sharpnel_content
6 Cara Menghindari Aplikasi Jahat

News 23 Apr 2021


6 Cara Menghindari Aplikasi Jahat

Share

Tidak semua aplikasi mobile yang tersedia adalah aplikasi yang baik dan aman. Di antara jutaan aplikasi mobile yang ada di dunia, tak sedikit yang ternyata merupakan aplikasi jahat yang bisa merugikan pengguna. 

Google Play yang merupakan ‘pasar’ aplikasi milik Google Android, tak luput dari disusupi aplikasi jahat. Ini merupakan PR besar bagi pengembang android dan Google, agar bisa melindungi pengguna android dari aplikasi-aplikasi jahat yang mungkin mengandung malware.

Pesaing terbesar android, yakni Apple, mungkin memang pantas diacungi jempol untuk masalah keamanan. Pasalnya, di tahun 2019 App Store dinobatkan sebagai toko aplikasi yang paling aman di dunia. Jadi, pengguna apple lebih terlindungi dari aplikasi-aplikasi jahat.

Meskipun begitu, bagi para pengguna android jangan berkecil hati. Anda bisa tetap menggunakan ponsel android dengan aman dan nyaman serta bebas dari aplikasi-aplikasi jahat kalau Anda bisa mengenali dan menghindarinya. Untuk itu, kami telah menyiapkan 6 cara untuk menghindari aplikasi jahat yang ada di android.

 

(1) Hindari Aplikasi yang Tidak Verified

 

Ketika Anda hendak mengunduh aplikasi mobile dari Google Play Store, maka carilah aplikasi yang bertuliskan ‘Verified by Play Protect’. Tulisan tersebut muncul sesaat ketika Anda telah mengklik ‘Install’. Sehingga, manakala selama proses download dan install tidak muncul tulisan ‘Verified by Play Protect’, kami sarankan untuk meng-cancel atau membatalkan unduhan.

 

(2) Biasakan Membaca Deskripsi Aplikasi

 

Ketika Anda menemukan aplikasi mobile yang rasanya Anda butuhkan, jangan langsung mengunduh dan menginstall tanpa membaca deskripsi aplikasi. Usahakan untuk mencermati deskripsi aplikasi, siapakah pengembangnya, adakah informasi kontak pengembangnya, pastikan untuk memeriksa hal-hal tersebut.

Hindari pengembang yang terlihat tidak profesional serta kontak info yang menyertakan email yang tidak profesional, termasuk pengembang yang menyertakan alamat gmail sebagai kontak info.

 

(3) Hati-hati dengan pop ups

 

Pernahkah Anda mengunduh dan menginstall aplikasi yang banyak sekali pop ups nya? Pop ups bisa berbentuk ads ataupun peringatan sistem. Kalau pop ups muncul sekali dua kali masih bisa ditolerir, tapi kalau pop ups bisa muncul berkali-kali maka Anda wajib curiga. Bisa jadi aplikasi tersebut mengandung adware.

Adware adalah program atau perangkat lunak yang dirancang untuk menampilkan iklan di smartphone atau komputer. Adware di aplikasi mobile akan menjengkelkan, karena alih-alih Anda mendapat manfaat dari aplikasi yang diunduh, malah Anda dirancang untuk memberikan keuntungan bagi pengembang dari iklan-iklan yang mereka munculkan yang dengan terpaksa Anda lihat atau klik.

Hindari aplikasi mobile semacam ini karena tidak ada manfaatnya untuk Anda, bahkan ketika mereka mengiming-imingi Anda dengan poin dan voucher belanja. 

 

(4) Periksa Penggunaan Data yang Tidak Lazim (Unusual Data Usage)

 

Kemudian, cara lain untuk mengetahui apakah aplikasi yang diunduh adalah aplikasi baik atau jahat, adalah dengan memeriksa penggunaan data bulanan (monthly data use). Bila penggunaan data (data usage) terlihat meroket secara tiba-tiba padahal Anda menggunakan smartphone Anda seperti biasanya, mungkin Anda telah menginstall adware.

Adware bisa berjalan di belakang layar (working behind the background) dan melakukan klik tanpa Anda sadari. Aktivitas ilegal ini kemudian membuat penggunaan data melonjak. Maka dari itu, ketika Anda memeriksa monthly data usage dan menemukan ada aplikasi dengan penggunaan data besar padahal Anda jarang membukanya, Anda wajib curiga. Jangan-jangan aplikasi ini berjalan tanpa sepengetahuan Anda dan Anda tidak tahu apa saja yang telah dilakukannya.

 

(5) Install Perangkat Lunak Pengamanan Software (Mobile Security Software)

 

Menginstall antivirus di komputer sudah biasa, tapi menginstall antivirus di ponsel mungkin tak semua orang melakukannya. Padahal, antivirus di ponsel bisa menjadi benteng pertahanan dari serangan malware. Sebelum Anda mampu mengenali aplikasi jahat, antivirus akan lebih dulu mengenalinya untuk Anda.

Ada beberapa brand antivirus ponsel ternama yang bisa Anda coba seperti:

  1. Bitdefender Mobile Security: Android | iOS
  2. Norton Mobile Security: Android | iOS
  3. AVG AntiVirus: Android | iOS
  4. McAfee Mobile Security: Android | iOS
  5. Avast Mobile Security: Android | iOS

Jangan Lupa Nyalakan Google Play Protect

Menyalakan Google Play Protect bisa membantu Anda untuk melindungi ponsel dari aplikasi-aplikasi jahat yang tidak diinginkan. Google Play Protect akan memindai aplikasi mobile sebelum Anda mengunduhnya.

 

(6) Uninstall Aplikasi-Aplikasi Yang Buruk

 

Pada ponsel Android, Anda dapat memindai semua aplikasi Anda dengan membuka Pengaturan → Aplikasi. Tampilkan semua aplikasi dengan mencentang “All” di drop-down menu yang ada di bagian atas, lalu mulailah memindai daftar yang ada.

  1. Pilih aplikasi yang ingin Anda uninstall.
  2. Pilih “Clear cache”. (Pengguna Android mungkin perlu mengklik “Penyimpanan” terlebih dahulu.)
  3. Selanjutnya, pilih “Clear data”.
  4. Pilih “Uninstall”.

Nah, itu dia 6 cara untuk mengindari aplikasi-aplikasi jahat. Secanggih apapun ponsel Anda, pastikan Anda tetap menggunakannya dengan berhati-hati agar terhindar dari malware dan virus yang bisa merugikan Anda.

Sumber:

www.reviews.org

Photo by Amarnath Radhakrishnan from Pexels

Browse blog by tag

Back To Top