sharpnel_content
Oita Salamander Transparan dengan Bentuk 3D!

Blog 05 Nov 2020


Oita Salamander Transparan dengan Bentuk 3D!

Share

Kota Usa di Prefektur Oita, Jepang merupakan satu-satunya habitat alami bagi Salamander Raksasa Jepang. Spesies ini ditemukan dalam keadaan mati di saluran irigasi distrik Innaimachi, Usa-shi, Oita, pada tahun 2018.

Salamander  raksasa Jepang disebut-sebut sebagai aset budaya, sehingga ia begitu penting. Maka dari itu, pejabat setempat kemudian membuat tampilan 3D (tiga dimensi) dari spesies tersebut, untuk kemudian diperlihatkan kepada khalayak umum.

Pembuatan model 3D dari Salamander raksasa Jepang merupakan proyek dari pemerintah lokal kota Usa (Usa-shi). Kini, proyek pemodelan tersebut sudah selesai dan masyarakat umum bisa melihat hasilnya di situs resminya.

Pemodelan 3D untuk Menampilkan Segala Sisi Tubuh Salamander

Spesies salamander raksasa Jepang yang merupakan aset budaya, kini bisa dilihat dengan jelas segala sisi tubuhnya melalui pemodelan 3D. Bahkan, penonton juga bisa melihat kerangka dan organ dalam dari spesies tersebut karena ia dibuat dalam model 3D yang transparan.

Proyek pemodelan 3D dilakukan oleh sebuah perusahaan teknologi Jepang yang berbasis di Yokohama, yaitu JMC Corp. Proyek ini merupakan ‘pesanan’ pemerintah lokasl kota Usa di Prefektur Oita. Adapun, pemodelan 3D didasarkan pada spesimen salamander raksasa Jepang sepanjang 73 sentimeter yang kebetulan telah diawetkan dalam sebuah freezer.

Proses pemodelan 3D dari spesies langka tersebut menggunakan pemindai berbasis tomografi komputer (CT scanner), yang kemudian menyinari spesimen dengan sinar X demi mendapatkan visual dari struktur internal salamander, yang kemudian direproduksi dengan grafis.

Hasil pemodelan 3D ini kemudian memamerkan tampilan luar salamander, tampilan kerangka salamander, dan citra tomografi dari struktur internal.

Model 3D Salamander untuk Keperluan Edukasi

Pemerintah lokal kota Usa di prefektur Oita memutuskan untuk memulai proyek pemodelan 3D salamander raksasa Jepang dengan tujuan edukasi dan penelitian. Apalagi pemerintah pusat sudah menetapkan Salamander raksasa Jepang sebagai sebuah aset budaya.

Sungai Yakkangawa di distrik Innaimachi, Kota Usa merupakan habitat bagi spesies salamander yang langka tersebut. Sejak tahun 2000, pemerintah kota telah memasang mikrochip pada spesies tersebut untuk tujuan perlindungan (hingga saat ini ada 420 ekor yang dipasang mikrochip).

Pemerintah Jepang merekomendasikan model 3D dari Salamander raksasa Jepang untuk digunakan sebagai alat bantu peraga dalam mengajar. Melalui model 3D tersebut, masyarakat bisa tahu bahwa salamander menyimpan benda-benda yang belum dicerna, misalnya cakar krustasea dan tulang katak. Model tersebut juga menunjukkan bahwa spesimen salamander yang ditemukan tersebut mengalami patah tulang di rahang bawah.

Kemudian, model 3D menunjukkan bahwa salamander memiliki gigi vomerine, yaitu gigi runcing yang jumlahnya banyak. Ini menunjukkan bahwa salamander tersebut adalah spesies pemangsa.

Model 3D Gantikan Pembedahan yang Sulit

Menurut pejabat setempat, salamander raksasa Jepang maupun hewan amfibi besar lainnya sulit untuk dibedah dan dibuat menjadi spesimen. Sehingga, mustahil untuk mengetahui secara detail mengenai struktur kerangka dan ciri-ciri lainnya.

Akan tetapi, semua kesulitan tersebut terselesaikan dengan pemodelan 3D. Nantinya model 3D ini bisa digunaka untuk penelitian, mengajar ekologi salamander kepada siswa sekolah dasar, menumbuhkan minat masyarakat untuk lebih menjaga lingkungan terutama sungai sebagai habitat dari salamander tersebut

Adapun model 3D dari spesies salamander raksasa Jepang bisa dilihat di situs resmi Kota Usa, situs resmi JMC Corp, dan buku CT Seibutsu Zukan.

 Sumber: asahi.com

Photo by: Wikipedia

Browse blog by tag

Back To Top