sharpnel_content
10 Fakta Menarik Hacker Bjorka, Sudah Tahu?

News 15 Sep 2022


10 Fakta Menarik Hacker Bjorka, Sudah Tahu?

Share

“Kalian tak bisa menemukanku”. 

Meskipun Bjorka telah meyakinkan bahwa mustahil untuk menguak identitasnya, rasa penasaran masyarakat akan sosoknya tak pernah redup. Makin dia berulah membocorkan data pejabat sampai instansi pemerintah, rasa penasaran itu makin meluap-luap. Dengan banyaknya informasi yang simpang siur di internet, apa saja fakta menarik hacker Bjorka yang berhasil kami kumpulkan? 

Untuk Anda yang kepo parah tentang hacker fenomenal satu ini, yuk baca artikel ini sampai pada paragraf terakhir! 

 

1. Berdomisili di Warsawa, Polandia

Jika hacker lain sibuk mengaburkan identitasnya, Bjorka malah cukup vokal di media sosial. Tak diduga-duga, dia cukup berani menguak informasi domisilinya. Melalui akun @bjorkanism, dia mengaku bahwa daerah domisilinya berada di Kota Warsawa, Polandia. 

Meskipun begitu, kita wajib kritis karena bisa saja informasi ini tidak akurat. Selain itu, domisili berbeda dengan daerah asal. Kalaupun informasi ini benar, belum tentu dia berasal dari Polandia. Tidak bisa menutup kemungkinan kalau Bjorka berasal dari negara lain, tetapi berdomisili di Polandia. 

2. Memiliki Teman Eksil Rezim Soeharto? 

Selain soal domisili, Bjorka tak sungkan untuk mengungkap korelasinya dengan Indonesia. 

Mengapa Bjorka yang berdomisili di Warsawa terkesan ingin “ikut campur” dengan urusan dapur negara Indonesia? Bahkan, cukup banyak orang yang memiliki spekulasi negatif akan motif utama Bjorka. 

Usut punya usut, Bjorka memiliki teman mantan WNI yang tinggal di Warsawa. Akan tetapi, teman Bjorka tidak dapat kembali ke tanah air karena kehilangan kewarganegaraan setelah Peristiwa 1965. Bjorka menyebut sahabatnya sebagai pria tua yang memiliki background pendidikan di bidang TI. 

Sahabatnya sendiri memiliki cita-cita besar bagi kemajuan bangsa Indonesia laiknya B.J. Habibie. Namun, cita-cita itu tak pernah terwujud sampai ajal menjemput. Pak tua yang menjadi sosok orang tua asuh sekaligus sahabat Bjorka telah berpulang pada tahun 2021 lalu. 

Jika menilik sejarah, banyak WNI yang kehilangan kewarganegaraannya pasca-Peristiwa 1965, seperti kalangan nasionalis sampai tokoh agama. 

Sebelum Peristiwa 1965, Presiden Soekarno banyak mengirim pelajar sampai pejabat ke berbagai belahan dunia seperti Tiongkok, Rusia, dan Polandia. Namun, ketika era Soekarno berakhir dan digantikan Soeharto, mereka dicap pengkhianat oleh rezim. Paspor mereka dicabut dan menjadi orang buangan. 

Bjorka pun penuh percaya diri bahwa pemerintah Indonesia tidak akan sanggup melacak identitas temannya. Pasalnya, semua informasi tentang sahabatnya memang sudah dihapus oleh pemerintah Indonesia. 

3. Bukan Pengalihan Isu?!! 

Bjorka dengan lantang menjawab ketakutan netizen Indonesia kalau kemunculannya sebatas pengalihan isu kasus Sambo dan kebijakan pemerintah. Dengan mengungkapkan informasi sahabat WNI-nya, Bjorka meyakinkan bahwa ada tujuan mulia dari setiap aksinya. 

Bjorka ingin meneruskan mimpi-mimpi sahabatnya yaitu membenahi sistem IT di Indonesia. Namun, apakah meretas data pemerintah bisa dibilang membenahi sistem IT? Tentu saja.

Bjorka membantu mengecek seberapa kuat internet security pemerintah. Kalau masih bisa dibobol, berarti keamanan siber Indonesia harus dibenahi. Dengan adanya peretasan dan pembocoran informasi, pemerintah pun dipaksa untuk meningkatkan kinerjanya. 

Sementara itu, Mahfud MD menyatakan bahwa Bjorka memiliki motif gado-gado, seperti motif ekonomi dan motif politik. 

4. Punya Banyak Akun Twitter

Sedikit berbeda dengan hacker pada umumnya yang cenderung tertutup, Bjorka memanfaatkan Twitter untuk berkomunikasi dengan netizen. Mati satu, tumbuh seribu. Ketika satu akunnya ditangguhkan pemerintah Indonesia, Bjorka muncul lagi dengan akun yang baru. 

Beberapa akun Twitter Bjorka, yaitu @bjorkanism @bjorxanism @bjorkanesian. 

5. Hacking Berbau Sentilan 

Tak hanya ibu-ibu saja yang sering nyinyirin kenaikan harga minyak, Bjorka juga beberapa kali menyentil kinerja para pejabat. Beberapa sosok yang memiliki jabatan strategis di pemerintahan turut menjadi target, seperti Mahfud MD, Erick Thohir, Luhut Pandjaitan, dan Puan Maharani. 

Pemilihan target Bjorka pun cukup menarik untuk diulik. Pasalnya, sebagian besar target Bjorka memiliki citra baik di mata publik. Lalu, mengapa mereka tidak lepas dari kritikan Bjorka?

6. Data yang Dicuri Bjorka 

Apa saja data yang berhasil Bjorka curi? Bjorka mengklaim bahwa dia berhasil mendapatkan 1,3 miliar data registrasi prabayar SIM card. Data ini memuat informasi sensitif, seperti nama lengkap, NIK, dan nomor telepon. 

Selain itu, Bjorka juga mengaku sudah menjual 105 juta data WNI yang berasal dari Komisi Pemilihan Umum. Selain itu, tak luput dari ingatan kita bahwa data Menkominfo Johhny G. Plate pun sempat bocor. 

Selain data-data ini, besar kemungkinan Bjorka sudah mengantongi informasi penting lainnya. Maka dari itu, pemerintah harus gerak cepat agar peretasan ini tidak makin berlarut-larut. 

7. Memakai Foto Musisi Swedia dan Islandia

Selintas, nama Bjorka akan mengingatkan kita pada musisi Bjork. Sebenarnya, dugaan ini sama sekali tidak meleset. Pasalnya, satu dari dua foto profile Twitter yang digunakan Bjorka merupakan foto Bjork. Siapakah Bjork? 

Bjork adalah musisi asal Islandia yang melahirkan lagu-lagu fenomenal bernuansa orkestra. Selain foto Bjork, Bjorka juga sempat memakai foto Karin Dreijer yang sama-sama berprofesi sebagai musisi.

Bedanya, Karin atau juga disebut Fever Ray adalah musisi, song writer, dan produser asal Swedia. Menariknya lagi, Fever Ray sering disebut-sebut sebagai jelmaan Bjork, lho. 

Meskipun berasal dari dua negara yang berbeda, keduanya memiliki beberapa kemiripan. Pertama, kedua musisi perempuan ini memiliki image yang kuat dengan tampilan eksentrik nan ekspreksif. 

Kedua, musik yang mereka usung pun cenderung antimainstream dengan music video estetik. Ketiga, lagu yang mereka ciptakan mengusung konsep revolusioner dengan lirik yang mendalam. 

8. Anggota Baru BreachForumS 

BreachForums sangat populer sebagai platform untuk diskusi dan membocorkan data retasan. Kita pun dibuat penasaran dengan sepak terjang Bjorka di forum ini. Sebenarnya, forum ini mirip dengan Kaskus. Anda dapat berdiskusi tentang data-data bocoran di sini.  

Setelah ditelusuri, ternyata Bjorka belum lama bergabung dengan BreachForums. Hacker fenomenal satu ini tercatat baru join ke platform ini pada 9 Agustus 2022. 

Dikutip dari Cnnindonesia.com, Bjorka diketahui hanya online pada 14 Agustus 2022 selama 1 hari 15 jam 49 menit. Melalui forum ini, Bjorka melancarkan aksinya dalam menyebarkan data-data rahasia pemerintah dan perusahaan, seperti Tokopedia dan Wattpad. 

9. Apakah Remaja Asal Cirebon Bjorka yang Asli? 

Saat identitas Bjorka tengah diburu, akun Instagram @volt.anonym membuat sebuah postingan mengejutkan. Menurut akun ini, orang di balik sosok Bjorka adalah Muhammad Said Fikriansyah. 

Said adalah remaja asal Cirebon yang dituduh melakukan peretasan karena dianggap memiliki latar belakang hacking

Said sendiri mengungkapkan bahwa dia tidak tahu sama sekali tentang Bjorka. Dia pun hanya memiliki pengalaman dalam video editing, tetapi tidak untuk hacking. Setelah berita ini mencuat, dia memutuskan untuk menghubungi Polres Cirebon Kota untuk meminta pendampingan. 

10. BIN Sudah Mengantongi Identitas Bjorka?

Rasa penasaran Anda tentang auktor intelektual peretasan fenomenal di Indonesia mungkin akan segera berakhir. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD meyakinkan bahwa Bjorka telah teridentifikasi oleh Badan Intelejen Negara (BIN). 

Mengutip dari Cnnindonesia.com, BIN telah berhasil memperoleh gambaran pelaku. Akan tetapi, sementara ini informasi gambaran pelaku bukan untuk konsumsi publik. Alat pelacak lokasi Bjorka pun sudah ada. Dengan demikian, kita dapat berekspektasi bahwa Bjorka akan segera ditangkap. 

Kemunculan Bjorka memang sempat membuat geger seantero negeri. Mengesampingkan benar atau tidaknya informasi yang Bjorka bocorkan, apa yang bisa kita petik dari kasus peretasan ini? 

Besar kemungkinan peretasan ini merupakan usaha Bjorka untuk menyentil pemerintah tentang pentingnya keamanan data. Mahfud MD meyakini kalau hacking Bjorka tidak terlalu canggih. Akan tetapi, aksi ini dilancarkan untuk mengingatkan pemerintah bahwa keamanan data harus diperhatikan. 

Setelah melihat aksi Bjorka, apakah dia layak dilabeli sebagai penjahat? Atau mungkin, Anda lebih menggolongkannya sebagai white hacker yang memperjuangkan kepentingan orang banyak? Untuk detail white hacker, Anda bisa baca di “Tidak Selalu Jahat, Inilah Pengertian Hacker yang Sesungguhnya“.

 

Sumber: 

  1. Bbc.com
  2. Cnnindonesia.com
  3. Cnbcindonesia.com
  4. Tribunnews.com
  5. Jabarekspres.com
  6. Loudandquiet.com
  7. Cnnindonesia.com 

Image by rawpixel.com on Freepik

 

Browse blog by tag

Back To Top