sharpnel_content
3 Fakta Kasus Peretasan Garmin

News 24 Sep 2020


3 Fakta Kasus Peretasan Garmin

Share

Kasus peretasan Garmin menjadi pukulan hebat bagi industri digital. Pasalnya, Garmin adalah salah satu pionir sektor Internet of Things (IoT) yang populer di dunia. Sejak diretas, Garmin down dan tidak dapat diakses oleh pengguna. Hal ini juga menjadi dilema tersendiri bagi pengembang teknologi IoT karena security yang kurang solid sehingga berhasil dibobol oleh peretas. Untuk mengetahui kronologi lebih lengkap, kami sudah menyiapkan 3 fakta kasus peretasan Garmin! 

1. Garmin Diserang Ransomware yang Disebut Wastedlocker

Garmin diduga diserang oleh ransomware berjenis Wastedlocker. Ransomware ini pun membuat Garmin lumpuh total selama lima hari berturut-turut. Dengan adanya peretasan ini, Garmin Connect yang berfungsi untuk tracking dan analisis kegiatan fisik di aplikasi Garmin tidak lagi berfungsi. 

Tak hanya itu saja, aplikasi yang dipakai untuk penjadwalan pilot dan GPS yaitu Pilot Garmin dan Fly Garmin juga tidak dapat digunakan. 

2. Hacker Asal Rusia sekaligus Buronan FBI Menjadi Dalang Serangan Ini! 

Usut punya usut, dalang peretasan diduga sebuah grup hacker kenamaan asal Rusia yaitu Evil Corps. Evil Corps sendiri dipimpin oleh hacker muda berusia 33 tahun bernama Maksim Viktorovich Yakubets. Maksim ternyata sudah menjadi buronan FBI dengan nilai award mencapai 5 juta dolar atau setara dengan Rp74 miliar!  Untuk informasi selengkapnya, silakan kunjungi Website FBI

3. Menuntut Tebusan Sebesar 10 Juta Dollar atau Sekitar Rp146 Miliar

Jika Garmin ingin kembali beroperasi seperti semula, mereka harus siap membayar tebusan sebesar 10 juta dolar. Meskipun demikian, tidak ada tanda-tanda Garmin akan memenuhi tuntutan ini. Pasalnya, peretas tidak berhasil mencuri atau mengakses data pembayaran pelanggan pada Garmin Pay. 

Ini dia beberapa fakta kasus peretasan Garmin. Dengan adanya kasus ini, pengembang harus segera memperbaiki sistem security IoT yang dikembangkan agar tidak terjadi lagi pada masa mendatang. Jika sampai banyak sistem yang diserang peretas, kehidupan manusia pun akan terancam. 

 

Sumber: 

  1. Liputan6.com
  2. Cnbcindonesia.com

 

Browse blog by tag

Back To Top