sharpnel_content
Apa Itu Google Autocomplete dan Cara Kerjanya, Sudah Mirip Dukun!

News 07 Nov 2022


Apa Itu Google Autocomplete dan Cara Kerjanya, Sudah Mirip Dukun!

Share

Google Autocomplete adalah fitur bawaan Google Search yang akan membantu Anda melengkapi kata kunci pencarian yang sedang diketik di Google search. Berkat Google Autocomplete, Anda tidak perlu mengetik keseluruhan kata kunci secara manual. Akan tetapi, Anda cukup memilih salah satu opsi prediksi yang diberikan oleh Google. 

Hasil kata kunci rekomendasi yang muncul dari Google Autocomplete ini sering disebut dengan Google search predictions. Coba lihat contoh Google search predictions di bawah ini. 

Contoh Google autocomplete predictions

Saat Anda mencoba mengetik kata kunci “sepatu”, Google akan memberikan prediksi kata kunci, seperti sepatu Converse, sepatu kets, sepatu pantofel, sepatu ventela, dan lainnya. Inilah yang dinamakan dengan Google search predictions

Cara Kerja Google Autocomplete

Laiknya seorang paranormal, Google Autocomplete dapat memprediksi kata kunci secara akurat. Baru saja Anda mengetik satu kata, Google seolah-olah sanggup membaca pikiran dan melengkapi kata pencarian tersebut. 

Lantas, bagaimanakah cara kerja Google Autocomplete sehingga dapat melakukan prediksi kata kunci? Google Autocomplete bekerja dengan mencari kueri yang sesuai dengan kata pertama yang diketik oleh user.

Dari mana asal kueri ini? Semua kueri ini berasal dari pencarian yang sebelumnya sudah dilakukan oleh user lain di Google. 

Untuk bisa memberikan rekomendasi yang akurat dan spesifik pada setiap user, kueri Google Autocomplete ini menggunakan beberapa variabel. 

Beberapa variabel yang dijadikan patokan untuk menyusun prediksi, di antaranya;

  1. Bahasa yang digunakan. 
  2. Lokasi kueri tersebut berasal.
  3. Minat yang sedang tren.
  4. Riwayat pencarian user.

Dengan mengolah semua informasi di atas, Google Autocomplete dapat memberikan prediksi unik tergantung dari waktu dan lokasi si user

Bahkan, demi meningkatkan akurasi prediksi, sistem ini juga mengombinasikan kueri dari pola kata yang tersebar di internet dengan pencarian yang pernah dilakukan di Google. 

Meskipun Anda mengetik kata yang sama, prediksi di tiap-tiap negara akan berbeda. Pasalnya, hasil prediksi ini sangat dipengaruhi oleh keempat variabel yang sudah kami sebutkan di atas. 

Uniknya, Google Autocomplete dapat bekerja di luar kebiasaannya apabila terdapat topik-topik yang sedang trending. Google tidak semata-mata memberikan rekomendasi kata kunci yang paling umum dicari, tetapi juga topik yang sedang trending kala itu. 

Manfaat Google Autocomplete

Apakah manfaat Google Autocomplete yang dapat langsung dirasakan oleh user Google? Seharusnya, Anda menghabiskan 2-3 detik untuk mengetik kata kunci yang terdiri dari dua sampai tiga kata. 

Akan tetapi, Google Autocomplete membantu Anda untuk memangkas waktu pengetikan kata kunci. Untuk dua sampai tiga kata kata kunci, Anda cukup menghabiskan 1 detik saja. Anda cukup mengetik kata pertama, lalu mengkilik prediksi dari Google. 

Google pun berani mengklaim bahwa sistem ini dapat menghemat waktu pengetikan hingga 25 % atau secara kumulatif lebih dari 200 tahun pengetikan per harinya. 

Ditambah lagi, sistem ini mampu bekerja secara unik. Alih-alih suggestion, Google sengaja memakai istilah prediction yang mewakili bagaimana cara kerja sistem ini yang sesungguhnya. 

Yup, Google menjanjikan sebuah prediksi yang akurat dari kata kunci yang ingin Anda ketik. Jadi, prediksi ini bukanlah saran kata kunci yang benar-benar baru dan out of topic, tetapi kata kunci yang sangat relevan dengan keinginan si user

 

Cara Memanfaatkan Google Autocomplete untuk SEO 

Jangan salah, Google Autocomplete juga memiliki fungsi lain, lho. Selain untuk menyederhanakan proses pencarian, Anda juga memanfaatkan fitur ini sebagai keyword search tool untuk SEO. 

Google Autocomplete prediction adalah back-up plan para marketer untuk mencari inspirasi long tail keyword. Ketika pikiran tengah buntu, Anda bisa melakukan research sederhana kata kunci di Google. 

Setelah mendapatkan inspirasi long tail keyword, Anda dapat mengecek performa keyword tersebut di SEO tools seperti UberSuggest dan Ahrefs. Kami sempat membandingkan dua kata kunci di UberSuggest dan Google search prediction

Tak disangka-sangka, ternyata hasil keduanya sangat mirip. Bedanya, Google search prediction lebih praktis dan sederhana prosesnya dibanding dengan SEO tools lainnya. 

Jadi, fitur ini sangat direkomendasikan untuk penulisan artikel yang membutuhkan keyword research tipis-tipis. 

 

Langkah-Langkah Menggunakan Google Autocomplete untuk SEO

Mengutip dari UberSuggest, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan fitur prediksi Google Autocomplete sebagai lumbung ide-ide tulisan Anda. 

  1. Anda harus keluar dari akun Google agar riwayat pencarian Anda tidak mempengaruhi hasil prediksi. Jika tidak, Anda dapat membuka laman incognito
  2. Hasil prediksi Google Autocomplete juga dipengaruhi oleh lokasi user. Apabila Anda berlokasi di Indonesia dan target Anda berada di Filipina, silakan gunakan VPN. Silakan sesuaikan lokasi atau negara target Anda. 
  3. Terakhir, Anda harus menyesuaikan bahasa dari target user yang diincar. Jika target user berbahasa Inggris, ubahlah pengaturan bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Pasalnya, pengaturan bahasa ini akan mempengaruhi prediksi Google Autocomplete. 

Kesimpulan

Google Autocomplete menjadi salah satu fitur andalan Google untuk meningkatkan user experience penggunanya. Anda dapat memanfaatkan fitur ini untuk menghemat waktu pencarian. Selain itu, Anda juga dapat memanfaatkan fitur ini untuk melakukan keyword research SEO. 

Setelah mempelajari tentang Google Autocomplete, cari tahu juga fungsi fitur Google lainnya, seperti Google Ads, Google Lens, Google Maps, dan Google Drive berikut ini. 

 

Referensi: 

  1. Neilpatel.com
  2. Blog.google
  3. Support.google.com

 

Browse blog by tag

Back To Top