sharpnel_content
4 Startup yang Makin Berjaya saat Pandemi

Blog 24 Nov 2020


4 Startup yang Makin Berjaya saat Pandemi

Share

Lesunya dunia ekonomi membuat startup-startup harus gulung tikar saat pandemi. Akan tetapi, ternyata tidak semuanya, lho. Beberapa startup lain justru makin berjaya saat pandemi. Siapa sajakah mereka? Yuk, kita lihat ulasannya satu per satu di bawah ini. Informasi berikut ini kami sarikan dari cnnindonesia.com.

1. Gojek

Gojek sempat melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) kepada 430 karyawannya atau setara 9% dari total karyawan Gojek. PHK ini sebagai dampak dari lesunya bisnis kala awal pandemi.

Adapun karyawan Gojek yang terdampak PHK mayoritas berasal dari dua layanan Gojek yang terpaksa tutup, yaitu GoLife dan GoFoodFestival. Penutupan layanan juga sebagai dampak dari larangan pemerintah untuk mengadakan kerumunan dan kewajiban menerapkan jarak aman.

Baik GoLife maupun GoFoodFestival, dinilai sulit untuk menerapkan dua kewajiban tersebut. Perusahaan mau tidak mau harus menutup kedua layanan tersebut dan merelakan 430 karyawannya.

Agar tidak merugi terus-terusan, perusahaan kemudian memfokuskan diri pada bisnis inti, yaitu transportasi (Goride dan Gocar), pesan antar makanan (Gofood), dan uang elektronik (Gopay). Hasilnya mengejutkan, beberapa layanan Gojek justru naik signifikan selama masa PSBB.

Misalnya layanan logistik yang tumbuh hingga 80%, belanja kebutuhan sehari-hari juga naik dua kali lipat.

2. Grab

Pesaing Grab dalam hal layanan transportasi berbasis ridesharing app ini juga tak kalah gencar. Meski begitu, sejalan dengan Gojek, perusahaan asal Malaysia ini telah melakukan PHK kepada 360 karyawannya di seluruh Asia Tenggara pada pertengahan Juni 2020.

Perusahaan mengaku tidak mudah untuk melakukan PHK akan tetapi mereka harus melakukannya demi bisa bertahan di era new normal. Beberapa layanan yang tidak terlalu esensial mereka tutup untuk bisa mengerahkan kekuatan pada bisnis-bisnis yang esensial di masa pandemi.

Beberapa bisnis yang mereka perkuat misalnya layanan pengiriman makanan (Grabfood) dan pengiriman barang (GrabExpress). Dua kebutuhan tersebut ternyata meningkat pesat selama pandemi sehingga perusahaan mengalokasikan sebagian karyawan ke layanan tersebut.

3. Tokopedia

Startup ecommerce besutan William Tanuwijaya ini meraih keuntungan besar kala pandemi. PSBB membuat orang lebih banyak berdiam diri di rumah dan mengurangi aktivitas luar ruang. Untuk aktivitas belanja pun, orang-orang mulai beralih ke online demi mengurangi kontak dengan orang.

Statistik Tokopedia menunjukkan bahwa ada 100 juta user yang mengunjungi Tokopedia per bulan, 9 juta penjual di Tokopedia dimana hampir 100% adalah UMKM, dan 94% diantaranya adalah penjual berskala ultra mikro.

Sejak Januari 2020, Tokopedia mencatat ada kenaikan jumlah penjual hingga 1,8 juta. Kenaikan ini juga sebagai dampak dari PSBB yang membuat orang mengurangi aktivitas belanja di luar rumah dan beralih ke belanja online.

Selain itu, produk yang banyak diminati selama pandemi adalah produk kategori makanan dan minuman. Kopi literan produk lokal menjadi minuman paling populer. Di kategori rumah tangga, kerajinan makrame mengalami lonjakan pesanan. Kemudian di kategori olahraga, ada sepeda produk lokal Element yang langsung laris manis dalam hitungan detik.

Tanpa disadari, Tokopedia telah menyumbang lebih dari 1 persen ke perekonomian Indonesia. Pandemi COVID19 memang melumpuhkan ekonomi, tapi bagi mereka yang berusaha online ternyata menguntungkan.

4. Shopee

Shopee juga merupakan pesain Tokopedia. Shopee merupakan ecommerce asal Singapura yang menancapkan bisnisnya di Indonesia. Transaksi Shopee selama pandemi COVID19 juga mencatat kenaikan yang luar biasa.

Kuartal II 2020, Shopee mencatat adanya transaksi hingga lebih dari 260 juta transaksi.  Di kuartal yang sama, App Annie merilis riset yang menyatakan bahwa Shopee berada di peringkat 1 untuk aplikasi ecommerce dengan pengguna aktif terbanyak, unduhan serta total waktu dihabiskan di aplikasi.

Itu dia empat startup yang makin jaya kala pandemi melanda. Strategi bisnis yang tepat serta pemanfaatan teknologi digital menjadi andalan bagi startup-startup tersebut untuk meraih cuan. Nah, tertarik untuk tahu lebih banyak soal pendigitalan bisnis? Kunjungi www.aqi.co.id atau kirim email ke [email protected] untuk informasi lebih lanjut.

Referensi: cnnindonesia.com

Photo by Business photo created by creativeart – www.freepik.com

Browse blog by tag

Back To Top