sharpnel_content
AI Trainer Bakal Makin Dicari!

Blog 04 Jan 2021


AI Trainer Bakal Makin Dicari!

AI
Share

Di era disrupsi akibat teknologi digital sekarang ini, banyak profesi yang hilang karena digantikan mesin dan teknologi. Akan tetapi profesi baru pun bermunculan. Manusia sebagai makhluk berakal mau tidak mau harus ikut berubah mengikuti perubahan zaman.

Dalam urusan pekerjaan pun, cita-cita kita sepuluh tahun lalu mungkin sudah tidak relevan dengan zaman sekarang. Maka dari itu, manusia juga dituntut untuk selalu belajar sepanjang hidupnya jika ingin bertahan.

Munculnya AI Trainer

Salah satu contoh profesi yang dulunya tidak ada tapi kini ada dan diprediksikan akan semakin dicari di masa depan adalah AI Trainer. AI trainer atau pelatih kecerdasan buatan. Mengapa dunia membutuhkan manusia sebagai pelatih kecerdasan buatan?

Industri ecommerce sekarang ini menjadi industri yang paling berkembang. Dibandingkan beberapa tahun lalu, industri sekarang ini sudah mengalami kemajuan yang pesat. Beragam jenis teknologi dikembangkan dan diterapkan untuk membuat pengalaman berbelanja online di ecommerce semakin baik, semakin aman, dan semakin memuaskan.

AI Trainer untuk Chatbot

Salah satu fitur dalam ecommerce yang menerapkan AI adalah chatbot. Chatbot berhubungan erat dengan kesuksesan penjualan di ecommerce karena ia berinteraksi secara langsung dengan pelanggan.

Chatbot mengadopsi kecerdasan buatan dan agar ia bisa berfungsi layaknya seorang customer service yang melayani kebutuhan pelanggan, ia harus terus dilatih. Chatbot perlu terus menerus dilatih agar ia bisa mengikuti perkembangan yang ada dan tetap relevan dengan keadaan zaman yang terus berubah.

Chatbot harus terus dilatih agar bisa dengan cepat memahami apa yang ditanyakan pelanggan, kemudian mencari tahu jawabannya dengan akurat. Tingkat akurasi dan kecepatan yang tinggi dengan sentuhan ‘manusiawi’ semakin diperlukan. 

Sehingga, ketika pelanggan memutuskan untuk meminta bantuan ke chat, dan berinteraksi dengan chatbot, pelanggan tersebut tidak merasa sedang chat dengan robot, karena sentuhan ‘manusiawi’ ini.

Ferry Kusnowo, Chief Customer Officer Lazada Indonesia, mengatakan bahwa AI Trainer menjadi bagian penting dalam operasional mereka. Mereka menilai performa AI dalam layanan konsumen dengan mengukur tingkat penyelesaian masalah atau biasa disebut Chatbot Resolve Rate (CRR).

Menurutnya lagi, AI trainer sangat berperan dalam membentuk karakter kecerdasan buatan. Chatbot harus dilatih terus agar ia bisa memahami beragam gaya bahasa pelanggan untuk bisa memahami pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan.

Selain itu, chatbot juga diharapkan akan mampu mengenali ragam gaya bahasa, bahasa daerah, bahasa sehari-hari, serta bahasa-bahasa slang yang sering muncul sekarang ini.

Bagaimana Kerja AI Trainer?

Seorang AI Trainer setiap hari harus menganalisa jawaban yang diberikan, serta ‘mengajari’ chatbot untuk mengenali beragam bahasa dan memberikan jawaban yang solutif dengan bahasa yang mudah dipahami.

Untuk menjadi AI Trainer, tidak melulu harus seseorang dengan kualifikasi seorang programmer. Seorang AI trainer harus punya kemampuan analisa dan kreativitas untuk menyelesaikan berbagai masalah yang kompleks.

AI trainer harus memahami betul apa-apa yang ditanyakan pelanggan, dan apa yang betul-betul menjadi masalah bagi pelanggan. Mereka harus memeriksa data, memberikan solusi yang terbaik, melatih chatbot, menerapkan solusi, serta melihat apakah solusi tersebut berdampak bagi konsumen atau tidak.

Menurut Felix, chatbot tidak akan bisa sepenuhnya menggantikan peran manusia akan tetapi chatbot bisa sangat membantu untuk menjawab pertanyaan pelanggan yang sifatnya repetitif (pengulangan). Ketika menemui masalah yang kompleks, maka di situlah kreativitas dan pemikiran analitis AI trainer dalam melatih chatbot dibutuhkan.

Sumber: medcom.id
Photo by ThisisEngineering RAEng on Unsplash

Browse blog by tag

Back To Top