sharpnel_content
Kenapa Software dan Hardware harus Di-upgrade?

News 29 Des 2020


Kenapa Software dan Hardware harus Di-upgrade?

Share

Sebagian besar dari kita mungkin menggunakan perangkat keras dengan usia yang lebih dari 5 tahun. Jangka waktu tersebut dirasa yang paling ideal bagi umur sebuah perangkat keras (hardware) seperti laptop, komputer PC, dsb.

Bagi pengguna OS Windows, Anda mungkin sebal dengan seringnya sistem meminta Anda melakukan pembaruan (update) OS. Meski merepotkan karena biasanya memakan waktu lama, Anda tetap harus melakukan pembaruan karena ini bagian dari dukungan mereka terhadap pelanggan. Pembaruan ini bermanfaat untuk memperbarui sistem, memperbaiki eror, atau menghindari virus/malware terbaru.

Lalu adakah alasan mengapa kita harus meng-upgrade software dan hardware? Berikut kami rangkum alasan mengapa software dan hardware harus selalu di-upgrade.

Dukungan dari Vendor/Manufakturer Berhenti

Nah, tak hanya perangkat lunak saja, perangkat keras seperti chip maupun sparepart juga biasanya masih didukung oleh vendor. Sehingga, manakala perangkat Anda rusak, ketika dibawa ke pusat servis masih bisa diperbaiki karena tersedia sparepart yang masih diproduksi.

Lain kalau perangkat lama dimana vendor sudah menghentikan dukungannya, maka biasanya produksi sparepart juga berhenti, dan layanan pemutakhiran perangkat lunaknya juga berhenti. Sehingga, ketika ada kerusakan atau perangkat menjadi lambat, mudah panas, dan semacamnya, maka pusat servis tidak akan bisa memperbaikinya karena vendor sudah tidak memproduksi sparepart.

Rentan Terhadap Masalah Keamanan

Masalah dukungan ini tak hanya berkaitan dengan performa si perangkat, tapi juga berkaitan dengan keamanan. Perangkat lunak rentan terhadap masalah keamanan seperti virus dan malware sehingga vendor selalu memperbarui perangkat lunak mereka agar lebih tahan terhadap virus dan malware.

Rentan Terhadap Masalah Kelistrikan

Perangkat keras yang sudah usang menggunakan parts yang juga lama. Seiring berjalannya waktu kondisinya tentu menurun sehingga rentan menimbulkan masalah teknis, sepert masalah kelistrikan, catu daya, harddisk eror, dsb.

Durasi Down-time yang Meningkat

Bila terjadi down-time karena suatu masalah, ada kemungkinan durasi down-time akan lebih lama pada perangkat yang sudah berumur lama. Proses recovery menjadi lama karena HW/SW tidak dapat ditemukan atau tidak tersedia untuk diunduh (media aslinya mungkin hilang).

Akibat lain dari durasi down-time yang lama adalah hilangnya reputasi perusahaan. Selain itu ada kemungkinan data-data yang hilang tidak dapat dipulihkan.

Menghambat Transformasi Digital

Perangkat yang tidak diperbarui spesifikasinya bisa menghambat proses transformasi digital. Penyebabnya adalah karena mereka tidak mampu menjalankan layanan cloud tertentu, misalnya Windows 2003 tidak akan mampu bicara dengan Azure AD.

Selain itu, kemungkinan besar Anda tidak akan bisa menjalankan perangkat lunak yang dibutuhkan dengan alasan tidak kompatibel dengan perangkat keras yang usang. 

Selain masalah di atas, perangkat keras dan lunak yang tidak diupgrade juga menimbulkan masalah lain seperti menyulitkan proses upgrade di masa depan, performa dan keandalan perangkat keras cenderung rendah, tidak tersedia dukungan ketika troubleshooting, dsb.

Kemudian, Anda mungkin harus menyelamatkan staf Anda dari frustasi karena minimnya dukungan untuk produktivitas kerja mereka.

Referensi:

business2community.com

Browse blog by tag

Back To Top