sharpnel_content
EdTech Indonesia, Pemerintah Umumkan Daftar Rekomendasi Platform Online Learning

21 Jul 2020


EdTech Indonesia, Pemerintah Umumkan Daftar Rekomendasi Platform Online Learning

Share

Dengan adanya pandemi COVID-19, kebijakan physical distancing pun diberlakukan hampir di seluruh negara di dunia. Kondisi ini pun membuat EdTech yang sudah merangkak naik beberapa tahun terakhir makin aktif selama pandemi. Lantas, apa itu EdTech? EdTech yang berasal dari gabungan kata “edukasi” dan “teknologi” ini memiliki arti penggunaan suatu teknologi untuk mendorong terjadinya inovasi di dunia pendidikan.  

Sama halnya dengan di Jepang, prep school dan cram school konvensional pun kini tersedia secara online. Anda pun dapat belajar berbagai topik, seperti bahasa, teknologi, dan marketing di situs Udemy, Study Sapuri English, Schoo, dan lain-lain. Melihat tren ini, DX Navigator mengulas tentang geliat EdTech di Amerika Serikat. 

Menurut perusahaan riset Equal Ocean, meskipun EdTech di Amerika Serikat tumbuh pada sektor pendidikan tinggi dan pendidikan untuk orang dewasa dan pekerja, pasar untuk anak dari TK sampai SMA di Tiongkok (K-12) dikatakan lebih memimpin pasar. Investasi EdTech sebesar 39% pada tahun 2019 di Amerika Serikat difokuskan pada delapan perusahaan besar, yaitu Guild Education, BetterUp, Coursera, Andela, Degreed, MindTickle, EdCast, dan A Cloud Guru. Semua layanan ini ditujukan untuk pekerja dengan fokus pada efisiensi kerja dan pelatihan ahli. *2

Sementara itu, Indonesia akan mengenyam bonus populasi yang terus berlanjut hingga tahun 2045 atau 2050. Tentu saja, EdTech ini tak terbatas untuk anak-anak saja, tetapi bisa diartikan bahwa peningkatan populasi ini memiliki potensi yang sangat besar. Bank Dunia pun memberikan daftar hambatan apa saja yang mesti dihadapi dari potensi yang besar ini. 

Hambatan dari penyedia layanan 

  • Pembiayaan
  • Biaya untuk mendapatkan pelanggan baru
  • Minimnya SDM untuk pengembangan dan pemeliharaan layanan

Hambatan dari sisi pengguna

  • Kurangnya kemauan sekolah atau keluarga untuk membayar biaya layanan
  • Kurangnya literasi digital di sisi penyedia layanan pendidikan
  • Keterbatasan infrastruktur (lingkungan sekitar, kecepatan jaringan)

Lebih lanjut, pemerintah Indonesia merekomendasikan layanan pendidikan online sebagai salah satu langkah melawan penyebaran COVID-19. Pada bulan April, Presiden Joko Widodo pun mengumumkan daftar platform online learning yang direkomendasikan oleh pemerintah. 

  • Ruang Guru
  • Zenius
  • Google
  • Microsoft
  • Quipper
  • Sekolahmu
  • Kelas Pintar

Quipper adalah aplikasi online learning yang dirilis oleh orang Jepang di Inggris dan anak perusahaan dari Recruit Marketing Partners Co..Ltd., Hal ini pun menjadi sebuah berita besar karena layanan yang dibuat orang Jepang ini direkomendasikan oleh presiden. 

Sejak tahun lalu, kita telah menyambut pendiri Gojek, Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan harapan adanya percepatan inovasi pendidikan di Indonesia. 

 

Browse blog by tag

Back To Top