sharpnel_content
Hai Clean, Aplikasi Mitra Laundry Rumahan karya Mahasiswa UMM

Blog 11 Nov 2020


Hai Clean, Aplikasi Mitra Laundry Rumahan karya Mahasiswa UMM

Share

Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merancang sebuah startup penghubung laundry rumahan yang diberi nama Hai Clean. Aplikasi ini nantinya akan diperuntukkan bagi para pemilik laundry dalam skala usaha kecil dan menengah.

Hai Clean dikembangkan oleh empat mahasiswa UMM yang terdiri dari Abdul Chatil, Susi Anivah, Fajriah Fatimah, dan Rina Yunia Irianti. Aplikasi Hai Clean diajukan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang akan diikutkan dalam kompetisi mahasiswa secara nasional.

Melalui aplikasi Hai Clean, pemilik laundry rumahan kini bisa menerima pesanan laundry secara online. Pelanggan bisa memilih laundry yang dia inginkan melalui aplikasi. Dengan Hai Clean, laundry rumahan yang berada dalam gang kecil pun bisa mendapatkan pesanan.

Masyarakat kalangan menengah ke bawah juga akan terbantu dengan semakin banyaknya pilihan laundry yang tersedia. Pelanggan bisa memilih laundry berdasarkan jarak maupun kecocokan harga dan kualitas.

Pemilik laundry rumahan yang menaruh layanan laundry nya di Hai Clean bisa menentukan tarif laundry nya sendiri, mengadakan promosi maupun diskon, dsb. Untuk fasilitas-fasilitas bagi pemilik laundry tersebut, penyedia aplikasi Hai Clean tidak memungut jasa.

Pemilik laundry hanya perlu melakukan deposit dana dengan nominal awal minimal Rp 75.000. Nantinya, setiap kali ada pesanan yang diterima, akan otomatis dipotong Rp 1000. Tidak ada biaya pendaftaran untuk mitra laundry yang ingin menerima pesanan via aplikasi Hai Clean.

Laundry: Bisnis Rumahan dengan Prospek Cemerlang

Tak semua orang memiliki mesin cuci di rumahnya. Belum lagi untuk kalangan mahasiswa dan orang kantoran yang tinggal sendirian di kos, tentunya urusan cuci baju menjadi persoalan tersendiri. Tak jarang, mahasiswa atau orang kantoran memilih untuk me-laundry bajunya.

Maka dari itu, nampaknya usaha laundry rumahan memiliki prospek yang bagus. Tak heran kalau di dalam gang-gang kecil sekalipun kita menemukan rumah yang membuka jasa laundry baju.

Akan tetapi, terkadang usaha laundry rumahan mengalami kesulitan pemasaran. Usaha yang masih dalam taraf rumahan dengan modal yang tak begitu besar tentu menyulitkan para pemilik untuk berkembang dan mempromosikan usahanya dengan lebih baik.

Kehadiran aplikasi Hai Clean tentu menjadi secercah harapan bagi usaha laundry rumahan, usaha laundry kecil hingga menengah, untuk bisa mendapatkan lebih banyak pelanggan. Pemasaran dan promosi jasa bisa dilakukan di aplikasi Hai Clean sehingga lebih banyak orang akan bisa melihat jasa yang mereka tawarkan.

Bagi pelanggan, tentu aplikasi Hai Cleaan juga akan membantu. Kadang sulit juga menemukan laundry yang ternyata letaknya ada di dalam gang kecil. Laundry-laundry dengan papan nama yang besar dan mencolok lah yang akan lebih banyak menerima pelanggan.

Tapi dengan aplikasi Hai Clean, kini persoalan tersebut bisa teratasi. Pelanggan dapat memesan jasa laundry yang terdekat dengan tempat tinggal, atau jasa laundry yang harganya cocok dengan kantong mereka.

Teknologi Digital untuk Semua Kalangan

Dari contoh di atas, kita menjadi tahu bahwa teknologi digital bukan milik korporasi besar. Teknologi digital justru menyamaratakan peluang, dari yang tadinya akses pemasaran luas hanya milik perusahaan berduit, kini usaha kecil menengah bisa mendapatkan peluang yang sama besarnya.

Maka dari itu, sebagai masyarakat yang tengah berkembang, kita harus beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital. Fasilitas-fasilitas yang ada hendaknya bisa dimanfaatkan untuk kemajuan bisnis. Setuju? 

Ingin tahu lebih banyak tentang dunia teknologi digital? Hubungi kami di [email protected] untuk informasi lebih lanjut tentang transformasi digital.

Referensi: republika.co.id

Photo by Nastya Dulhiier on Unsplash

Browse blog by tag

Back To Top