sharpnel_content
Apa Itu Transformasi Digital?

27 Jul 2020


Apa Itu Transformasi Digital?

Share

Transformasi digital (DX) adalah transformasi gaya hidup dan gaya bisnis menjadi lebih baik dengan teknologi digital. Kini, dengan meningkatnya penggunaan smartphone dan internet serta meningkatnya angka orang yang online, kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari digital selama 24 jam per minggu.  

Oleh karena itu, proses pengadopsian DX di setiap model bisnis perusahaan dipercaya tidak hanya meningkatkan keefektifan pemasaran dan efisiensi operasional/ memangkas biaya, tetapi juga mengubah nilai seseorang. 

Definisi Transformasi Digital  

Transformasi Digital (DX) adalah sebuah konsep yang diajukan oleh Profesor Erik Stolterman dari Universitas Umea Swedia pada tahun 2004. 

Singkatnya, transformasi digital akan mengubah nilai dari gaya hidup dan gaya bisnis Anda. Kita dapat memperkaya kehidupan masyarakat dengan membalik kerangka bisnis yang ada dan mengubahnya menjadi yang lebih baik. 

Lalu, dari manakah istilah DX berasal? DX merupakan singkatan dari bahasa Inggris Digital Transformation. Dalam notasi bahasa Inggris “trans” sering kali disebut dengan “x” yang berarti persilangan. Kemudian, Digital Xformation ini disingkat dan dikenal dengan DX.

DX pun menjadi tempat terjadinya perubahan proses penyediaan nilai yang ada, tetapi sulit untuk menentukan jenis teknologi apa yang paling dibutuhkan dalam DX. DX adalah apa yang dibutuhkan untuk menciptakan layanan yang menyebabkan perubahan nilai baru dalam sistem penyediaan nilai. 

Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa DX disebabkan oleh adanya perubahan dalam sistem penyediaan nilai. Sementara itu, teknologi yang dibutuhkan untuk mengubah mekanisme ini tergantung pada layanan yang ingin Anda ciptakan.  

Kenapa Transformasi Digital Menarik Perhatian? 

Pada era modern, inovasi teknologi yang luar biasa termasuk teknologi IT menjanjikan proses yang cepat. Sementara itu, pada proses model bisnis konvensional di berbagai bidang bisnis kemampuan untuk merespon secara fleksibel terhadap lingkungan telah berubah dan biaya operasional meningkat karena personalisasi kerja. Hal ini pun menyebabkan adanya kesenjangan yang mencolok terlepas dari ukuran bisnisnya. 

Perusahaan tidak dapat bertahan pada era seperti ini hanya dengan meningkatkan sistem operasional konvensional, seperti peningkatan efisiensi produksi, meningkatkan kecepatan pemrosesan, dan mengurangi biaya produksi. Dengan menerapkan DX di tiap perusahaan dan mengubah nilai seseorang, bisnis yang terjebak pada lingkungan masyarakat yang kompetitif akan memimpin pasar pada masa mendatang.

Browse blog by tag

Back To Top