sharpnel_content
Bagaimana Cara Membedakan Foto Asli dan Editan?

News 12 Nov 2021


Bagaimana Cara Membedakan Foto Asli dan Editan?

Share

Software pengeditan foto dewasa ini semakin canggih berkat penggunaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan pembelajaran mesin (machine learning). Kecanggihan software pengeditan foto sekarang ini membuat sulit bagi mata manusia untuk membedakan mana foto asli dan mana foto editan.

Apalagi di era sosial media seperti sekarang ini, bertebaran filter-filter yang bisa membuat foto terlihat ciamik dalam sekali tap. Semakin hari, para pengguna sosial media ketagihan untuk memposting foto diri yang sudah dibubuhi filter.

Filter untuk mengubah tone warna kulit, membuat pipi terlihat tirus, membuat badan lebih langsing, wajah lebih bersih putih bebas noda, dan masih banyak lagi filter lain yang tersedia. Penggunaan filter dan software pengeditan foto sudah menjadi kebutuhan bagi setiap orang yang ingin eksis di sosial media.

Filter foto di sosial media dan software pengeditan foto secara instan seperti aplikasi memang membuat adiktif. Di sisi lain, filter dan software bisa mengasah kreatifitas si pengguna, tapi sisi buruknya adalah orang jadi kesulitan membedakan antara foto asli dan yang editan.

Semua orang yang aktif di sosial media, terutama yang berbasis foto dan video seperti Instagram, hampir pasti pernah menggunakan filter. Oleh karena sudah terbiasa, maka orang-orang menganggap foto tersebut hanya sebagai sebuah potret diri yang tidak terlalu akurat. Lama kelamaan timbul kesulitan untuk mengatakan mana foto asli dan yang sudah ditambahi filter dan editan.

Lalu Bagaimana Cara Membedakan Foto Asli dan Editan?

Cnnindonesia menyebutkan empat software yang bisa membantu Anda mendeteksi foto editan. Simak ulasannya berikut ini:

(1) FotoForensics

FotoForensics adalah software pendeteksi foto editan yang memanfaatkan algoritma canggih untuk memecahkan kode-kode yang menunjukkan adanya manipulasi gambar.

FotoForensics menggunakan Error Level Analysis (ELA) untuk mengidentifikasi area dalam gambar yang berada pada tingkat kompresi berbeda.

Pada gambar JPEG, keseluruhan bagian gambar harus memiliki ELA yang sama. Jika suatu bagian gambar berbeda pada tingkat kesalahan sangat berbeda, maka kemungkinan foto tersebut sudah dimodifikasi.

(2) JPEGsnoop

JPEGsnoop merupakan aplikasi pendeteksi foto editan yang bisa digunakan secara gratis. Aplikasi ini dibuat oleh Windows dan bisa digunakan untuk memeriksa file JPEG, MotionJPEG AVI, dan Photoshop.

JPEGsnoop juga bisa lho memeriksa sumber gambar untuk memastikan keasliannya. Informasi yang bisa diungkap JPEGsnoop dari sebuah foto antara lain: matriks tabel kuantisasi, subsampling kroma, perkiraan pengaturan kualitas JPEG, pengaturan resolusi JPEG, tabel Huffman, metadata EXIF, Makernotes, hitogram RGB, dsb.

(3) Ghiro

Ghiro merupakan perangkat lunak pendeteksi foto editan yang bersifat open source. Analisis forensik sebuah foto menggunakan Ghiro sepenuhnya dilakukan secara otomatis. Ghiro sering dipakai di laboratorium forensik untuk memeriksa dan menganalisis foto-foto.

(4) Forensically

Forensically merupakan pemeriksa forensik foto digital yang bisa digunakan secara gratis. Forensically bisa mendeteksi kloning foto, ELA, ekstraksi metadata, dan masih banyak lagi lainnya.

Referensi:

  1. www.kgun9.com
  2. www.cnnindonesia.com

Background photo created by benzoix – www.freepik.com

Browse blog by tag

Back To Top