sharpnel_content
Apa Efek Negatif AI?

News 04 Jan 2021


Apa Efek Negatif AI?

AI
Share

Selama ini mungkin kita hanya berfokus pada sisi positif AI saja tanpa melihat efek negatif yang mungkin ditimbulkannya. Fisikawan terkenal Stephen Hawking pernah mengatakan bahwa AI bisa menjadi bencana besar bagi manusia bila tidak dikontrol dengan baik.

Senada dengan Hawking, Elon Musk bos Tesla dan SpaceX juga mengatakan hal serupa. Ia malah menganggap bahwa AI jauh lebih berbahaya daripada nuklir. Ketakutan Musk terhadap AI ia kemukakan karena ia merasa dirinya cukup dekat dengan dunia AI dan lantas ia menyadari bahayanya.

Lalu, seberapa bahayakah AI bagi hidup manusia? Mari kita lihat bahaya Ai dengan mencermati efek-efek negatif yang mungkin ditimbulkan AI bagi kehidupan manusia di bumi.

Otomatisasi

Otomatisasi sejak lama telah menggantikan pekerjaan manusia dengan mesin. Kini dengan hadirnya AI, semakin menambah disrupsi di bidang pekerjaan yang mungkin akan digantikan oleh mesin otomatis. Sebagai akibatnya, semakin banyak manusia kehilangan pekerjaan. Brookings Institution melakukan studi di tahun 2019 dan hasilnya menyatakan bahwa ada sekitar 36 juta orang dengan pekerjaan yang terancam digantikan oleh otomatisasi. Ini artinya tak berapa lama lagi sebagian besar dari mereka akan kehilangan pekerjaan karena digantikan oleh otomatisasi.

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa pekerja dengan kemeja dan dasi (white collar worker) malah justru yang berisiko tergantikan oleh AI. AI akan menjadi lebih pintar dan lebih cekatan sehingga manusia tidak dibutuhkan lagi di sana. AI mungkin menciptakan lapangan kerja baru tapi itu hanya bisa diakses oleh mereka dengan keahlian khusus dan berpendidikan tinggi.

Privasi dan Keamanan

Sebuah makalah berjudul The Malicious Use of Artificial Intelligence: Forecasting, Prevention, and Mitigation yang dirilis pada tahun 2018 mengungkapkan bahaya lain dari AI. 

Makalah tersebut, yang merupakan karya dari 26 peneliti dari 14 institusi (akademisi, sipil, dan industri), menyoroti penggunaan AI untuk kegiatan-kegiatan yang berpotensi mengancam keamanan digital seperti AI untuk peretasan, pengendalian drone, menghilangkan privasi, pemalsuan profil, serta kampanye disinformasi yang otomatis dan tertarget.

Deepfake Video

Beberapa waktu lalu kami sempat mengulas artikel mengenai deepfake video (baca: Yang Sedang Viral: Reface App, Swap Wajah Dengan Teknologi AI). Deepfake video merupakan teknologi yang memanfaatkan kecerdasan buatan machine learning, tepatnya GAN (General Adversarial Network).

Deepfake video dirancang agar mampu memanipulasi wajah pada video. Deepfake bisa membuat video dengan wajah mirip seseorang, padahal orang tersebut bukanlah pelaku pada video. Teknologi ini tentunya bisa berbahaya karena bisa mencelakakan orang lain dan orang akan sulit mencari tahu kebenaran sebuah video lantaran sulit untuk mengenalinya dengan mata biasa.

Memperluas Jurang Ketimpangan Sosial – Ekonomi

Poin ini berkaitan dengan poin pertama di atas dimana orang-orang akan kehilangan pekerjaan karena digantikan oleh teknologi otomasi mesin dengan AI. Pabrik-pabrik akan memperbarui alat produksi dengan mesin-mesin otomatis berteknologi tinggi dengan alasan efisiensi.

Efisiensi mungkin bisa dicapai dengan bantuan mesin-mesin otomatis dan AI, akan tetapi harga yang harus dibayar juga mahal, yaitu jutaan orang yang terancam jadi pengangguran. Kondisi ini akan semakin memperluas jurang ketimpangan sosial dan ekonomi di masyarakat.

Senjata Otonom

Elon Musk berkata bahwa AI lebih berbahaya daripada nuklir. Tapi bagaimana bila ada AI dalam senjata nuklir? Tentu ini jadi mimpi buruk yang lebih dari buruk. Bagaimana bila AI yang bisa berpikir layaknya manusia, kemudian memutuskan untuk meluncurkan senjata nuklir berdasarkan keputusannya sendiri?

Tentu ini adalah sebuah potensi bencana yang besar. Tahun 2015, sebanyak 30.000 peneliti AI dan robotika menandatangani surat terbuka tentang hal tersebut di atas. Mereka menolak AI digunakan dalam senjata.

Nah itu dia beberapa efek negatif AI yang sebaiknya harus menjadi bahan pertimbangan bagi para peneliti dan pemangku kepentingan. AI memang bisa bermanfaat untuk kehidupan manusia, akan tetapi efek-efek negatif yang mungkin timbul bisa diminimalisir bila kita mengontrol perkembangan AI dengan baik.

Sumber: cyberthreat.id
Photo by Amanda Dalbjörn on Unsplash

Browse blog by tag

Back To Top