sharpnel_content
Apa Itu OpenAI, Sejarah, dan Produknya

News 06 Jan 2023


Apa Itu OpenAI, Sejarah, dan Produknya

Share

Nama OpenAI kian santer terdengar dalam beberapa hari terakhir berbarengan dengan viralnya ChatGPT.  Sebenarnya, apa itu OpenAI? Lalu, apa hubungannya dengan ChatGPT? Usut punya usut, OpenAI adalah laboratorium pengembang AI di mana ChatGPT tercipta. Sederhananya, OpenAI adalah perusahaan pengembang ChatGPT. 

Selanjutnya, kami bakal membahas tentang sejarah OpenAI dan daftar produk OpenAI secara mendetail. 

 

Sejarah OpenAI

Sejak popularitasnya meledak selepas peluncuran DALL-E dan ChatGPT, kita dibuat penasaran dengan sepak terjang orang di balik layar OpenAI. Ketika mengetahui founder Open AI, kami yakin Anda tidak akan terkejut lagi, kok.   

Usut punya usut, OpenAI didirikan oleh dua kombo maut yaitu Elon Musk dan Sam Altman pada Desember 2015. Elon dan Sam dibantu investor lain mendirikan OpenAI untuk menjawab ketakutan akan pengembangan teknologi AI yang tak terkontrol. Mereka berusaha mencegah adanya kemungkinan AI bakal mengancam eksistensi manusia. 

Kala itu, OpenAI masih berbentuk perusahaan nirlaba (nonprofit) yang berusaha untuk memberikan akses teknologi AI umum ke semua lapisan masyarakat. Sayangnya, Elon Musk malah cabut dari OpenAI pada bulan Februari 2018. 

Keputusan berat ini dipilih untuk menghindari bentrok kepentingan dengan Tesla. Masalahnya, Elon Musk tengah mengembangkan mobil tanpa awak dengan kecerdasan buatan di Tesla. Meskipun begitu, Elon Musk tetap menjadi donatur tetap OpenAI. 

Dalam perjalanannya, OpenAI terpecah menjadi dua institusi yaitu OpenAI LP dan OpenAI Inc pada tahun 2019. OpenAI LP adalah perusahaan pengembang AI berbayar yang akhirnya mendapatkan sunitkan dana 1 miliar dolar dari Microsoft. 

Sementara itu, OpenAI Inc adalah perusahaan nonprofit sekaligus perusahaan induk OpenAI LP yang fokus dalam riset dan pengembangan AI. 

 

Daftar Produk OpenAI 

Apa saja produk yang berhasil diciptakan OpenAI? Berikut ini timeline dari perilisan produknya.  

-27 April 2016: OpenAI merilis OpenAI Gym dalam versi beta. Dikutip dari towardsdatascience.com, OpenAI Gym adalah lingkungan untuk mengembangkan dan menguji agen pembelajaran. 

-5 Desember 2016: Universe dirilis pada tahun 2016 dan berfungsi sebagai platform perangkat lunak untuk mengukur dan melatih sebuah kecerdasan umum AI lintas website, games supply, dan aplikasi lainnya. 

-2020: API yang dikhususkan untuk model AI dari OpenAI. 

-Januari 2021: DALL-E mulai diperkenalkan ke publik. DALL-E adalah model deep learning yang berfungsi sebagai generator teks ke gambar digital realistis.  

-28 September 2022: DALL-E 2 yang awalnya dirilis dalam versi beta dan menerapkan sistem waitlist, kini bisa diakses oleh semua kalangan secara gratis. Berbeda dengan DALL-E, hasil DALL-E 2 terlihat lebih halus dan realistis.

-December 2022: ChatGPT resmi diluncurkan pada 30 November 2022. Kemudian, ChatGPT dapat diakses secara gratis pada 3 Desember 2022. 

ChatGPT adalah chatbot AI tingkat lanjut yang berfungsi sebagai generator bahasa. Teknologi ini berbeda dengan chatbot pada umumnya yang kental nuansa robotnya. Pasalnya, ChatGPT ini dipercaya sanggup melakukan apapun, seperti menulis essai, nge-coding, melakukan tanya-jawab, mengakui kekeliruan, menirukan Mozart, dan masih banyak lagi. 

 

Tantangan yang harus Dihadapi oleh OpenAI

Keberhasilan OpenAI LP dalam membawa teknologi AI ke level yang tak pernah terbayangkan sebelumnya tentu saja mengundang decak kagum. Meskipun Elon Musk sempat menjadi co-founder, semua keberhasilan ini tidak lepas dari campur tangan dari Sam Alatman dan Microsoft serta co-founder LinkedIn Reid Hoffman dan Khosla Ventures. 

Satu lagi yang perlu digarisbawahi, sampai manakah perkembangan AI ini akan dibawa? Pasalnya, teknologi DALL-E 2 dan ChatGPT memantik kekhawatiran baru akan penyalahgunaan teknologi. Untuk DALL-E 2, berbagai pihak mengkhawatirkan soal copyright sekaligus ancaman untuk profesi desainer. 

Kini, semua orang dapat membuat gambar atau desain tanpa background pendidikan sama sekali hanya cukup dengan memasukkan kata kunci. Makin akurat kata kunci yang kita masukkan, gambar yang dihasilkan AI DALL-E 2 pun makin realistis. 

Tak jauh berbeda dengan DALL-E 2, ChatGPT juga berpotensi memunculkan masalah sosial baru. Nantinya, bakal banyak pekerjaan yang akan digantikan ChatGPT. Selain itu, teknologi ini sangat berpotensi untuk disalahgunakan untuk kecurangan ataupun penipuan. 

Pertanyaan selanjutnya, sanggupkah OpenAI menjawab semua tantangan ini?  

 

Kesimpulan

Tahun 2022 menjadi tahun keemasan OpenAI. Sejak melakukan pengembangan AI umum dari tahun 2015, perusahaan nirlaba sekaligus berbayar ini berhasil mengukuhkan namanya sebagai inventor AI tingkat lanjut. Dua produk utamanya yaitu DALL-E dan ChatGPT dielu-elukan di seluruh pelosok bumi. 

Masalah selanjutnya, apakah mereka dapat tetap mengembangkan AI tanpa melupakan visi utama pendirian dari OpenAI sendiri?

Apabila kita melakukan kilas balik, Elon Musk dan Sam Altman mendirikan OpenAI untuk mencegah pengembangan teknologi AI yang dapat mengancam eksistensi manusia. Jika melihat produk-produknya, apakah realita sudah sejalan dengan misi tersebut? 

 

Sumber: 

  1. Openai.com
  2. Openai.com
  3. Openai.com
  4. Towardsdatascience.com
  5. Cnbc.com

Image by Freepik

Browse blog by tag

Back To Top