sharpnel_content
Siapkah Anda Menghadapi Revolusi Industri 4.0?

Blog 02 Jul 2020


Siapkah Anda Menghadapi Revolusi Industri 4.0?

Share

Saat masih banyak perusahaan yang terbata-bata dalam mengadopsi strategi komputerisasi dan robot buah dari Revolusi Industri 3.0, dunia sudah beralih ke Revolusi Industri 4.0! Perusahaan yang sudah kalah start ini pun harus all out untuk mengejar ketertinggalan. Sebab, teknologi yang dipakai pada Revolusi Industri 4.0 sudah jauh lebih canggih lagi yaitu otomatisasi dan cyber

Jika tak menyikapi tren industri ini secara cekatan, keberlangsungan bisnis Anda bisa menjadi taruhan. Jangan sampai perusahaan Anda memiliki nasib yang sama seperti Kodak atau Toys ‘R’Us. Meski keduanya sama-sama perusahaan raksasa pada masanya, tetapi mereka harus tumbang di tangan digitalisasi. 

Dan tidak ada jaminan jika bisnis Anda tidak akan mengalami nasib yang sama seperti mereka. Semua ini tergantung dari bagaimana Anda menyikapi Revolusi Industri 4.0 secara sigap dan tepat. 

Lalu, bagaimana cara menyikapi Revolusi Industri 4.0 dengan sigap dan tepat? 

Pahami Dulu Konsep Revolusi Industri 4.0 

Tak kenal maka tak sayang. Dimulai dari memahami definisi revolusi industri 4.0, Anda akan mengetahui langkah apa yang mesti diambil. Definisi dari revolusi industri adalah perubahan cara produksi secara besar-besaran yang terjadi dalam waktu singkat

Karena prosesnya yang cepat, revolusi memberikan dampak yang signifikan di lingkungan sosial, politik, dan ekonomi. Perubahan massal ini bahkan sanggup menenggelamkan eksistensi perusahaan berpengaruh yang tak berhasil beradaptasi dengan cara produksi yang baru. 

Sejarahnya, revolusi industri dimulai dari penggunaan mesin uap pada abad ke-18 (Revolusi Industri 1.0). Diikuti penggunaan tenaga listrik (Revolusi Industri 2.0) dan komputer serta robot (Revolusi Industri 3.0). Kini, kita menyongsong Revolusi Industri 4.0 yang memakai kombinasi teknologi cyber dan otomatisasi atau biasa disebut Internet of Things (loT). 

Belajar dari Kebangkrutan Perusahaan Raksasa, Segera Adopsi Teknologi Revolusi Industri 4.0!

Teknologi Revolusi Industri 4.0

Kodak, Toys’R’US, dan Disc Tarra adalah contoh kecil perusahaan yang menyerah di tangan Revolusi Industri 3.0. Dari ketiga perusahaan ini kita bisa mengambil pelajaran berharga bahwa tidak ada sesuatu yang abadi dalam bisnis dan teknologi. Kala itu, rasanya sangat mustahil jika ketiga perusahaan besar ini akan lengser dari posisi atas. 

Strategi bisnis selalu berubah dan Anda dituntut harus terus berevolusi dan berinovasi. Jika ingin survive pada Revolusi Industri 4.0, persiapan yang bisa dilakukan adalah belajar untuk mengubah perspektif bahwa teknologi adalah musuh. 

Alih-alih musuh, Anda harus mulai berdamai dengan teknologi. Konon, jika Anda ingin menjadi pemenang dalam pertarungan Revolusi Industri 4.0, teknologi adalah kunci utamanya. Artinya, Anda harus mulai mengubah strategi bisnis Anda ke Internet of Things (loT). 

Meski terasa tidak begitu adil, tetapi mau tidak mau Anda memang harus membangun pondasi transformasi digital yang kuat selama Revolusi Industri 4.0. Internet of Things (loT) bisa menjadi sebuah solusi cerdas untuk tetap bertahan dan memenangkan pasar. Dengan loT, Anda bisa menciptakan konektivitas dan daya komputasi yang kuat dan kredibel. 

Cetak Tenaga Ahli IT yang Terampil

Tenaga Ahli IT AQI

Kita memang tak bisa menutup mata kalau datangnya Revolusi Industri 4.0 bisa menyebabkan peningkatan pengangguran. Nantinya, semua pekerjaan repetitif bisa digantikan oleh robot ataupun otomatisasi. Dengan kata lain, hanya sumber daya manusia dengan skill khusus saja yang dibutuhkan. 

Tantangan terbesar dari setiap perusahaan adalah untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu bersinergi dengan era digitalisasi. Dengan demikian, SDM perusahaan Anda akan selalu sigap dalam menghadapi revolusi industri. Mungkin ini adalah PR terbesar perusahaan di Indonesia karena jumlah SDM yang unggul sangatlah sedikit. 

Bagaimana jika belum memiliki tenaga ahli IT yang menguasai teknologi terbaru? 

Jumlah tenaga ahli IT yang menguasai teknologi terbaru di Indonesia sangatlah terbatas. Sementara untuk mencetak tenaga ahli yang handal tidak bisa instan. Solusinya, Anda bisa memakai tenaga ahli IT kami yang handal di bidangnya. Tim kami sudah berpengalaman bekerja dengan klien dari Jepang sehingga layanan kami sudah pasti berstandar Jepang. 

Tak hanya itu, headquarter perusahaan kami AsiaQuest Japan sudah mulai mengembangkan Internet of Things (loT). Ke depannya, layanan ini juga dapat dinikmati di Indonesia. Untuk saat ini, konsultasikan terlebih dahulu tujuan bisnis yang ingin Anda capai kepada tim kami. Tim kami akan melakukan analisis dan memberikan suggestion teknologi apa yang sesuai dengan kondisi dan tujuan bisnis Anda. Kami siap menemani perjalanan bisnis Anda dalam adopsi transformasi digital. 

Browse blog by tag

Back To Top