sharpnel_content
Terinspirasi Star Wars, Kulit Elektrik Dikembangkan di Singapura

News 15 Okt 2020


Terinspirasi Star Wars, Kulit Elektrik Dikembangkan di Singapura

Share

Para peneliti dari University of Singapore berhasil menciptakan kulit elektrik yang disebut dengan Asynchronous Coded Electronic Skin atau ACES. Keberhasilan proyek ini merupakan sebuah angin segar bagi dunia medis. Pasalnya, kulit elektrik ini memiliki kemampuan indera peraba yang dapat merasakan sentuhan laiknya manusia.  

Secara garis besar, ACES mampu membaca huruf Braille dengan tingkat akurasi mencapai 90%. Selain itu, kulit elektrik ini juga mampu mengenali 20 hingga 30 tekstur objek. Hal ini mungkin terjadi karena ACES memiliki 100 sensor kecil laiknya saraf manusia. 

Dibandingkan saraf manusia, sensor ini memiliki proses yang lebih cepat. Setiap kali menyentuh suatu objek, ACES dapat langsung mengenali teksturnya. ACES juga memakai algoritma AI yang dapat bekerja sangat cepat. 

 

Ide Kulit Elektrik Berasal dari Scene “Star Wars”

Saat ditanya dari mana ide ini berasal, para peneliti ini mengungkapkan idenya berasal dari salah satu sceneStar Wars“. Scene yang dimaksud adalah saat Luke Skywalker kehilangan tangan dan menggantinya dengan tangan robot. 

Pada masa mendatang, kulit elektrik ini dapat membantu orang dengan kaki palsu untuk merasakan sentuhan dari suatu objek. Tak hanya sentuhan saja, kaki tersebut mampu mendeteksi objek, merasakan sakit, dan suhu sekitar. 

Sampai saat ini, kulit elektrik ini masih dalam proses penyempurnaan. Selain kulit elektrik, peneliti ini juga mengajukan paten untuk teknologi lain. Salah satunya adalah paten kulit transparan yang dapat memperbaiki dirinya sendiri. 

 

 

 

Sumber: uk.reuters.com

Photo by Jose Martinez on Unsplash

 

Browse blog by tag

Back To Top