sharpnel_content
Apa Itu Kerja Hybrid, Sistem, dan Contoh Pekerjaan

News 08 Nov 2022


Apa Itu Kerja Hybrid, Sistem, dan Contoh Pekerjaan

Share

Lowongan kerja hybrid memang tengah diburu para pencari kerja. Banyak karyawan yang telanjur betah ngantor berseragam kaos dan kolor (WFH) mulai kelabakan sejak WFO kembali diberlakukan. Jalan terakhir, mereka mengambil keputusan berat dengan resign dan mencari pekerjaan baru dengan sistem kerja hybrid. Apa itu kerja hybrid

 

Apa Itu Kerja Hybrid?

Pengertian kerja hybrid adalah model kerja yang memadukan antara kerja dari kantor dan kerja remote. Model kerja hybrid ini menjadi salah satu privilege yang ditawarkan perusahaan untuk karyawan atau calon karyawan. 

Perusahaan yang awalnya menilai bahwa kerja on site adalah harga mati, kini mereka mendapatkan pencerahan bahwa kerja online bukan suatu pilihan yang buruk. Pasalnya, selama WFH berlangsung, mereka melihat bahwa model kerja ini cukup efektif.

Meskipun bekerja secara remote, ternyata karyawan tetap dapat memberikan performa terbaiknya. Selain itu, banyak infrastruktur digital yang telah dibangun sehingga kerja online makin nyaman. 

 

Bagaimana Sistem Kerja Hybrid?

Sistem kerja hybrid antar satu perusahaan dengan perusahaan lain berbeda-beda. Khususnya, untuk pembagian porsi WFO dan WFH. 

Perusahaan A menerapkan kebijakan 50:50 antara WFO dan WFH. Ada juga perusahaan B yang menerapkan porsi 75:25. 

Artinya, sistem kerja hybrid ini tergantung dari kebijakan tiap-tiap perusahaan. Perusahaan bebas menentukan sistem kerja hybrid sesuai dengan kebutuhan dan kondisi perusahaan masing-masing. 

 

11 Contoh Pekerjaan Hybrid 

Apabila Anda tertarik dengan sistem kerja yang fleksibel, tak ada salahnya untuk mencari lowongan kerja hybrid. Apa saja jenis profesi yang memungkinkan untuk kerja hybrid

Kami sudah menyiapkan 11 contoh kerja hybrid yang bisa kamu pertimbangkan. 

1. Social Media Strategist

Jika Anda mengecek di portal pencarian kerja, banyak perusahaan yang membuka lowongan untuk social media strategist. Orang yang bekerja sebagai social media strategist pun kebanjiran job

Penting untuk dicatat, social media strategist ini berbeda dengan social media admin, ya. Social media strategist ini memiliki tugas untuk merancang campaign dan membangun engagement pengguna. 

Jadi, mereka akan menggunakan parameter tertentu untuk membangun bisnis melalui media sosial. Kalau ingin menggeluti profesi ini, Anda harus menguasai social marketing tools. Satu lagi, penguasaan pada platform media sosial sudah pasti menjadi harga mati. 

 

2. Writer 

Bagai Dr Jekyll dan Mr Hyde, seorang penulis dan kerja online adalah sejoli yang sulit untuk dipisahkan. Pasalnya, jauh sebelum virus Covid-19 menyerang, banyak freelance writer yang lebih dulu memiliki kebebasan untuk bekerja dari mana saja.  

Setelah model kerja WFH berjalan sukses, kini banyak perusahaan yang memberi sinyal hijau bagi full time writer untuk kerja hybrid. Kalau beruntung, Anda dapat menemukan perusahaan yang menawarkan pekerjaan writer yang 100% remote. 

Apa saja sih pekerjaan yang masuk dalam kategori ini? Beberapa jenis pekerjaan writer, yaitu content writer, SEO writer, English content writer, technical writer, dan lainnya. 

 

3. Web Designer

Senasib dengan writer, web designer adalah salah satu jenis pekerjaan yang cukup fleksibel dalam bekerja. Selama ada laptop dan aplikasi, web designer dapat bekerja dari mana saja. 

Dengan banyaknya perusahaan yang mendigitalisasi bisnisnya, web designer pun kebanjiran job. Mereka pun kebagian jatah untuk membuat konsep, layout, elemen, sampai gambar grafik. 

Untuk bisa mengerjakan semua task ini, seorang web designer setidaknya harus memiliki beberapa hard skill, yaitu photoshop, HTML5, UI dan UX, Illustrator, dan lainnya. 

4. Web Developer

Pascapandemi profesi web developer juga makin diburu perekrut, lho. Pasalnya, web developer adalah core dalam pengembangan website ataupun aplikasi. 

Memang, apa sebenarnya tugas web developer hingga memiliki peran sangat penting dalam? Sesuai dengan namanya, web developer bertugas untuk membuat suatu website sekaligus melakukan pemeliharaan.

Desain yang awalnya dibuat oleh web designer akan diambil alih web developer. Maka dari itu, web developer harus memiliki banyak keahlian, seperti PhP, Javascript, HTML5, Python, dan lainnya. 

 

5. Data Analyst 

Apakah Anda memiliki skill analisis dan problem solving di atas rata-rata? Mungkin, data analyst adalah profesi yang bisa Anda tekuni dari sekarang.  

Data analyst ini bertugas untuk mengolah data superkompleks yang terkumpul di big data secara cepat dan efektif. Tak sekadar bekerja di belakang layar, data analyst juga memikul tugas sebagai komunikator. 

Seorang data analyst harus dapat menyampaikan semua hasil analisisnya dengan baik tanpa mengabaikan dari sisi bisnis. Selain analisis dan komunikasi, data analyst juga akan lebih baik apabila sudah mengantongi skill machine learning, python, dan management tools.  

6. Mobile Developer 

Hootsuite dan We are Social merilis data pengguna mobile di Indonesia. Menurut hasil laporan “Digital 2022 April Global Statshot Report”, 94,9% pengguna internet di Indonesia adalah pengguna mobile

Artinya, orang yang bekerja sebagai mobile developer bakal memiliki karier yang makin cemerlang. Mobile developer ini banyak dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang hampir 100% memakai mobile device

Apa tugas mobile developer? Mobile developer bertugas untuk mengembangkan sistem atau program untuk mobile device. Untuk bisa membuat program untuk mobile, Anda harus memiliki hard skill pada programming, iOS, Android, JSON, HTML5, dan Scrum. 

7. Digital Marketing

Seseorang yang menggeluti bidang marketing pun dituntut untuk dapat beradaptasi dengan teknologi teranyar. Kini, Anda sudah tidak bisa menggantungkan masa depan karier sebatas pada kemampuan komunikasi dan persuasi saja. 

Namun, digitalisasi memaksa Anda untuk meng-upgrade kemampuan pada penguasaan teknologi. Dengan begitu, Anda dapat mencoba berkarier di bidang digital marketing

Anda akan membantu perusahaan untuk menjual produk atau jasa melalui media digital, seperti e-commerce atau marketplace, internet, dan media sosial.

Skill apa yang dibutuhkan untuk bekerja di bidang ini? Anda harus menguasai beberapa tool, seperti management tools, social media tools, dan SEO tools

 

8. Software Product Manager

Tak sembarang orang, seorang software product manager dituntut multitalenta dengan menguasai soft skill dan hard skill secara seimbang. Mengapa demikian? 

Software product manager harus mampu menjembatani kepentingan perusahaan dari segi bisnis dan mengomunikasikannya kepada tim teknikal. 

Software product manager bakal terlibat dari proses pengembangan produk dari nol sampai dilempar ke pasaran. Oleh karena itu, selain dapat berkomunikasi mengenai hal teknis dengan tim developer, Anda juga harus memiliki kemampuan presentasi serta sales dan marketing

 

9. Consultant 

Orang yang bekerja sebagai konsultan memang memiliki jam dan lokasi kerja yang fleksibel. Daripada di kantor, Anda mungkin malah hidup di jalan karena harus wara-wiri bertemu klien. 

Maka dari itu, profesi ini juga cocok pada model kerja hybrid. Anda dapat memberikan jasa konsultasi ke individu atau perusahaan melalui media sosial, seperti Slack, Google Meet, Zoom, dan WhatsApp.  

 

10. Account Executive

Siapa bilang seorang account executive harus bekerja terus-menerus di kantor? Sekarang sudah cukup banyak perusahaan di Amerika yang membolehkan AE untuk bekerja secara remote.

Meskipun angkanya tidak terlalu signifikan, setidaknya ini adalah angin segar bagi perkembangan sistem kerja di tanah air. 

Apa yang membuat profesi AE cocok untuk sistem kerja hybrid? Sistem kerja AE sebenarnya mirip dengan tim sales, tetapi mereka lebih fokus dalam melayani klien perusahaan. 

Mereka memiliki tanggung jawab menjalin relasi yang baik dengan klien sampai melakukan presentasi kalau diperlukan.   

11. Akuntan 

Satu lagi, nih, profesi administratif yang tidak melulu harus bekerja di kantor. Berkat adanya teknologi cloud dan big data, semua data administrasi dapat didigitalisasi. 

Dengan begitu, semua data digital ini dapat diakses secara real-time kapan pun dan di mana pun. Saat terjadi perubahan, data akan diperbarui saat itu juga.

Karena alasan ini, akuntan pun menjadi salah satu pihak yang dapat mencicipi manfaat dari digitalisasi. Anda dapat duduk cantik di rumah sembari mengecek laporan keuangan perusahaan klien. 

 

Kesimpulan

Manusia memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan segala kondisi. Seperti setelah adanya pandemi, model kerja pun makin fleksibel. 

Apabila Anda ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga atau orang terdekat, kerja hybrid adalah jawabannya. 

Untuk menambah semangat kalian untuk memilih kerja hybrid, yuk intip dulu spoiler gaji profesi di atas. 

  1. Berapakah Gaji Content Writer?
  2. Berapakah Gaji Full Stack Developer?
  3. Berapakah Gaji Web Developer Pemula?

 

Sumber: Rasmussen.edu

Image by tirachardz on Freepik

Browse blog by tag

Back To Top