sharpnel_content
Duduki Ranking 92, Kenapa Internet di Indonesia Lelet?

News 25 Sep 2020


Duduki Ranking 92, Kenapa Internet di Indonesia Lelet?

Share

Mengutip dari hasil penelitian WebsiteToolTester, Indonesia menempati rangking 92 dalam daftar negara dengan akses internet tercepat di dunia. Fakta ini tentu tidak lagi mengejutkan karena internet lelet sudah menjadi makanan sehari-hari masyarakat Indonesia. Jadi, kita sudah tidak akan kaget lagi dengan ranking Indonesia dalam penelitian ini. Selain pasrah dengan nasib, pernahkah Anda bertanya-tanya kenapa internet di Indonesia lelet? 

Jika benar-benar ingin tahu alasannya kita bisa merujuk pada jawaban Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia Johnny G Plate. Menurutnya, internet di Indonesia lelet disebabkan oleh beberapa alasan berikut ini. 

Segi Infrastruktur: Kondisi Geografis dan Infrastruktur yang Tak Merata 

Kondisi geografis Indonesia yang didominasi dengan pegunungan dan sungai disinyalir sebagai alasan kuat internet Indonesia lelet. Dengan kondisi geografis seperti ini, infrastruktur komunikasi akan sulit untuk dibangun. Oleh sebab itu, pemerintah pun sulit untuk membangun infrastruktur komunikasi secara merata di seluruh Indonesia.

Lalu, apa kaitan antara kondisi geografis dan internet lelet? Usut punya usut, masyarakat Indonesia memakai jaringan internet seluler atau mobile broadband. Jaringan tipe ini memanfaatkan spektrum frekuensi radio yang rentan akan gangguan. Makanya, jaringan ini mudah sekali hilang sinyal atau koneksi tak stabil. Terlebih lagi, saat Anda berada di tempat-tempat terpencil yang infrastrukturnya belum lengkap. 

Segi Konsumen: Jumlahnya Banyak, Tetapi Kemampuan Daya Beli Rendah 

Saat membanding-bandingkan paket data yang ditawarkan operator telekomunikasi, Anda akan tersadar bahwa tidak ada operator yang benar-benar menawarkan paket unlimited. Mengapa demikian? 

Operator telekomunikasi di Indonesia menghadapi tantangan besar untuk menyediakan jaringan internet dengan harga yang terjangkau. Masyarakat atau disebut sebagai konsumen memilih jaringan seluler karena harganya yang terjangkau. 

Untuk memenuhi kebutuhan pasar, operator pun berusaha menyediakan akses internet standar dengan harga yang bisa dijangkau masyarakat. Jika menawarkan paket yang lebih mahal tentu saja tidak sesuai dengan kemampuan daya beli masyarakat. 

Ada kalanya, operator menawarkan paket unlimited dengan harga murah, tetapi kecepatannya akan dikurangi setelah pemakaian Anda melebihi batas. Ujung-ujungnya, paket unlimited ini pun tak benar-benar tanpa batas, bukan? 

Sebenarnya, ada juga layanan jaringan serat optik dengan jaringan internet yang lebih stabil dan cepat yang bisa dipilih. Namun, paket ini kurang dilirik karena biayanya yang sedikit lebih mahal. Dengan tingginya pengguna internet di Indonesia yang mencapai 170 juta orang, apakah operator telekomunikasi ini sanggup memenuhi kebutuhan konsumen? 

Internet Lelet Bisa Mengganjal Kesuksesan Transformasi Digital di Indonesia

Jika rencana transformasi digital benar-benar akan direalisasi, masalah koneksi internet ini bisa menjadi batu ganjalan. Pasalnya, kondisi infrastruktur digital yang baik sangat dibutuhkan agar transformasi digital bisa berjalan dengan mulus. 

Indonesia harus berkaca pada Taiwan dan Singapura yang berinvestasi secara gila-gilaan untuk menyempurnakan infrastruktur digital. Dengan demikian, perusahaan berbasis digital di negaranya dapat berkembang dan memberikan sumbangsih yang luar biasa bagi perekonomian negara. 

 

Sumber : Kompas.com

 

Browse blog by tag

Back To Top