sharpnel_content
Industri IT yang Raup Untung saat Pandemi COVID-19

News 21 Jul 2020


Industri IT yang Raup Untung saat Pandemi COVID-19

Share

Gang Ye adalah contoh segelintir orang yang dapat mencicipi manisnya madu di tengah pandemi COVID-19. Saat banyak perusahaan tekor karena perekonomian yang lesu, Gang Ye berhasil mengukuhkan dirinya sebagai miliarder baru di Singapura. Berkat game “Free Fire” yang makin diminati selama pandemi, ia berhasil mengumpulkan kekayaan mencapai Rp14 triliun! Bisnis game pun menjadi salah satu industri IT yang raup untung saat pandemi COVID-19. 

Kisah kesuksesan Gang Ye ini menjadi sebuah bukti bahwa pandemi tak hanya menyebabkan kisah pilu bagi karyawan-karyawannya. Namun, ada juga industri IT yang ketiban untung dan melesat ke posisi atas selama pandemi COVID-19. Mulai dari bisnis game sampai e-commerce, inilah industri IT yang raup untung di tengah pandemi COVID-19.  

Layanan Streaming Jadi Solusi Pembunuh Jenuh 

Layanan streaming mulai dari yang gratis sampai berbayar berhasil meraup banyak pelanggan selama pandemi. Untuk membunuh rasa jenuh, masyarakat yang sedang melakukan physical distancing memilih layanan streaming untuk mengisi waktu di rumah. Anda bisa mendengarkan musik di Spotify, nonton drama dan film original di Netflix, sampai nonton web series di YouTube! 

Makanya, layanan streaming menjadi bisnis menjanjikan selama pandemi karena tidak membutuhkan kontak jarak dekat dan bisa diakses di mana saja. Fakta mencengangkan, pengguna Netflix secara global tumbuh 15,8 juta selama pandemi COVID-19, lho! 

Anda yang tertarik dengan bisnis ini, bisa dimulai dari menekuni channel YouTube. Misalnya, dengan membuat konten-konten berbobot yang laik ditonton selama pandemi. Bisa berupa tutorial memasak, make up, daily life, sampai memproduksi web series yang kian diminati di Indonesia. 

Food Delivery yang Contactless

Pandemi COVID-19 juga memberi dampak positif pada bisnis food delivery. Layanan food delivery dari Go Food dan Grabfood pun turut meraup untung. Masyarakat begitu enggan untuk ke luar rumah sehingga memilih food delivery yang bisa menekan risiko bertemu dengan orang lain. 

Grab dan Gojek pun melihat peluang bisnis ini dengan sigap! Sejak awal merebaknya COVID-19, mereka sudah menerapkan sistem delivery yang contactless! Dengan begitu,  konsumen menjadi lebih tenang saat memanfaatkan layanan ini. Pesanan pun bisa dicantol di gerbang atau handel pintu dan ditaruh di tempat tertentu tanpa harus menemui sang driver

Bisnis E-commerce yang Kian Meroket 

Dengan adanya perubahan customer behaviour dari offline ke online selama pandemi, e-commerce pun mendapatkan rejeki nomplok! E-commerce di Indonesia mengalami peningkatan profit selama pandemi karena masyarakat lebih menyukai model belanja yang contactless. Anda dapat memenuhi kebutuhan harian tanpa harus meninggalkan rumah. Cukup membeli di e-commerce dan barang akan dikirim langsung sampai ke depan pintu rumah! 

Tak hanya itu, e-commerce pun memiliki sistem marketing yang tepat sasaran. Mereka menghadirkan berbagai penawaran menarik untuk memanjakan konsumen, seperti free delivery, promo, flash sale, sampai diskon besar-besaran untuk kebutuhan new normal. E-commerce memang yang paling jago dalam urusan mengambil keuntungan di dalam kesempitan. 

Salah satu e-commerce yang mendapat imbas positif COVID-19 adalah Shopee. Transaksi belanja konsumen di Shopee meningkat hingga 25 kali lipat selama Big Ramadhan Sale.  Dan menariknya lagi, si miliarder Gang Ye memiliki saham sebesar 10% di perusahaan induk Shopee yaitu Sea Group. Secara tidak langsung, Gang Ye pun mendapatkan keuntungan ganda dari dua jenis bidang bisnis yang digelutinya! 

Remote Working Bikin Bisnis Cloud Meningkat 26%-31%!

Adopsi transformasi digital pada bisnis berjalan lebih cepat karena pandemi COVID-19. Bisnis yang awalnya beroperasi di kantor, kini berpindah dari rumah ke rumah. Penerapan remote working pun menuntut suatu perusahaan untuk mengadopsi teknologi cloud. Dengan memakai cloud, perusahaan dapat melakukan migrasi workload ke cloud. Nantinya, karyawan dapat mengakses semua data secara terpusat di cloud hanya dengan melakukan login

Anda pun tak perlu berurusan dengan data tak bisa dikirim karena ukurannya terlalu besar dan masalah teknis lainnya. Cloud dapat membuat bisnis Anda  berjalan lebih efisien dan produktif meski karyawan tak bisa bertatap muka satu sama lain. 

Sebuah survei dari “Flexera 2020 State of the Cloud Report menyebutkan bahwa penggunaan cloud meningkat 26-31% di dunia selama pandemi. Hal ini menandakan bahwa perusahaan sudah mantap beralih ke model bisnis digital selama pandemi. Sementara itu, platform yang paling banyak diminati yaitu, AWS (76%), Azure (69%), Google Cloud (34%), dan lainnya. Dengan cloud, bisnis tetap berjalan dengan baik tak peduli di mana pun karyawan bekerja. Untuk info selengkapnya tentang cloud, silakan baca “5 Keunggulan Cloud Computing”. 

Ini dia empat industri IT yang berhasil meraup untung selama pandemi COVID-19. Tak hanya dampak negatif, pandemi COVID-19 pun memberi dampak positif. Semoga pandemi COVID-19 segera berakhir dan semua bidang bisnis dapat beroperasi secara normal. Dengan begitu, perusahaan yang sempat mati suri karena pandemi dapat bangkit kembali. 

 

Referensi: Wartaekonomi.co.id

 

Browse blog by tag

Back To Top