sharpnel_content
Definisi AI dan Cara Kerjanya

Blog 03 Jul 2020


Definisi AI dan Cara Kerjanya

Share

AI atau Artificial Intelligence acap kali dianggap sebagai ancaman karena dapat menggeser peran manusia. Kekhawatiran ini tentu bukan sesuatu yang salah. Namun, jangan sampai rasa takut akan berkurangnya lapangan pekerjaan membuat Anda terlampau sentimen dengan AI. Sebab, AI dipercaya akan memiliki andil yang besar dalam kemajuan dunia digital pada masa mendatang. 

Persoalan selanjutnya, seberapa siap perusahaan Anda dalam mengadopsi AI? Jika selama ini Anda menunda proses pengadopsian AI, pertimbangkanlah mulai sekarang. Sebelum melangkah lebih jauh, pahami terlebih dahulu definisi AI dan cara kerjanya agar bisa memanfaatkannya secara maksimal. Let’s check this out

Definisi AI ( Artificial Intelligence ) 

Definisi-Ai-Artificial-Intelligence

Awal mula terciptanya AI berasal dari keinginan untuk membuat suatu mesin dapat berpikir layaknya manusia. Dulunya, manusia membuat mesin untuk memudahkan pekerjaan. Anda hanya perlu mengoperasikan mesin tersebut untuk melakukan pekerjaan repetitif yang membutuhkan banyak tenaga. Namun, setelah produksi mesin meningkat pesat, ilmuwan pun memiliki ambisi yang baru. 

“Bagaimana jika mesin-mesin ini memiliki kecerdasan seperti manusia?”

Berawal dari keinginan ini, diciptakanlah kecerdasan buatan atau AI. Dengan ditanami AI, mesin memiliki kemampuan untuk berpikir, melakukan nalar, dan koreksi diri. Mesin ini nantinya mampu memberikan solusi atas suatu masalah (problem solving) dengan cara meniru cara berpikir manusia. Anda pun bisa memanfaatkan AI untuk untuk mencapai tujuan tertentu dengan lebih cepat dan mudah. 

Namun, untuk definisi yang lebih akurat, kita bisa berpatokan pada pendapat ahli. Menurut salah satu pendiri kecerdasan buatan yaitu John McCarthy, AI merupakan “the science and engineering of making intelligent machines”. Jika masih terasa sulit untuk dipahami, definisi AI yang lebih sederhana yaitu proses simulasi kecerdasan manusia di suatu mesin melalui sistem komputer. 

Sebagai gambaran mudahnya, mesin konvensional tidak dapat berfungsi tanpa dioperasikan oleh manusia. Namun, dengan adanya kecerdasan buatan, mesin ini dapat berpikir dan menganalisis sesuatu secara otomatis tanpa campur tangan manusia.

Inilah alasan mengapa AI diprediksi dapat menggantikan peran manusia pada masa mendatang. Tenaga manusia terbatas, tetapi tidak untuk mesin. Jika sama-sama cerdas dan mampu menyelesaikan pekerjaan yang sama, mesin yang ditanami AI pasti lebih dilirik.  

Bagaimanakah Cara Kerja AI?

Bagaimanakah-cara-kerja-ai

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara kerja AI? Bagaimana mungkin sistem komputer memiliki kekuatan untuk membuat suatu mesin dapat berpikir dan bertindak seperti manusia? Kuncinya terletak pada pemakaian algoritma yang sudah diatur dengan sistem pemrograman. 

Untuk bisa bekerja seperti pikiran manusia, AI membutuhkan sistem yang didukung oleh algoritma. Algoritma ini memiliki beberapa jenis, yaitu deep learning, machine learning, dan instruksi lain yang sudah ditentukan. Algoritma yang paling umum dipakai pada AI adalah machine learning

Machine learning ini akan memasukkan data ke sistem komputer sehingga AI dapat bekerja sesuai dengan tugasnya. Dengan memakai teknik statistik, machine learning mendorong AI untuk belajar dan memangkas proses pengkodean yang panjang. 

Lebih lanjut mengenai AI dikutip dari SAS, AI bekerja dengan mengombinasikan banyak data dengan algoritma cerdas dalam waktu yang cepat dan berulang. Hasilnya, perangkat lunak dapat beroperasi secara otomatis sesuai dengan pola pemrograman yang sudah ditentukan di data. Dengan begini, AI hanya dapat mengolah data yang ada di dalam sistem saja. Mereka akan fokus untuk menyelesaikan persoalan sesuai dengan tujuan pembuatannya. 

Lalu, Seberapa Jauh Algoritma AI dapat Bekerja? 

Definsi-ai-dan-cara-kerjanya-2

Algoritma AI deep learning dan machine learning masuk dalam klasifikasi Artificial Narrow Intelligence (ANI) atau AI Lemah. Artinya, fungsi mereka masih sangat terbatas dan hanya mampu melakukan satu task saja. Kendati kemampuannya terbatas, secara garis besar ANI dapat melakukan empat hal. 

Menurut Norvig and Russell dikutip dari Builtin.com, algoritma ini dapat melakukan empat hal berikut ini:

  1. Berpikir secara manusiawi 
  2. Berpikir rasional
  3. Berperilaku secara manusiawi 
  4. Berperilaku rasional

ANI tentu berbeda jauh dengan kecerdasan manusia yang dapat melakukan problem solving untuk semua jenis masalah. Terlebih lagi, AI masih belum bisa melakukan inovasi seperti manusia. Beberapa contoh ANI, yaitu self-driving car, Siri, Google Search, Chat Bot, dan lainnya. 

Setelah keberhasilan AI Lemah, ilmuwan pun memiliki ambisi yang lebih besar yaitu membuat kecerdasan buatan yang melebihi kecerdasan manusia. AI dengan kategori ini disebut juga dengan Artificial General Intelligence (AGI) atau AI Kuat. Nantinya, AI memiliki kemampuan untuk melakukan pemecahan masalah seperti otak manusia. 

Ambisi yang terasa tak masuk akal ini berhasil divisualisasi secara sempurna dalam film Sci-Fi “Transcendence”. Film ini berkisah tentang ambisi seorang ilmuwan bernama Dr. Will Caster dalam mengembangkan kecerdasan buatan (AI) yang melampaui kecerdasan manusia. 

Program ini hampir saja terwujud, tetapi Dr. Will Caster ditembak oleh kelompok antiteknologi. Sang istri pun berusaha menyelamatkan nyawa Dr. Will Caster dengan menghubungkan teknologi komputer dengan otak Dr. Will Caster. 

Sayangnya, sampai detik ini AGI baru dapat diwujudkan di film saja. Setidaknya, dengan menonton film ini Anda dapat belajar tentang AI dengan cara yang lebih menyenangkan. Dan kita tak akan pernah tahu, jika suatu saat nanti kisah fiktif ini bisa benar-benar terjadi di dunia nyata. Jika suatu saat nanti AI bisa memiliki kecerdasan selevel manusia dan memiliki emosi, dunia pasti akan menjadi lebih menarik, ya?  

Layanan Berteknologi AI yang Ditawarkan AsiaQuest Indonesia X Nodeflux

Layanan-berteknologi-ai-yang-ditawarkan-asiaQuest-indonesia

Tak bisa dimungkiri, AI menjadi salah satu teknologi yang menjadi pemain kunci selama pandemi COVID-19. Teknologi AI dapat diimplementasikan dalam berbagai bidang, khususnya dalam proses pengawasan penyebaran COVID-19. Anda tetap bisa mengawasi pergerakan manusia dan menekan risiko penyebaran virus termasuk ke staf perusahaan. 

Caranya adalah dengan memanfaatkan layanan berteknologi AI yang ditawarkan perusahaan kami! Kami memiliki COVID-19 Solution Package berteknologi AI yang bisa mengurangi bujet operasional Anda. 

COVID-19 Solution Package ini meliputi Social Distance Monitoring, Public Health Monitoring, dan Face Mask Detection Alert. Teknologi AI pada Face Mask Detection Alert memungkinkan sistem dapat mendeteksi orang yang tidak memakai masker secara otomatis. 

Teknologi ini menjadi cara paling efektif untuk mengawasi masyarakat dalam penerapan new normal. Staf hanya perlu bekerja dari balik layar tanpa harus terjun langsung di lapangan. Oleh karena itu, kemungkinan untuk tertular virus juga lebih rendah. 

Keunggulan lainnya, Anda tidak perlu menyiapkan banyak SDM untuk mengawasi banyak orang dalam satu waktu. Jika terdapat orang yang tidak memakai masker, sistem secara otomatis akan memberikan notifikasi. 

Untuk detail tiap layanan berteknologi AI di atas, silakan menghubungi tim IT kami. Kami juga sudah menjalin kolaborasi dengan platform AI di Indonesia yaitu Nodeflux untuk memfasilitasi semua kebutuhan perusahaan Anda. Mari tekan risiko penularan COVID-19 dengan memanfaatkan service dari perusahaan kami. 

Browse blog by tag

Back To Top