sharpnel_content
5 Perempuan Inspiratif Pendiri Startup di Indonesia

News 22 Okt 2020


5 Perempuan Inspiratif Pendiri Startup di Indonesia

Share

Gender tidak menjadi penghalang bagi lima perempuan Indonesia ini untuk menorehkan prestasi. Berkat mereka, lapangan kerja di Indonesia makin banyak. Berkat mereka pula, daftar perempuan inspiratif pendiri startup di Indonesia kian panjang. Keberhasilan mereka menjadi bukti bahwa perempuan tidak kalah tangguh dari laki-laki dalam membangun bisnis! 

Lalu, siapa saja CEO perempuan inspiratif yang berhasil membangun bisnis di Indonesia? Ini dia daftarnya! 

 

1. Fransiska P. W. H. (Founder & CEO Prelo)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Prelo Indonesia (@prelo_id) on


Fransiska P.W Hadiwidjana adalah CEO muda lulusan ITB yang berhasil masuk daftar “30 UNDER 30 ASIA” untuk Retail and E-Commerce Industry versi majalah Forbes. Pencapaian ini diraih berkat kontribusinya dalam membangun platform Prelo. Platform Prelo dapat memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi jual-beli barang bekas. 

Tidak sebatas bekas, barang yang dijual di sini dijamin berkualitas dan original, lho. Dengan begitu, pembeli tidak akan perlu khawatir akan mendapatkan barang palsu saat berbelanja di Prelo. Dengan ide-ide cemerlangnya ini tak salah bila Fransiska sempat terpilih pada program Singularity University Graduate Studies 2012.

 

2. Melia Winata (Founder & CEO Du Anyam)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Melia Winata (@meliawinata) on


Dari perempuan untuk perempuan, sosok muda inspiratif Indonesia bernama Melia Winata pun mengembangkan bisnis yang berpihak pada perempuan. Dia membangun dan menjadi CEO dari Du Anyam, brand yang memproduksi aneka kerajinan anyaman buatan perempuan Indonesia. Produk Du Anyam ini dipasarkan secara online melalui situs Duanayam.com sehingga lebih mudah dijangkau oleh konsumen.

Dengan visi “Empower Woman, Promote Culture, and Improve Livehood”, Du Anyam telah berhasil memberdayakan 1,100 perempuan dari 50 desa di seluruh Indonesia. Dengan demikian, Du Anyam bisa menjadi media bagi perempuan untuk meningkatkan kualitas hidupnya dengan meningkatkan keterampilan.  

 

3. Diajeng Lestari (Founder & CEO HijUp)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Diajeng Lestari (@diajenglestari) on


Diajeng Lestari, Founder & CEO HijUp yang sekaligus istri mantan CEO Bukalapak, Achmad Zaky, ini sepertinya tahu betul skema pasar bisnis di Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia, Indonesia adalah pasar ‘empuk’ untuk bisnis pakaian muslim perempuan dan laki-laki. Dia pun mendirikan HijUp, e-commerce pakaian muslim yang menaungi 70 merek lokal! Beberapa brand lokal yang tergabung dalam HijUp, yaitu Ria Miranda, Hijab Pelangi, Covering Story, Kami, dan masih banyak lagi. 

Dengan adanya Hijup.com, masyarakat pun dapat membeli produk-produk lokal dengan lebih mudah dan praktis. Selain itu, para perempuan tidak akan lagi kesulitan mencari hijab yang fashionable dengan pilihan yang beragam. Hal ini tentu sesuai dengan tujuan pendirian HijUp. Diajeng Lestari ingin membantu para perempuan tampil cantik dan keren dengan hijab.  

 

4. Mesty A. J. (Founder & CEO Wecare.id)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Mesty Ariotedjo Juanda (@mestyariotedjo) on


Kehidupan yang serba mapan dan glamour tak membuat Mesty Ariotedjo Juanda lupa daratan. Alih-alih terjebak dalam kemewahan, dokter cantik lulusan Universitas Indonesia ini memiliki kepedulian yang tinggi pada penduduk pinggiran. Setelah mengetahui banyak masyarakat di area terpencil kesulitan mengakses fasilitas kesehatan yang laik, dia pun mendirikan Wecare.id.

Wecare.id adalah platform pengumpulan dana untuk pasien di pedesaan. Dengan demikian, masyarakat pedesaan dapat mengakses fasilitas kesehatan dengan layak. Berkat Wecare.id yang dirintisnya, Mesty pun masuk dalam daftar “30 UNDER 30 ASIA” majalah Forbes. Tidak berhenti di situ saja, dia juga berprofesi sebagai model dan menjadi brand ambassador Lancome! 

 

5. Leonika Sari (Founder & CEO Reblood)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Leonika Sari (@leonikasari) on


Leonika Sari Njoto Boedioetomo adalah salah satu pahlawan dalam bidang kesehatan. Perempuan kelahiran Surabaya ini berhasil mengembangkan aplikasi Reblood sehingga masyarakat lebih mudah untuk donor darah. Berbekal aplikasi ini, pengguna dapat mengetahui informasi donor darah di beberapa kota dengan lebih mudah.

Perempuan berusia 25 tahun lulusan Sistem Informasi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini menemukan akar permasalahan dari keterbatasan darah di Indonesia. Sekembalinya dari Global Entrepreneurship Bootcamp, dia menyadari bahwa masalah itu berakar pada sulitnya orang untuk mendonorkan darahnya. Atas alasan ini, Reblood pun dikembangkan.  

Berkat aplikasi ini, jumlah pendonor meningkat dan jumlah pendonor yang ditolak PMI pun menurun. Dengan kata lain, ketersediaan darah donor di Indonesia pun meningkat dan lebih banyak nyawa yang dapat diselamatkan. Nah, jadi tak salah bila aplikasi ini sempat menyabet penghargaan Startup Pilihan Tempo pada tahun 2017.

Ini dia 5 perempuan inspiratif pendiri startup di Indonesia. Apakah Anda juga tertarik untuk membangun perusahaan startup? Mungkin, Anda bisa belajar dari kelima cewek di atas bahwa tidak ada kata mustahil selama kita mau berusaha. Semoga menginspirasi!  

 

 

 

Referensi: 

  1. Glints.com
  2. Harperbazaar.com
  3. Idntimes.com

Gambar oleh Pexels dari Pixabay

 

Browse blog by tag

Back To Top