sharpnel_content
Imbas COVID-19, Gojek Tutup GoLife dan PHK Karyawan

News 16 Jul 2020


Imbas COVID-19, Gojek Tutup GoLife dan PHK Karyawan

Share

Lagi-lagi, pandemi COVID-19 memakan korban. Kali ini, Gojek tutup GoLife gara-gara efek domino dari pandemi COVID-19. Keputusan ini pun berimbas pada nasib 430 karyawan Gojek yang terpaksa harus di-PHK. Dikutip dari Detik.com, Co-CEO Gojek, Kevin Aluwi, mengucapkan permohonan maaf atas penutupan GoLife. Selain itu, Kevin juga mengucapkan terima kasih kepada semua karyawan yang meninggalkan Gojek atas kontribusi mereka selama ini.  

Apakah Alasan Gojek Tutup GoLife? 

GoLife merupakan layanan dari Gojek yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup, seperti GoMassage (jasa pijat) dan GoClean (jasa bersih-bersih). Sebelum pandemi, kedua jasa ini menjadi layanan primadona karena dapat membantu orang perkotaan yang sibuk untuk menemukan jasa bersih-bersih rumah dan jasa pijat yang aman. 

Kondisi ini berbalik 360 derajat sejak adanya COVID-19. Pasalnya, kedua jenis layanan ini membutuhkan kontak jarak dekat dengan konsumen. Hal ini tentu saja bertolak belakang dengan anjuran pemerintah yang menyarankan penerapan physical distancing

Hal ini diikuti dengan tren masyarakat yang lebih memilih layanan contactless untuk menekan risiko penularan virus. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sehingga kebutuhan akan jasa bersih-bersih pun menurun. Karena hal ini, GoLife pun terus menerus kehilangan konsumen sejak adanya pandemi COVID-19. 

Hingga akhirnya, perusahaan melakukan evaluasi dan memutuskan untuk menutup layanan GoLife. Anda yang sudah terlanjur langganan dengan layanan GoLife, masih dapat memanfaatkan layanan ini hingga 27 Juli 2020 nanti. Tak hanya GoLife, Gojek juga terpaksa menutup layanan GoFoodFestival karena juga membutuhkan kontak jarak dekat. Mengingat layanan ini dapat memicu kerumunan, dengan berat hati GoFoodFestival pun ditutup. 

Apa yang Bisa Kita Lakukan untuk Memulihkan Kondisi Perekonomian yang Lesu?

Kasus penutupan bisnis karena imbas pandemi COVID-19 selalu menyisakan kisah sedih tentang nasib karyawannya. Ini bukanlah kali pertama sebuah perusahaan harus melakukan perampingan karyawan agar dapat bertahan selama pandemi COVID-19. Lalu, langkah apa sajakah yang dapat kita lakukan agar perekonomian Indonesia membaik? 

Tak muluk-muluk, Anda hanya cukup menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga dengan mematuhi protokol kesehatan selama new normal. Dengan harapan, kurva penyebaran COVID-19 dapat melandai dan pandemi segera berakhir. 

Kita juga harus tetap produktif dan menjalankan rutinitas seperti biasa selama pandemi COVID-19. Dengan demikian, roda-roda perekonomian akan tetap berputar dan memberikan kehidupan bagi seluruh lapisan masyarakat. Mungkin, inilah cara paling sederhana yang dapat kita lakukan untuk membantu agar perekonomian Indonesia segera pulih. 

Browse blog by tag

Back To Top