sharpnel_content
Fakta inDriver, Aplikasi Ride Sharing yang Jadi Penantang Gojek dan Grab

Blog 12 Nov 2020


Fakta inDriver, Aplikasi Ride Sharing yang Jadi Penantang Gojek dan Grab

Share

Teknologi digital yang berkembang dengan pesat mampu membantu kehidupan manusia. Aplikasi Gojek dan Grab misalnya yang telah membantu masyarakat Indonesia untuk mendapatkan penghasilan dari aktivitas pengantaran orang, barang, maupun makanan dengan bantuan aplikasi digital.

Kali ini, muncul pesaing baru Gojek dan Grab, yaitu inDriver, sebuah aplikasi ride sharing yang siap berkompetisi di pasar transportasi online Indonesia.

Apa itu inDriver?

Belakangan ketika berselancar di sosial media, kita pasti menemukan iklan aplikasi inDriver. Mungkin kita bertanya-tanya, apa sih ini inDriver? Gojek dan Grab saja sudah sangat mendominasi pasar, berani sekali inDriver muncul jadi penantang. Apakah produk dan layanan yang ditawarkan sama dengan Gojek dan Grab?

inDriver merupakan aplikasi ride sharing online. Ridesharing kalau kita terjemahkan ke bahasa Indonesia kurang lebih menumpang atau nebeng. Misalnya, Anda pulang kantor dan menggunakan kendaraan sendiri. Nah, karena sendirian, kenapa tidak memanfaatkannya untuk mendapatkan penghasilan tambahan, yaitu dengan mengijinkan orang lain nebeng kendaraan Anda dengan imbalan uang.

Kalau seperti ini konsepnya, maka siapapun bisa menyediakan tebengan untuk orang lain yang tidak punya kendaraan. Enaknya, kan ada imbalan uang dari kegiatan tersebut. Kalau dilihat dari konsepnya sih, ini cuma jadi pekerjaan sampingan saja ya. 

Asal inDriver?

Berbeda dengan Gojek yang merupakan karya anak bangsa, atau Grab yang karya orang Malaysia, inDriver ini merupakan produk asal Rusia, tepatnya dari kota Yakutsk, Siberia. Awal mulanya adalah di tahun 2012, di mana musim dingin saat itu mencapai -45 derajat. Hal tersebut membuat harga taksi dua kali lipat lebih mahal.

Melihat kondisi ini, para mahasiswa membuat grup pengemudi independen dari jejaring sosial Vkontakte (semacam facebooknya orang rusia). Grup terus menjadi populer dan berkembang pesat dalam waktu singkat saja. Akhirnya terbentuklah aplikasi inDriver yang kini hadir di 300 kota di dunia.

Satu Aplikasi untuk Pengemudi dan Penumpang

Baik itu pengemudi maupun penumpang, menggunakan aplikasi inDriver yang sama. Aplikasi ini bisa digunakan baik untuk pengemudi maupun penumpang. Tidak ada aplikasi khusus pengemudi.

Hanya untuk Mobil

Sayang sekali, mayoritas jalan di Indonesia didominasi kendaraan roda dua seperti motor. Akan tetapi, inDriver hanya melayani ridesharing mobil. Wah, padahal orang Indonesia lebih suka naik transportasi yang hemat biaya seperti ojek ya.

Selain itu, inDriver juga tidak melayani pengantaran barang atau pembelian makanan seperti aplikasi Gojek dan Grab.

Harga ditentukan oleh Pengemudi

Nah, perbedaan inDriver dengan aplikasi ride sharing lain adalah di soal penentuan harga. Di inDriver, penumpang bisa memasang tarif antar untuk tujuan pengantaran. Bagi penumpang, ketika ia akan mencari tumpangan, maka aplikasi akan memunculkan beberapa pengemudi dengan tarif yang mereka ajukan. Penumpang tinggal memilih pengemudi dengan tarif yang mereka inginkan.

Referensi: Kumparan.com

Photo by Saulo Mohana on Unsplash

Browse blog by tag

Back To Top