sharpnel_content
Belajar dari Kesuksesan Google dalam Mengembangkan AI

News 28 Okt 2020


Belajar dari Kesuksesan Google dalam Mengembangkan AI

Share

Dua perusahaan raksasa di dunia yaitu Apple dan Google berhasil meraih kesuksesan berkat AI atau Artificial Intelligence (AI) . Kedua perusahaan ini menggunakan AI untuk memenuhi tuntutan pengguna dan dunia yang dinamis. Apple menggunakannya untuk fitur Siri pada produk iPhone. Sementara itu, Alphabet Inc menggunakan AI untuk menyempurnakan sistem mesin pencarian (search engine) Google. 

Namun, kesuksesan Google ini tidak diraih dalam waktu instan, lho. Ada harga yang harus mereka bayar hingga bisa berdiri di posisi tinggi seperti sekarang ini. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mempelajari cara Google meraih sukses, terutama untuk Anda yang sedang berjuang untuk membangun startup digital. Apa saja pelajaran berharga yang bisa kita petik dari Google? Yuk, mari kita ulik selengkapnya di bawah ini. 

 

Sejak Awal, Google Sudah Berinvestasi pada AI 

Satu hal yang paling berharga dalam dunia digital adalah waktu. Pasalnya, suatu perusahaan dapat meraih sukses karena dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Sederhananya, perusahaan A bisa meraih sukses karena berhasil menawarkan inovasi teknologi lebih dulu atau lebih cepat dari perusahaan lain. 

Nah, kondisi inilah yang terjadi pada Google. Perusahaan ini sama sekali tidak membuang waktu dan fokus untuk melakukan penelitian AI sedari awal. Menurut catatan Cbinsights.com, Alphabet Inc sudah fokus pada AI sejak tahun 1998 dan awal tahun 2000-an, lho. Mereka melakukan investasi pada dua hal yaitu kekuatan computing dan penelitian AI. 

Coba bandingkan dengan beberapa perusahaan yang sampai saat ini masih ragu akan mengadopsi AI atau tidak. Perusahaan tersebut tentu sudah kalah start dengan Google ataupun perusahaan pengembang AI lainnya. Ketika perusahaan lain masih menunda-nunda pengadopsian transformasi digital, Google ini gerak cepat untuk mewujudkan ambisi mereka. 

Pada tahap awal, mereka fokus pada “Extracting patterns and relations from the world wide web (WWW)”. Namun, pada awal tahun 2000-an, mereka sudah fokus ke “searching the web by voice”. Puncaknya, Google membangun Alphabet Inc pada tahun 2015 sebagai perusahaan induk untuk bisnis AI. 

 

Melalui Alphabet Inc, Google Melebarkan Jaringan Bisnis AI

Tidak sebatas untuk search engine saja, Alphabet Inc melebarkan jaringan bisnisnya dengan membidik berbagai bidang. Ada beberapa bidang yang dibidik Alphabet Inc yaitu healthcare, pemerintahan, konduktor, consumer electronic, semikonduktor, dan auto. 

Dengan adanya ekspansi besar-besarnya, Google pun yang awalnya hanya terbatas pada bisnis search engine berubah menjadi penyedia AI bekapasitas global dengan nilai mencapai  800 miliar dollar! Melihat kesuksesan bisnis ini, James Somers dari The New York mengatakan bahwa sebenarnya, Google adalah perusahaan AI yang berkamuflase sebagai perusahaan search engine

Dengan kata lain, Google adalah perusahaan pengembang AI yang sangat sukses dan berhasil! Dan satu hal yang bisa kita pelajari dari keberhasilan Google adalah bagaimana mereka tidak takut berinovasi dan investasi pada teknologi baru. Dulunya, AI tidak cepat diterima oleh perusahaan. Namun, Google dengan berani melakukan penelitian sampai pengembangan hingga bisa sukses seperti sekarang. 

 

Sumber: 

  1. cbinsights.com

 Image by Gerd Altmann from Pixabay

Browse blog by tag

Back To Top