sharpnel_content
Fakta Menarik Miyavi Project 3.0

News 16 Okt 2020


Fakta Menarik Miyavi Project 3.0

Share

Rock star asal Jepang, Miyavi, menawarkan cara kreatif untuk menikmati musik di tengah-tengah pandemi. Miyavi menggelar Miyavi Project 3.0 untuk menjawab kerinduan penggemarnya. Namun, ada yang sedikit berbeda dengan virtual live Miyavi ini. Miyavi menghadirkan sebuah pertunjukkan musik yang melibatkan teknologi dan seni digital. 

Melalui projek ini, Miyavi menggabungkan musik, seni digital, dan teknologi untuk menyempurnakan pertunjukkan virtualnya! Selain seni digital, Miyavi juga menambahkan clip rekaman drone dalam pertunjukannya. Apakah Anda sudah bisa membayangkan betapa kerennya virtual live Miyavi ini? 

Kombinasi tak biasa ini pun menghasilkan pertunjukan musik yang mewah dan spektakuler. Berkat Miyavi Project 3.0, penggemar dapat menonton pertunjukan musik secara online laiknya bertatap muka langsung! 

 

Latar Belakang Miyavi Project 3.0 

Musisi yang lahir di Osaka ini memang ingin memperkenalkan cara baru dalam menikmati musik. Selama pandemi COVID-19, menggelar konser tatap muka tentu mustahil untuk dilakukan. Terlebih lagi, rencananya untuk merekam Music Video (MV) gagal terwujud karena kondisi Amerika Serikat pascapandemi belum juga membaik.

Kondisi ini pun membuat Miyavi memutar otak untuk tetap bisa berkarya. Hingga akhirnya, Miyavi memilih teknologi sebagai media untuk bertemu kembali dengan penggemarnya. Oleh karena itu, Miyavi memutuskan untuk memproduksi lebih banyak konten virtual. Berawal dari sinilah, Miyavi Project 3.0 tercipta. Miyavi hanya membutuhkan tim dengan sedikit anggota untuk menyelesaikan projek ini. 

 

Proses Produksi Miyavi Project 3.0 

Kerennya lagi, projek ini berjalan sukses tanpa harus bertatap muka, lho. Miyavi melakukan pengambilan gambar dengan menggunakan banyak kamera. Video ini lalu diolah menjadi gambar 3D frame by frame. Untuk memuluskan projek ini, beragam teknologi pun digunakan seperti Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR).  

Video yang sudah direkam di Jepang ini dikirim ke Amerika Serikat untuk diolah oleh tim. Sang sutradara, David Cihelna pun memberikan arahan secara online. Selama proses produksi, seluruh tim berkomunikasi melalui aplikasi Zoom. 

Dengan adanya Miyavi Project 3.0, banyak pelajaran yang dapat kita petik, lho. Dari projek ini, kita bisa melihat bahwa produksi konten dapat dilakukan secara online. Pada masa mendatang, cara ini bisa dijadikan pilihan karena lebih praktis dan hemat bujet!

 

Sumber: Theverge.com

Photo by May S. Young (ChairWomanMay), CC BY 2.0, Pranala

Browse blog by tag

Back To Top