sharpnel_content
AWS Resmi Buka Data Center di Indonesia, Apa Manfaatnya untuk RI?

News 26 Jan 2022


AWS Resmi Buka Data Center di Indonesia, Apa Manfaatnya untuk RI?

Share

Pertengahan bulan Desember 2021 adalah hari bersejarah untuk AWS. Pasalnya, raksasa teknologi di bawah Amazon, Inc ini diketahui telah meresmikan data center-nya di Indonesia.

AWS adalah singkatan dari Amazon Web Services, yang merupakan anak perusahaan Amazon, Inc yang bergerak sebagai penyedia layanan cloud.

Adapun data center yang baru dibuka di Jakarta tersebut adalah region kesepuluh AWS di kawasan Asia Pasifik, dan region kedua di Asia Tenggara setelah Singapura. Data center yang dinamai AWS Asia Pacific (Jakarta) Region ini memakan nilai investasi yang cukup fantastis yaitu total 5 miliar dollar AS (sekitar Rp 71 Triliun) untuk kurun waktu 15 tahun ke depan.

Nilai investasi tersebut dialokasikan untuk keperluan pembangunan data center, biaya operasional, biaya fasilitas, serta pembelian barang dan jasa dari pelaku bisnis regional.

AWS Asia Pacific (Jakarta) Region menghadirkan tiga Zona Ketersediaan (Availability Zones) atau lokasi dimana satu atau lebih data center AWS berada. Ini artinya di Jakarta ada 3 lokasi dimana data center ini terletak. Secara fisik, jarak antara data center yang satu dengan yang lain adalah 100km.

AWS tidak mengungkap ada berapa banyak data center yang dibangun di masing-masing Zona Ketersediaan. Data center ini tentu akan sangat membantu kelancaran bisnis pelanggan AWS.

Tercatat ada banyak perusahaan besar di RI yang menjadi pelanggan layanan cloud AWS seperti Kompas, Lion Air, MNC Group, Amartha, AnterAja, ASEAN Foundation, Bridestory, Commonwealth Bank, Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Sociolla, Tokopedia, Traveloka, XL Axiata, dan masih banyak lagi lainnya.

Apa Manfaat Data Center di Indonesia?

Data center berfungsi sebagai penyimpan, pemroses, dan distribusi data. Data center menyimpan data dalam jumlah yang sangat besar. Data center juga memastikan keamanan tingkat tinggi untuk data-data yang disimpan di dalamnya. Terutama karena ia menyimpan data-data penting milik perusahaan-perusahaan.

AWS mengungkapkan bahwa data center miliknya yang berada di tiga Zona Ketersediaan tersebut akan bisa menjalankan beban kerja, menyimpan data dengan aman, melakukan inovasi dengan lebih cepat secara lokal dengan latensi yang lebih rendah.

Dengan membangun data center di Indonesia, tentu AWS sudah mempertimbangkan manfaat yang akan diberikan untuk para pelanggan di tanah air. Pelanggan data center umumnya adalah perusahaan-perusahaan teknologi yang produk dan layanannya menjangkau pelanggan individu maupun bisnis secara lebih luas.

Geliat penggunaan teknologi di tanah air yang semakin besar dan menggembirakan tentu menimbulkan kebutuhan lain yaitu kebutuhan penyimpanan data dalam jumlah besar dan bisa diakses secara aman dalam waktu yang relatif lebih singkat.

Kehadiran data center dengan lokasi yang lebih dekat untuk dijangkau tentu bisa menjadi pilihan yang lebih baik ketimbang menyimpan data di data center yang lokasinya di luar negeri misalnya.

Jika ada kerusakan atau gangguan maka pengelola data center akan dapat dengan cepat memperbarui informasi atau melakukan pemulihan agar bisnis perusahaan tidak terganggu. Semakin banyaknya jumlah data center yang ada di Indonesia, semakin banyak pilihan yang tersedia.

Masing-masing pengelola data center bisa bersaing dengan kompetitif antar penyedia data center lain agar bisa memberikan pelayanan prima kepada perusahaan dan bisnis. Selain itu, bisnis-bisnis yang berjalan di Indonesia bisa semakin baik lagi dalam memberikan atau mengembangkan layanan, produk, dan jasa mereka yang berbasis digital dan teknologi.

Referensi: tekno.kompas.com
Business photo created by DCStudio – www.freepik.com

Browse blog by tag

Back To Top