sharpnel_content
Machine Translation, Akankah Menggantikan Human Translation?

News 18 Mar 2022


Machine Translation, Akankah Menggantikan Human Translation?

Share

Topik-topik yang berkaitan dengan dunia kecerdasan buatan (artificial intelligence) memang selalu menarik untuk dibahas. Tak hanya membahas teknologinya saja, tapi juga seputar disrupsi yang menyertai kedatangan teknologi ini dan perkembangannya di masa depan.

Salah satu yang menarik untuk dibahas adalah mengenai machine translation. Sebagai pengguna internet, tentu kita semua sudah sangat familiar dengan machine translation milik Google, yaitu Google Translate. Kami yakin, Google Translate saat ini masih menjadi Andalan sebagian besar penduduk global.

Google Translate Dulu

Google Translate 10 tahun lalu belum secanggih sekarang. Dulu, orang menerjemahkan dengan memasukkan kalimat ke kotak bahasa asal, lalu klik translate/terjemahkan dan kemudian mesin akan mencocokkan kata yang akan di-translate ke dalam database mereka.

Pekerjaan semacam mencocokkan data ini membuat Google Translate di masa lampau masih sangat kacau, tapi ini masih lumayan daripada membuka kamus secara manual, ya kan?

Google Translate Sekarang

Sekarang ini, Google Translate jauh lebih canggih lagi dengan kemampuannya mengenali frasa-frasa. Mungkin sulit dijelaskan dalam sebuah tulisan tapi intinya, Google Translate sudah sangat canggih. Jika ada pilihan untuk menerjemahkan dalam jumlah banyak dan dalam waktu sesingkat-singkatnya, maka orang akan menjatuhkan pilihan ke Google Translate.

Kualitas terjemahan Google Translate mungkin masih tak seluwes kalau menggunakan human translation, tapi kembali lagi ke keuntungan yang ditawarkan Gogole Translate, yaitu kecepatan dan jumlah dokumen yang bisa diterjemahkan cukup besar dalam waktu singkat.

Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) pada Google Translate

Kecanggihan Google Translate sekarang ini tak lepas dari adanya kecerdasan buat yang mendukungnya. Apa saja cabang dari kecerdasan buatan yang berkaitan dengan bahasa? Google Translate sekarang ini bergantung pada cabang ilmu kecerdasan buatan terutama adalah Neural Machine Translation (NMT).

Neural Machine Translation (NMT) mempelajari bagaimana manusia berbicara dan kemudian menggunakan logikanya sendiri untuk menentukan terjemahan yang benar dari sebuah kata atau frasa. Keren banget, kan!

Secara garis besar, Machine Translation maupun Human Translation punya manfaat spesifik. Google Translate yang mewakili Machine Translation, bisa memberi keuntungan dari segi kecepatan, penghematan biaya, serta bisa menangani sejumlah besar translasi dokumen dalam waktu cepat.

Di sisi lain, kalau Anda membutuhkan penanganan ekstra untuk konten translasi Anda, artinya Anda membutuhkan translasi yang mencerminkan brand Anda, maka human translator adalah pilihan terbaik.

Human translator akan bekerja keras untuk menangkap makna asli dan menerjemahkan ke bahasa target sesuai dengan makna asli yang ingin dicapai. Untuk keahliannya ini, biaya menggunakan jasa human translator akan lebih mahal daripada machine translation.

Dalam hal ini, menggunakan machine translation sah-sah saja. Gunakan machine translation ketika konten yang ingin diterjemahkan tidak terlalu membutuhkan kerja kreatif, misalnya konten guidelines atau arahan.

Kemudian, gunakan human translation ketika konten yang ingin diterjemahkan adalah konten yang butuh kerja kreatif seperti artikel, wawancara, subtitle, jargon produk, pesan direktur, dsb.

Human translation jelas membutuhkan waktu yang lebih banyak daripada Google Translate. Di sisi lain, masih ada banyak gap yang harus dikejar oleh Google Translate jika ingin sepenuhnya menggantikan human translation.

Referensi: www.smartling.com
Education photo created by rawpixel.com – www.freepik.com

Browse blog by tag

Back To Top