sharpnel_content
Fakta Menarik Teknologi Perekam Mimpi dari Jepang

News 08 Nov 2021


Fakta Menarik Teknologi Perekam Mimpi dari Jepang

Share

Jepang memang surganya pecinta teknologi. Anda mungkin akan dibuat terkagum-kagum saat menemukan teknologi yang tidak pernah terpikirkan atau terbayangkan sebelumnya di Jepang. Salah satu contoh teknologi mencengangkan yang pernah dibuat adalah teknologi perekam mimpi dari Jepang.

Bayangkan bagaimana kalau mimpi yang Anda alami setiap harinya dan tak pernah diingat ketika terbangun, kini mimpi tersebut dapat direkam dan diputar ulang layaknya sebuah film! Ide ini mungkin terdengar sedikit gila, tetapi faktanya dapat direalisasikan di dunia nyata. Lantas, bagaimanakah teknologi perekam mimpi dari Jepang tersebut bekerja?

Teknologi Perekam Mimpi Pakai Mesin MRI

Memanfaatkan mesin MRI atau Magnetic Resonance Imaging, para peneliti di Jepang mampu mengubahnya menjadi alat untuk merekam mimpi. MRI biasa digunakan di dunia kedokteran untuk pemeriksaan organ tubuh secara menyeluruh menggunakan teknologi magnet dan gelombang radio.

MRI di dunia kedokteran digunakan untuk memeriksa penyakit, seperti kanker, stroke, kerusakan pembuluh darah pada otak, tumor, cedera saraf tulang belakang, kelainan pada mata atau telinga bagian dalam, multiple sclerosis, serta mendeteksi adanya cedera kepala.

Mesin MRI yang telah dimodifikasi ini digunakan untuk merekam dan merekonstruksi mimpi. Ketika terbangun, Anda pun berkesempatan untuk memutar ulang mimpi dan menonton visualisasinya di layar. Teknologi perekam mimpi ini adalah jawaban untuk Anda yang sering melupakan isi mimpi atau ingin melihat putaran ulang mimpi tersebut.

Bagaimana Teknologi Perekam Mimpi Bekerja?

Bagaimana cara teknologi ini merekam mimpi yang ada di otak manusia, lalu merekonstruksi dan memvisualisasi kembali dalam bentuk gambar? Usut punya usut, rekonstruksi mimpi ini dilakukan dengan mengintegrasikan kumpulan data ke bentuk algoritma.

Apakah data yang dimaksud di sini? Dari mana data ini didapatkan?

Para peneliti akan meminta objek penelitian untuk tidur di dalam mesin MRI hingga 200 kali. Setelah tertidur, peneliti akan menggunakan mesin EEG untuk mencari tahu kapan objek memasuki fase bermimpi. Setelah itu, peneliti juga akan menanyakan detail mimpi orang tersebut.

Berdasarkan kedua data ini, peneliti pun menemukan fakta bahwa beberapa tipe objek yang muncul di mimpi seseorang ternyata memiliki hubungan dengan pola otak yang telah direkam mesin MRI.

Tipe objek ini pun dijadikan sebagai rujukan untuk mencari visualisasi objek yang serupa dengan menggunakan internet search engine. Data yang ditemukan oleh internet search engine pun akan diolah oleh algoritma lebih jauh lagi sehingga hasilnya akurat.

Teknologi ini memang belum sempurna seratus persen. Akan tetapi, kita harus tetap optimis bahwa teknologi tersebut akan semakin baik lagi ke depannya, dan bahwa teknologi yang ada sekarang ini adalah sebuah awal yang baik untuk kemajuan teknologi perekam mimpi di masa depan.

Selain informasi tentang teknologi perekam mimpi, baca juga berita teknologi Jepang lainnya, seperti Robot Pramusaji Jepang dan T-Model Robot Penjaga Toko di Jepang.

 

Referensi: Sundayobserver.lk
Photo by Egor Vikhrev on Unsplash

Browse blog by tag

Back To Top