengan mengawasi secara langsung? Dengan alat ini, proses pengawasan bisa dilakukan dari balik komputer sehingga kemungkinan petugas tertular virus sangat rendah. 

Jika terdapat orang yang tak memakai masker, petugas dapat bergerak lebih cepat sehingga risiko transmisi antar masyarakat juga rendah. Misalnya, dengan memisahkan orang tersebut dari kerumunan, tidak diperbolehkan naik kendaraan umum, memberi mereka masker, dan lain sebagainya. Nantinya, alat ini bisa dipasang di lokasi strategis, seperti LRT, MRT, bandara, terminal, stasiun, dan lainnya. 

Social Distancing Monitoring: Tak Menjaga Jarak Aman, Sistem akan Mengirim Notifikasi 

Cara terbaik untuk terus beraktivitas selama pandemi COVID-19 adalah menerapkan social distancing. Menghindari kerumunan di ruang publik seperti pasar dan terminal adalah keputusan yang tepat. Untuk mengawasi penerapan social distancing, silakan memanfaatkan Social Distancing Monitoring. 

Alat ini akan mengawasi pergerakan manusia dan menampilkan warna merah dan hijau sebagai indikator jarak. Warna merah menunjukkan bahwa jarak antar manusia berada di bawah satu meter. Jika orang yang diawasi berada di jarak aman, obyek akan berwarna hijau. Dengan demikian, pelaksanaan social distancing dapat berjalan sesuai protokol. 

Menariknya, alat ini bisa diimplementasikan di banyak tempat. Tak hanya di pasar atau terminal, bisa juga dipasang di perkantoran, rumah sakit, institusi pendidikan, atau di mana pun sesuai kebutuhan Anda. 

Public Health Monitoring: Mampu Mengukur Temperatur Banyak Orang dalam Satu Waktu 

Tak bisa dimungkiri, tantangan terbesar pemerintah selama pandemi COVID-19 adalah memonitor kesehatan penduduk. Tempat publik, seperti mall, pasar, terminal, stasiun dan lainnya menjadi kawasan rawan penyebaran virus. Dengan demikian, pemerintah harus mencari solusi untuk dapat menekan risiko penyebaran virus seminimal mungkin di ruang publik. 

Tak tanggung-tanggung, manusia yang perlu dipantau pun jumlahnya jutaan, lho. Jika kita mengandalkan kekuatan manusia, berapa banyak petugas yang harus diterjunkan untuk pengawasan? Tak perlu menyiapkan banyak SDM, Anda dapat mengandalkan teknologi AI yang sanggup mengawasi banyak orang dalam satu waktu. 

Kami menawarkan sebuah solusi bernama Public Health Monitoring. Produk ini merupakan kombinasi antara Intelligent Body Temperature Screening dan Facial Recognition Enabled Camera. 

Inilah cara kerja dari Public Health Monitoring.

  1. Sistem akan mendeteksi keberadaan manusia.
  2. Mengukur temperatur dengan tingkat keakuratan kurang lebih 0,3 derajat celcius.  
  3. Jika terdapat orang dengan suhu tinggi, sistem akan mengirimkan alarm peringatan (warning alert). 

Dengan demikian, proses pengawasan ini sangat cepat dan tidak memerlukan SDM yang banyak. Risiko virus menular ke petugas pun rendah sehingga sangat aman untuk digunakan untuk mengawasi new normal. Anda tak perlu mengecek suhu masyarakat satu per satu saat mereka memasuki ruang publik. Jika terdapat orang yang sedang demam, pasti  akan terdeteksi dengan cepat oleh sistem. 

Ini dia empat alat berteknologi AI yang ditawarkan oleh perusahaan kami untuk mengawal new normal. Tak sebatas pada pemakaian di ruang publik, kami bisa menyesuaikan implementasi alat ini sesuai dengan kebutuhan Anda. Misalnya, untuk pemasangan di institusi pendidikan, perkantoran, dan lainnya.  Dengan memakai teknologi AI, kita bisa memulai gaya hidup new normal dengan hati yang tenang. 

Browse blog by tag

Back To Top