sharpnel_content
Kejahatan Siber Meningkat, Cari Tahu Faktanya di Sini!

Blog 08 Des 2020


Kejahatan Siber Meningkat, Cari Tahu Faktanya di Sini!

Share

Pandemi meningkatkan jumlah pengguna internet karena orang-orang kini beralih cara interaksi ke online untuk membatasi pergerakan manusia di luar. Tanpa kita sadari, meningkatnya pengguna internet ikut meningkatkan jumlah kejahatan siber (cybercrime).

Kejahatan siber bukan kata yang baru, sejak munculnya internet dua dekade silam, kejahatan siber sudah muncul. Akan tetapi, Anda mungkin belum menyadari bahaya dari kejahatan siber, untuk itu mari kita cari tahu faktanya di sini.

Muncul Tahun 2000 an

Kalau kalian baru mendengar kata kejahatan siber (cybercrime) baru-baru ini, bukan berarti ini hal baru. Kenyataannya, kata kejahatan siber sudah ada sejak 20 tahun lalu, tepatnya di tahun 2000-an. 

Ini untuk kata cybercrime nya saja, lho. Kalau kejahatan siber yang pertama kali muncul tahun 1988, dimana saat itu hampir 10% komputer di dunia yang terhubung dengan internet mati total karena virus yang dibuat oleh penjahat siber.

Menurut gudangssl.id kejahatan siber di Indonesia ada di peringkat ke dua setelah Jepang. Ini bukanlah prestasi yang bagus, artinya kualitas keamanan siber di Indonesia harus lebih ditingkatkan lagi. Apalagi dengan meningkatnya jumlah pengguna internet selama pandemi COVID19, ada semakin banyak pengguna internet yang harus dilindungi dari kejahatan siber.

Pengertian Kejahatan Siber

Kejahatan siber (cybercrime) merupakan tindakan kriminal yang dilakukan dengan memanfaatkan media internet. Tindakan kriminal tersebut bertujuan untuk keuntungan pribadi dan tentunya merugikan pihak lain.

Kejahatan siber umumnya dilakukan oleh orang-orang yang paham IT (Internet Technology) dan yang menjadi korban biasanya orang-orang yang kurang begitu ahli dalam dunia IT, misalnya anak-anak, orang tua, dan pengguna internet yang masih baru.

Jenis-jenis kejahatan siber

Ada banyak sekali jenis kejahatan siber yang ada di dunia, tapi secara umum yang paling populer misalnya seperti di bawah ini.

Unauthorized access

Secara harfiah, unauthorized access artinya adalah akses yang tidak sah. Akses ini dilakukan bukan oleh orang yang berwenang atau sah, atau bisa juga disebut sebagai sebuah akses ilegal. 

Akses tidak sah tersebut dilakukan setelah si penjahat siber membobol akun korban, mencuri data kredensial, dsb. Korban biasanya dirugikan dalam bentuk kehilangan akun, kehilangan data, bahkan kehilangan uang.

Konten Ilegal

Konten ilegal merupakan jenis kejahatan siber yang memunculkan konten dengan informasi keliru, palsu, melanggar hukum, dan berbahaya. Contoh dari kejahatan ini misalnya adalah konten HOAX yang selama ini sering sekali beredar di masyarakat. Untuk menghadapi HOAX, masyarakat perlu diberikan edukasi mengenai pentingnya kroscek akan berita yang disebarkan.

Hacking – Cracking

Hacking dan cracking merupakan contoh kejahatan siber yang paling banyak dilakukan. Hacking dan cracking adalah tindakan membajak akun, website, menyebarkan virus, dsb. Motif hacking dan cracking bervariasi, ada yang motifnya uang, dendam, maupun hanya bentuk kepuasan semata.

Data Forgery

Data forgery merupakan jenis kejahatan siber yang lumayan baru. Ini adalah tindakan memalsukan data pada dokumen penting yang tersimpan sebagai scripless document. Contoh kasus ini misalnya duplikasi web internet banking Bank BCA klikbca.com. 

Pelaku kejahatan membuat duplikasi klikbca.com yang persis aslinya, padahal palsu, dan alamatnya dibuat mirip yaitu klik-bca.com, kilk.bca.com, dan clickbca.com. Domain yang mirip tapi palsu tersebut, bila nasabah memasukkan data username dan passwor di situ, maka data bisa dicuri.

Carding 

Carding sesuai namanya, merupakan jenis kejahatan siber yang melibatkan pemegang kartu kredit (biasanya). Pelaku biasanya sudah mengantongi data kartu kredit calon korban untuk digunakan bertransaksi. Maka dari itu, kini kartu kredit dilindungi dengan sistem keamanan berlapis seperti 3D secure, chip kartu kredit, dan PIN kartu kredit.

Data Theft

Di era transformasi digital saat ini, data menjadi aset penting. Maka dari itu, tak jarang data menjadi sasaran para penjahat siber. Pencurian data penting sekarang ini marak baik untuk tujuan pribadi maupun untuk dijual kembali kepada pihak lain.

Cyber Espionage

Cyber espionage adalah tindakan memata-matai orang lain dengan memanfaatkan jaringan internet. Tindakan ini dilakukan untuk mencuri data penting pemerintahan atau militer dengan memanfaatkan server proxy.

Setelah mengetahui fakta-fakta mengenai kejahatan siber di atas, semoga kita semua bisa semakin berhati-hati dalam berinternet. Jangan sampai kita menjadi korban para penjahat siber yang motifnya bermacam-macam, bisa karena iseng, ingin pamer kepintaran, maupun motif keuangan.

Sumber: gudangssl.id
Technology photo created by master1305 – www.freepik.com

Browse blog by tag

Back To Top