sharpnel_content
Adakah Teknologi untuk Memprediksi Longsor Salju?

News 30 Mar 2022


Adakah Teknologi untuk Memprediksi Longsor Salju?

Share

Sebagai orang yang hidup di negara tropis, kita tidak perlu khawatir dengan ancaman longsor salju. Akan tetapi, longsor salju bisa menjadi momok mengerikan bagi mereka yang tinggal di negara empat musim dengan volume salju yang tinggi. Pada tahun 2020 silam saja, Amerika Serikat mencatat 37 kematian karena longsor salju, angka kematian tertinggi sejak tahun 1995.  

Untuk mencegah tragedi yang sama, peramal menggantungkan keselamatan masyarakat pada teknologi. Kini, peramal dalam menggunakan teknologi canggih untuk memprediksi longsor salju. Jika bencana dapat diprediksi, masyarakat dapat melakukan winter sport dengan hati tenang tanpa khawatir munculnya lelehan salju tepat di depan mata mereka.   

 

Bagaimana Cara Memprediksi Longsor Salju (Avalanche)? 

Mengutip dari Dell.com, para peramal umumnya menggunakan informasi hujan salju, temperatur, dan angin. Data ini dikumpulkan dan diperkuat dengan data hasil pengukuran tumpukan salju di lapangan. 

Untuk bisa memunculkan suatu prediksi, peramal longsor salju harus berkolaborasi dengan meteorologis untuk mencocokkan data. Mereka pun juga perlu memperhatikan faktor pemanasan global yang dapat menyebabkan lelehan salju. 

Saat ini, ada tiga avalanche center di dunia yang harus bekerja ekstra untuk memprediksi longsor salju, yaitu Colorado, Utah, dan Swiss. Penting untuk dicatat, kasus kematian karena longsor salju di Colorado Amerika pada tahun 2020 mencapai 12 kasus. 

Maka dari itu, Colorado Avalanche Information Center memanfaatkan data foto satelit dan bank data geo-spasial. Mereka juga terjun ke lapangan untuk melakukan pengecekan langsung dengan membuat lubang-lubang salju. 

Dengan cara ini, mereka dapat memberikan informasi ramalan mingguan sekaligus peta longsor salju yang interaktif. Melalui cara ini, para penikmat olahraga ski dapat mendapatkan informasi kemungkinan longsor salju secara real-time

 

Teknologi AI untuk Memprediksi Longsor Salju

Namun, tahukah Anda bahwa memprediksi longsor salju lebih rumit dari sekadar mengumpulkan dan melakukan pengukuran di lapangan. Banyak sekali variabel yang harus peramal pertimbangkan sebelum mengeluarkan informasi prediksi longsor salju. 

Meskipun menganalisis data yang sama, beberapa peramal bisa saja memiliki pendapat yang berbeda. Hal ini menunjukkan betapa rumit dan kompleksnya prediksi longsor salju. 

Maka dari itu, peramal membutuhkan teknologi Artificial Intelligence dan Machine Learning yang dapat menyediakan data berkualitas, akurat, dan real-time. Pasalnya, kondisi salju dapat berubah drastis dalam waktu singkat. Untuk itu, AI dan ML adalah jawaban terbaik karena dapat memangkas proses analisis.  

Sampai saat ini, teknologi prediksi longsor salju AI dan ML masih dalam tahap pengembangan. Teknologi pun memiliki kekurangan, terutama pada pengumpulan data.

Seperti yang kita tahu, kejadian longsor salju cukup jarang terjadi. Maka dari itu, ML cukup sulit menemukan variabel yang seimbang. ML membutuhkan banyak asupan data dari kejadian yang pernah terjadi untuk dapat menghasilkan sistem yang akurat. 

Meskipun demikian, besar harapan peramal bahwa teknologi ini dapat berfungsi layaknya radar cuaca. Dengan kemampuan menangkap presipitasi, radar cuaca dapat membantu peramal cuaca menganalisis terjadinya hujan, hujan es, dan salju. 

Sampai saat ini ada dua avalanche center di Amerika yang sudah melakukan uji coba pengadopsian AI dan ML yaitu National Avalanche Center dan Colorado Avalanche Information Center. Tim peramal masih berjuang untuk meningkatkan akurasi dari 60-70% menuju 77%.

Jika prediksi dan peringatan longsor salju dapat dikirimkan lebih cepat, sudah tidak terhitung lagi berapa banyak nyawa yang dapat diselamatkan. 

 

Referensi: 

  1. Voaindonesia.com
  2. Dell.com

Winter sky photo created by standret – www.freepik.com

Browse blog by tag

Back To Top